Mr. Lawyer Fatal Attraction

Mr. Lawyer Fatal Attraction
Part 6. Westbury 4


__ADS_3

Tiba-tiba di tengah percakapan kami di meja makan bel berbunyi. Alma langsung terlihat bergegas ke pintu. Seorang wanita terdengar bercakap-cakap ke Alma, dan kemudian masuk.


"Ohh kau ada tamu rupanya Xavi, aku membawakanmu lasagna ..." Aku memoleh, mendapatkan seorang wanita berumur sekitar 40 tahunan seumur dengan Sir Xavier memasuki rumah.



"Miranda, ini Allison, kebetulan kami sedang makan siang. Ini designer yang akan mengerjakan interior designku. Terima kasih buat makanannya, ayo makan siang, Alma masak banyak. Alma tolong sajikan ini." Wanita itu cantik, blonde, mungkin sekitar 40an tahun seumur dengan Sir Xavier, bertubuh pa*dat sek*al, menatapku seakan aku seakan aku penggangu yang harus diusir. Dia naksir Sir Xavier...


"Selamat siang Nona Miranda, ..." Aku tersenyum padanya sambil mengulurkan tanganku bahkan memanggil nya Nona agar dia tidak merasa tua dan tersaingi olehku. Aku tak berniat mencari pertentangan dengannya. Aku tak tertarik dengan pujaan hatinya.


"Selamat siang Allison, dari firma mana." Dia membalasku dengan sopan.


"Aku dari Chic Luxe, ini kartu namaku. Design kami ada di istagram yang tercantum di sana. Jika Anda ingin mengatur ulang ruangan atau membangun baru bisa hubungi kami."


"Oh baiklah, terima kasih." Bertepatan dengan itu Alma membawakan lasagna yang telah dipotong-potong dan piring saji. "Xavi, cobalah ini. Ini enak." Dia dengan mesra mengambilkan lasagna itu dan menaruhnya ke depan Xavier.


"Ini enak." Sir Xavier mencicipinya.

__ADS_1


"Allison kuambilkan untukmu?"


"Iya terima kasih."



Pembicaraan mengenai design jadi tertunda, aku menunggu Miranda selesai mencari perhatian ke Sir Xavier dan yang kulakukan adalah aku ikut memuji masakannya. Yang entah siapa yang memasak.


"Aku berbisnis perhiasan. Jika kau tertarik membeli datanglah ke butikku." Dia memberikan kartu namanya.


"Benarkah Nona, baik tentu saja." Aku bukan orang yang gila perhiasan. Aku tak punya investasi perhiasan, yang ada hanyalah koleksi hadiah, tapi jika membeli sendiri perhiasan aku tak begitu menyukainya.


"Ohh baiklah. Mahal sekali...Aku harus mengumpulkan komisiku lebih banyak dulu Nona." Sir Savier meringis mendengar kata-kataku.


"Ahh tapi kita punya anting kecil cantik yang sesuai untukmu sayang, kita akan menemukan sesuatu." Setelah membantingku dia mengumpulkan pecahan harga diriku. Sungguh wanita yang kejam.


"Aku harus pergi ada acara dengan teman, Xavier jika kau ingin mampir ke rumah teleponlah. Terima kasih untuk makan siangnya."

__ADS_1


Setelah hampir sejam dia memonopoli pembicaraan akhirnya aku bebas juga darinya dan bisa melanjutkan tugasku.


"Kau harus pergi ke rumahnya, jika tidak dia tak akan mengirimimu lasagna lagi." Sir Xavier tertawa dengan komentarku.


"Rumahnya di sampingku, sekitar 400 meter dari sini."


"Ohhh ternyata tetangga hot yang baik hati." Aku mengangguk-angguk mengerti. Dia tahu aku menyindirnya hanya meringis lebar.


"Baiklah, boleh kau mengajakku berkeliling Sir. Aku harus tahu gambaran seluruh rumah."


Kami berkeliling dalam hampir sejam berikutnya aku mendapat gambaran dan catatan detail apa yang dia inginkan.


"Aku akan mengirim staff untuk mengukur rumah, dan menentukan perkiraan biaya saya akan datang pada Anda kali ke dua dengan gambar skema dan pilihan lebih detail."


"Baik, jika bisa kau harus menyelesaikan sebelum musim dingin."


"Baik Sir. Tentu bisa kita baru diawal musim semi. Aku akan kembali dengan gambar skema dalam 10 hari."

__ADS_1


Tahap pertama pekerjaan selesai. Aku akan mengirim orang mengukur semua bagian rumah. Dan kita akan segera menyelesaikan schematic design.


__ADS_2