
"Astaga, apa ada tanaman yang begitu mengerikan."
"Kau mendapatkan satu Paman. Tapi apa kau tidak tahu sebelumnya?"
"Kau pikir jika aku tahu ada hal semacam itu aku tidak berpikir untuk menolak membeli rumah itu." Harusnya hal seperti ini diberitahukan dalam penjualan rumah.
"Jika kau benar-benar tak tahu kau bisa menuntut penjual kurasa, rumah dengan knotweed menurunkan harga 10-15% di pasaran." Aku langsung memberi tanda bertanya ke Xavier, dia menjawab dengan jempol dan memberi tanda dia bisa mengurusnya.
"Jadi kau bilang aku bisa mendapatkan pengembalian yang bisa menutup biaya perbaikan karena knotweed ini."
"Iya bisa Paman. Aku akan mengirim orang yang bisa mengurusnya padamu. Kau tinggal memberinya kontak dan dokumen jual belimu. Dia akan mengurusnya untukmu."
"Bagus-bagus, kirim dia padaku. Yang penting minimal dia harus mengembalikanku 400.000 karena kau bilang knotweed gila itu baru mati setelah 3 tahun."
"Beres paman."
"Lalu apa kau bisa mengerjakan di musim gugur ke dingin?"
"Proyek bisa berjalan walau akan sedikit melambat Paman, tapi ya kami bisa tentu saja. Terutama kami akan membongkar knotweednya dulu sebelum musim dingin dan mengerjakan bagian luar sebelum musim gugur berakhir, dan musim dingin kami sudah mengerjakan interior."
"Kalau begitu aku setuju, kerjakan saja. Suruh orang yang bisa mengambil uangku menelepon secepatnya."
__ADS_1
"Siap Paman." Masalah selesai, proyek bisa berlanjut tanpa masalah.
Aku memberi nomor teleponnya ke Xavier dan mengatakan apa yang diinginkannya.
"Gregory Laney, yang kau maksudkan adalah mantan Secretary of State periode yang lalu."
"Iya."
"Hmm, kau banyak menerima proyek dari kenalan Ayahmu? Tak salah kau sudah duduk di Direktur design saat umur 30." Komentarnya yang mungkin dikatakan dengan tak sengaja sambil memasukkan nomor ponsel Gregory Lane ke nomor teleponnya sendiri membuatku mengerutkan kening. Banyak yang perlu di jelaskan soal anggapan merendahkan soal Daddy money ini. Ini saatnya aku meluruskan ini.
"Aku memulai belajar AutoCAD untuk design pada umur 15 tahun, ..." Dia melihat padaku setelah aku berhenti bicara, sekarang aku menatapnya.
"Aku membayar orang untuk membuatku menguasai cara menggunakannya sebelum aku masuk kuliah. Aku bahkan bisa membuat desain ruanganku sendiri sebelum aku masuk kuliah. Aku mulai magang di kantor Paman juga pada umur 15 tahun, mereka membuatku mengerjakan administrasi workshop untuk mengenal bahan bangunan di liburan musim panasku. Jika kau tanya berapa lama pengalamanku aku bisa bilang 17 tahun. Ya materi kuliah piece of cake bagiku, karena bahkan aku bisa menyeret sepupuku untuk dosen pribadi."
Aku belum akan berhenti. Ini untuk membuatnya paham siapa yang dia hadapi.
"Aku tidak ..." Sekarang aku yang menyetop pembicaraannya.
"Kau memang bermaksud seperti itu. Tak usah bohong padaku atau meralat kata-katamu." Aku berhenti sekarang.
"Jadi jika kau menyangka aku mendapatkan jabatan Direktur Design karena aku uang Ayahku kau harus minta maaf padaku Tuan pengacara tersayang. Sekarang juga."
Dia diam.
__ADS_1
"Aku minta maaf, sudah meremehkan princess Daddy. Aku berkata tanpa bertanya."
"I'm not princess, satu saat di dalam hidupku aku berharap aku pria untuk membanggakan Ayahku. Jelas aku tak pernah bermimpi jadi princess. Tapi aku punya Ayah yang bijaksana. Dia memberikan saran dan dukungan terbaik dan membiarkanku menjalankannya sendiri. Pada akhirnya kita memang hanya bisa bergantung pada diri kita sendiri. Daddy mengajarkan itu."
"Aku mengerti apa yang kau katakan. Aku minta maaf."
"Kau yang bayar billnya." Harusnya aku yang membayar karena mengajaknya, juga untuk merayakan proyek yang kudapat.
"Oke. Aku yang bayar billnya. Kau mau eskrim?" Dia setuju dengan mudah soal pembayaran bill.
"Aku bukan anak kecil yang dibujuk dengan es-krim."
"Aku yang sedang berusaha minta maaf dengan es-krim." Dia tersenyum, saat aku cemberut. Es krim aku bisa membeli eskrim sendiri, itu terlalu mudah untuk sebuah permintaan maaf. "Baiklah, aku minta Alma membuatkan seloyang blueberry cheesecake." Sekarang aku tersenyum. Kue Alma hanya bisa didapat khusus di Westbury.
"Deal. Tapi aku tak bisa ke Westbury minggu ini, pekerjaanku menumpuk bahkan aku harus bekerja akhir pekan ini."
"Nanti kukirim ke kantor hari Senin."
"Kau serius dengan cheesecake ini."
"Serius."
__ADS_1
Aku jadi bisa tertawa sekarang. Aku binggung apa yang dilakukan Tuan Pengacara ini, dia tak menerimaku tapi dia menjaga aku tetap di sisinya. Dia berusaha membuatku gembira.
Pengacara, mereka memang punya pikiran paling rumit, kenapa dia membuat permainan ini. Aku ingin tahu apa akhir cerita ini, tapi tak apa aku akan menunggu dengan sabar.