
Group itu ada empat orang. Aku menghela napas panjang, marah, kesal, benci menyeruak jadi satu. Tapi beruntungnya aku, aku tidak tidur dengan satupun dari mereka.
Mereka akan membayar ini! Jelas, tapi tidak sekarang. Aku berbalik pulang ke rumah. Melabrak mereka saat itu juga. Tidak akan terjadi, aku hanya akan mempermalukan diri sendiri.
Aku memegang setir mobil erat-erat untuk melepaskan kekesalanku. Ba*ngsat!
Aku dijadikan taruhan 5,000 dollar?! Bagaimana aku membalas kalian berdua akan kupikirkan. Aku hampir tak percaya bahwa aku jadi objek taruhan mereka. Tapi sekarang itulah yang kudengar.
Sebenarnya Victor dan Eugene memang saling mengenal. Ayah mereka juga tergabung dalam satu partai. Tapi menjadikanku bahan taruhan? Kelakuan kalian berdua sangat bagus!
Aku pulang ke rumah membanting tasku! Kesal! Apa aku dikutuk tidak akan berhasil dengan para pria tampan ini! Semalaman aku kesal hingga tidak bisa tidur.
Aku bangun dengan mood buruk dan pergi ke Westbury, furnitureku sudah datang. Hari Jumat ini dan besok aku akan mengatur penempatan furniture dan proses akhir, Minggu rencananya aku sudah serah terima. Jadi aku tak punya waktu meratapi kisah cintaku yang berantakan ini .
Aku pergi ke Westbury berharap dengan bekerja suasana hatiku akan sedikit membaik.
__ADS_1
Alma menyambutku pagi ini dengan senyumnya. Aku juga tersenyum padanya. Dapurnya sudah selesai, dia sudah bahagia sekarang karena dia susah bisa memasak. Bungalow baru mereka masih kira-kira 3 sampai 4 minggu lagi rampung
"Nona aku menyiapkanmu kopi dan sandwich."
"Alma, aku mencintaimu." Dia tersenyum dengan ucapan terima kasihku. Walau aku mengabaikan idenya untuk menyukai bossnya dia nampaknya tak mengambil hati.
"Furniture yang kau pilih bagus Nona. Aku sudah tak sabar menunggu akan seperti apa hasil akhirnya hari ini."
"Kau akan lihat, besok akan selesai semuanya." Ada dua hari untukku untuk mengeset semuanya. Rumah ini akan jadi tempat yang menakjubkan. Semoga Sir Xavier suka dengan semua garis design dan perabotan yang kubelikan untuknya.
"Juan! Di kiri kau tak dengar aku sebut kiri dari tadi!" Kali ini seseorang salah menempatkan sebuah meja besar. Aku berteriak setelah mengecek ruangan lain. "Di gambarpun sudah jelas aku ingin ini di kiri! Kau tak melihat gambarnya!" Nadaku yang naik dan keras membuat pekerja satu rumah melihat kami.
"Sekarang kau bahkan salah menempatkan arah karpetnya! Astaga bongkar ini cepat! Apa kau tak melihat gambarnya! Kau tak membaca arahnya?! Kau membuatku sakit kepala!"
"Maaf...maaf Nona, aku perbaiki sekarang." Dia tergopoh-gopoh memperbaiki.
__ADS_1
"Nona...?"
"Apa?!" Sekarang satu orang lagi kena bentak.
"Sofa ini apakah benar harus menghadap ke kanan."
"Ya jelas ke kanan! Kau tak lihat sudah kutandai. Lukisan itu kenapa ada di situ?! Siapa yang menyuruh kau menaruhnya di situ?!"
"Ini..."
Siang menjelang sore ini kesabaranku habis. Pria-pria ini sangat payah.
"Nona minumlah dulu. Aku membuatkanmu jus strawberry." Alma datang mendinginkan kepalaku
"Terima kasih Alma."
__ADS_1
"Nona duduk dulu, tak usah buru-buru. Tak ada gunanya kau marah-marah." Aku menghela napas panjang. Alma benar, tak ada gunanya aku marah karena bangsat Victor dan Eugene itu.