Mr. Lawyer Fatal Attraction

Mr. Lawyer Fatal Attraction
Part 14. Flying Around 6


__ADS_3

Dan aku menemukan Sir Xavier adalah orang yang menyenangkan untuk diajak mengobrol, mungkin karena dia pengacara dia tahu bagaimana mendengarkan orang.


Dan malam berlalu begitu saja kemudian baru sekarang aku mengobrol begitu panjang dengannya, aku jadi tahu dia berumur lebih tua 11 tahun dariku 43 tahun. Dia punya pengalaman jauh lebih banyak, menghadapi berbagai macam orang mendengarkan ceritanya adalah berbagi sudut pandang. Beberapa keluarga besar memakai dia dan firmanya sebagai penasehat hukum, dan aku selalu mengagumi para pengacara yang selalu bisa menyelesaikan masalah yang diberikan kepada mereka.


"Aku tahu orang yang sebutkan, gosip tentang mereka tentang mereka pernah tersebar."


"Ohh kau tahu? Kupikir dia akan tutup mulut." Dia cukup kaget ketika aku bisa mengetahui hubungan ceritanya.


"Kau tahu penyimpan rahasia terburuk Sir Xavi. Wanita. Sebuah rahasia bisa menjadi rahasia umum." Aku tertawa, "Bilang kepada klienmu, jika dia ingin itu menjadi rahasia, tutuplah mulutnya sendiri."


Dia mengangkat tangannya menyerah.


"Well, aku sudah mengingatkannya. Itu salahnya sampai kaupun tahu."


Alma datang menyajikan dessert untuk kami. Gabungan triffle dan cheesecake strawberry yang sangat enak.


"Astaga, Alma ini enak sekali. Kenapa kau tak membuka toko kue saja." Alma tersenyum lebar saat aku memuji masakannya.


"Dulu Nyonya dan Tuan Woodward membiarkan saya menerima pesanan dari teman-teman mereka. Kadang ada memang yang menghubungi saya. Saya kadang masih membuat kue untuk mereka, Natal dan tahun baru ini saya sudah menerima pesanan tuan untuk membuat kue dan mengirimkannya ke kolega-koleganya. Mungkin ada lagi beberapa. Tuan berencana membelikan saya oven gas yang lebih besar. Saya tak tahu bagaimana membayar Tuan sekarang."

__ADS_1



"Kau bisa membayarku dengan merawat rumah ini, itu saja." Sir Xavier meringis tersenyum untuk rasa terima kasih Alma.


"Ohh itu sangat bagus. Aku juga nanti memesan padamu. Yang ini, ini sangat enak."


"Yang itu Tuan bilang untuk membuat dua, saya sudah mempersiapkan buat Nona untuk dibawa pulang."


"Ya Tuhan, aku mencintaimu Alma, Sir Xavi, terima kasih sekali."


"Ini untukmu supaya semangat mengerjakan semuanya."


"Itu gratis. Anggap saja downpayment untuk jasa membereskan rumah. Setelah ini Alma tidak bisa memasak lagi untuk kita karena kau merusak dapurnya. Ohh ya, aku lupa bilang, untuk dapur kau nanti bicarakan ke Alma bagaimana yang dia mau."


"Baik. Alma aku akan datang membawa orang mulai Rabu ini."


"Baik Nona."


Tak lama aku pamit pulang sambil membawa dessert hadiah dari Alma. Malam ini aku senang, punya teman bicara. Biasanya aku melewatkan malam minggu sendiri karena teman-temanku punya acara sendiri dengan partner mereka. Tapi aku hanya melewatkan akhir minggu sendiri.

__ADS_1


"Sir, kau tinggal di mana di Manhattan?"


"1st Avenue."


"Ohh aku tinggal di Hudson Yard, itu tidak jauh."


"Oh komplek Hudson Yard, pemandangannya bagus. Gedung baru, kau membelinya?"


"Iya aku belum pernah membeli apartment itu hunian pertama yang kubeli saat kembali ke sini. Kupikir lokasinya bagus dan jika aku mau menjualnya tak akan terlalu sulit."


Ternyata kami tinggal tak jauh. Aku hanya tahu kantor Sir Xavier di 6th Avenue. Dia partner pengacara di Norton Rose Fulbright.


"Kalau begitu, selamat bekerja tak sabar menunggu hasilnya tiga bulan lagi."


"Siap Sir, aku tak akan mengecewakanmu. Alma sampai jumpa Rabu pagi, siap-siap aku akan membawa pasukan ke rumah ini menganggumu. Terima kasih untuk kuenya."


"Baik Nona, semoga kau membawa pria-pria tampan untuk cuci mata." Aku terbahak dengan permintaan Alma.


Aku pergi dengan hati senang dan perut kenyang. Akhir pekanku tidak buruk malam ini.

__ADS_1


__ADS_2