
Maaf, draftnya gak sengaja kehapus jadinya nulis ulang . Baru dapat satu part ketulis ulang, sisanya besok siang ya karena semuanya harus ditulis ulang semuanya. ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜
...----------------...
"Kau tahu Nona, gambar yang kita post beberapa hari lalu, desain rumah Tuan Xavier, responnya sangat bagus. Aku memasukkan empat perjanjian baru hari ini di schedulemu." Assistenku melaporkan perkembangan baru media sosial kami.
"Benarkah? Empat perjanjian baru?" Aku membuka jadwalku dan mendapatkan schedule yang sudah diperbaharui.
"Iya."
"Aku tak bisa akhir pekan minggu depan ada pernikahan temanku. Kau ingat bukan." Ada pernikahan Sara, aku harus menghadirinya jadi aku mengosongkan dua hari di akhir pekan awal musim gugur ini.
"Iya, aku mengosongkan akhir minggu depan."
"Ohh baiklah jika begitu."
"Satu lagi Nona..."
"Apa?" Dia terlihat ragu-ragu bicara.
"Tuan Victor mencarimu, katanya dia tidak bisa menghibungimu?"
__ADS_1
"Ohh yang itu biarkan saja. Bilang kau tak tahu dan kau sudah menyampaikan pesan darinya."
Sudah berhari-hari aku hanya membalas pesan dan sama sekali tak mau bicara padanya. Bahkan aku berencana tidak pergi ke Moulin cafe Kamis besok karena tak mau bertemu dengannya. Ini harus dibereskan aku tahu, jika putus ya putus hanya aku ingin mempermainkannya karena dia sudah mempermainkanku.
"Baik Nona."
Aku tidak menjawab teleponnya siang ini juga, hanya bilang aku sedang meeting klien.
Tapi tak kusangka dia datang jam makan siang ini.
"Nona ada Victor, kau ingin kujawab apa ke reception dibawah."
"Iya baik."
Dia pergi. Aku melihat ponsel dengan malas ketika sorenya dia menelepon lagi. Kumatikan teleponnnya dan kukirìm pesan, 'Sedang dalam internal meeting dan lembur sampai larut."
Aku malas harus pulang terlalu awal, Sara, Kate dan Nora semua tak bisa kuajak makan malam karena mereka ada acara sendiri. Siapa lagi yang bisa kuajak?
Satu nama muncul? Sir Xavier, kantor kami tak terpisah terlalu jauh.
📱: Sir Savier, mau makan malam?
__ADS_1
Beberapa saat tak ada jawaban. Tapi sepuluh menit sebuah pesan masuk padaku.
📱: Ok. Dimana? Jam berapa?
Aku menyebutkan sebuah restoran yang letaknya di tengah-tengah sehingga dalam sepuluh hingga lima belas menit kami bisa mencapainya.
Dia setuju. Aku punya pelarian akhirnya, setidaknya aku tak makan malam sendiri. Aku sudah mengemudikan mobil ke restoran yang dituju kemudian dengan menunggu hanya sepuluh menit Sir Xavier sampai.
Dia duduk di depanku masih sambil mengobrol dengan kliennya di telepon. Kami duduk di sebuah restoran conveyor sushi, aku sudah mengambil yang aku inginkan. Aku sudah biasa adegan seperti ini Dad juga kadang menjawab telepon di tengah makan malam atau saat dia bersama kami. Tapi yah dia ada di sana, dia akan minta maaf ke semua orang dan kami memakluminya seperti biasa.
"Sorry, aku menjawab telepon dulu."
"Iya tak apa. Sorry aku mengambil dan makan dulu."
"Tak apa. Kau mau ramen, aku sudah membayangkan ramen saat ke sini."
"Boleh, aku juga mau."
Pesanan selesai, dan aku merasa senang Sir Xavier mau menemaniku makan malam.
"Rupanya kau punya meeting internal di sini, setelah ini apakah kau lembur juga di tempatnya." Sebuah suara membuatku menoleh. Victor, rupanya dia mengikutiku ke sini.
__ADS_1