
"Begitu?"
Dengan wajah masih berkerut dia meyakinkan dirinya dengan jawaban David Montgomery yang sudah punya segudang pengalaman mengejar wanita ini. Dia senang itu kesimpulannya tapi apa itu benar.
"Iya begitu."
"Jadi menurutmu apa yang harus kulakukan setelah ini." David langsung mengurut kepalanya mendengar pertanyaan lanjutan Xavier.
"Astaga kau tidak punya ide sendiri apa yang harus kau lakukan?"
"Menurutmu apa yang harus kau lakukan." Dengan muka polos tak punya ide yang melintas di kepalanya Xavier bertanya.
"Kau tak pernah mengejar wanita?"
"Ehm Veronica istriku adalah teman sebelumnya, aku tidak mengejarnya, kami berjalan begitu saja. Sekarang kau tahu keadaanku." Dia memang tak pernah menghadapi masalah cinta yang berbelit-belit. Apalagi sejak kematian Veronica dia berusaha keras mengatasi rasa bersalahnya.
"Baik-baik, kau tak usah menjelaskan lagi. Kuberi kau caranya." David mengelengkan kepalanya mendengar penjelasan Xavier.
"Kirimi dia pesan seperti biasa, tanyakan keadaannya, kirimi dia bunga, kirimkan dia hadiah, kirimkan apa yang dia suka, ajak dia keluar, jemputkah dia, bersikaplah kau ingin kau bersamanya selalu, paksa dia jika perlu, sedikit pemaksaan itu s*exy. ."
"Bagaimana jika dia menolak?"
"Ya tetap ajak dia sampai dia setuju?"
__ADS_1
"Bukankah itu tindakan tak tahu malu?" David Montgomery tertawa sekarang, pria bodoh ini tak tahu apa-apa soal pengejaran wanita.
"Bro justru itulah yang membuat mereka tersanjung, mereka menganggap kau sangat menginginkannya. Apalagi kalau sebenarnya dia sudah tertarik padamu, butuh paksaan sedikit kadang, tapi aku berani bertaruh mereka menyukainya."
"Maksudmu pemaksaan bagaimana? Misalnya jika dia tidak ingin kuajak keluar...lalu apa."
"Standby di kantornya, suruh sopirmu bawa mobilnya, paksa dia ikut denganmu, bawakan sesuatu untuknya, bunga cokelat, kue, apapun yang dia suka."
"Lalu jika dia masih tidak mau?"
"Kembali lagi lain hari, lakukan hal yang sama, kau tahu apa kesukaannya, perhatikan cara dia menanggapimu. Buat hal yang tak dapat ditolaknya. Sampai dia lelah menolakmu. Temanmu tak akan membuatnya mudah untukmu karena dia sudah kesal. Cium dia sekalian, kau belum pernah menciumnya bukan. Kau harus lakukan sekarang, berciuman setelah bertengkar itu sangat bagus, bahan bakar dengan cepat itu akan sampai ke ranjang."
"Itu tindakan tidak tahu malu. Kau gila. Bisa kena pasal pelanggaran." Xavier masih merasa itu salah. David menertawakannya.
"Kau beruntung belum sampai masuk penjara jika begitu caranya."
"Kau benar, aku selama ini sangat pintar, selama ini aku selalu bisa membawa diriku masuk ke tempat yang benar. Tepat untuk membuatnya mencengkram di tempat yang tepat." David sekarang bicara kotor. Xavier berpikir nama David itu tak cocok untuknya. Nama seperti Rocco, Jax, Axel akan cocok untuk nama badboy brengsek sepertinya.
"Kau playboy psychopath narsis." Xavier tak akan berani sampai ke tahap itu. Itu pelanggaran hukum namanya, tapi bagi David itu adalah tahap selanjutnya dari pengejaran yang menyenangkan.
"Hei wanita menyukainya. Kau hanya harus tahu seni memaksa sedikit. Kau yang selama ini tidak tahu bagaimana merayu wanita. Kau sama sekali belum pernah menciumnya, kau payah benar-benar payah pantas saja dia menganggapmu tak menganggapnya serius. Bagaimana bisa kau sudah ingin bertemu Ayahnya tapi tak pernah menciumnya. Kau memanggilmya teman dekat, kau benar-benar keterlaluan." David yang sekarang menganggap Xavier adalah masalah.
"Kau memang gila." Mereka berdua saling menganggap satu sama lain tak normal.
__ADS_1
David Montgomery tertawa sekarang. Dia memang suka petualangannya. Xavier melihat David yang bentukannya seperti model itu, dia sama sekali tidak sebanding dengannya. Apa dia pernah harus mengejar wanita dengan penampilan seperti itu.
"Apa kau pernah mengejar wanita, bukankah kau bilang malah wanita yang mengejarmu. Apa benar harus begitu mengejar wanita, kau tidak membodohiku bukan."
"Bro wanita itu banyak macamnya, dari obral sampai jual mahal dengan berbagai tingkat. Kau pikir semua wanita itu mudah, ya tidak seperti itu. Semangkin sulit mendapatkannya semangkin menyenangkan rasanya. Kecuali tipe penyihir, tak usah mendekatinya, dia akan sengaja membunuhmu."
"Ohh ada yang begitu, siapa penyihir yang kau maksud." Ohh ternyata ada juga yang tak menpan rayuan David.
"Carla, dia itu penyihir." Xavier tahu siapa Carla dia pernah beberapa kali bekerja bersamanya.
"Carla? Kupikir dia wanita yang ramah. Dia tidak tampak seperti penyihir. Aku beberapa kali ditelepon untuk konsultasi kasus dan berkerja dengannya. Kurasa dia memang membencimu karena dia tahu kau brengsek perusak wanita. Dia memang tak bisa kau jadikan korban."
"Ohh dia membenciku dari pertama dia melihatku. Tak ada yang baik tentangnya. Padahal aku sudah berusaha bersikap baik dengannya."
"Ohh bukannya kau pernah menjadikannya korbanmu."
"Dia tak secantik itu untuk menjadi korbanku."
Xavier meringis, menurutnya Carla cantik dan cerdas, malah dia merada gadis jenius jika berhadapan dengan angka-angka laporan keuangan.
Tapi David membencinya. Nampaknya Carlapun membencinya. Mereka pasti punya hubungan unik di kantor karena mereka berdua sama-sama bagian management.
Tapi tak usah memikirkan hubungan mereka, sekarang dia punya masalah sendiri untuk diselesaikan.
__ADS_1