
Iya, aku menerima kencan Victor sekarang. Setelah berbulan-bulan dia dan Eugene bersikap terlalu manis untuk mendapatkan perhatianku. Akhirnya antara Victor dan Eugene aku memutuskan untuk memilih Victor.
...ini Victor visualnya 😎...
Kurasa dia orang yang menyenangkan, dan selera humornya bagus, kami sudah lama mengenal. Eugene adalah anak salah satu dari donatur yang baru bergabung di partai, dia pendatang baru di klub tahun lalu.
Aku belum menerima dia ke rumah. Walau aku menerima ajakan kencannya tapi itu baru sebatas menjadi lebih dekat. Setelah masalah di Mason dan Richard aku menunggu lebih panjang untuk memutuskan sesuatu. Tapi dalam kurang lebih dua bulan ini, kurasa aku sudah berada di tempat yang tepat.
"Kau tak pergi ke acara di Moulin?" Victor menelepon, Itu klub perkumpulan dimana kami yang berhubungan dengan partai berkumpul. Mereka menyelenggarakan acara setiap Kamis malam, banyak peluang bisnis di sana.
__ADS_1
"Kurasa tak bisa hari ini, aku harus lembur di kantor, draft akhir harus selesai hari ini. Ini sudah pertengahan musim panas jika aku tak menyelesaikan ini aku tak akan bisa menyelesaikan pekerjaan tepat waktu, ada beberapa proyek yang akan masuk penyelesaian minggu depan aku harus ke sana."
"Ohh baiklah, jika kau bisa telepon saja oke. Jangan lembur terlalu malam."
"Oke."
"Kita bertemu hari Minggu? Sabtu kau bilang kau harus menyelesaikan proyek?"
"Baiklah, kalau begitu sampai ketemu Minggu siang." Kami mengakhiri pembicaraan. Dia cukup sabar dan tidak memaksa. Kami baru hanya lebih dekat dan bisa jadi teman cerita. Dan dia dengan sabar menunggu aku nyaman dengan hubungan kami. Mungkin kali ini dengan teman high school ini cerita akan berjalan lebih baik.
Tak lama, aku ternyata mendapatkan beberapa bantuan dari assisten cakapku dan pekerjaanku bisa selesai tepat di penghujung jam kerja. Aku jadi bisa ke Moulin, kurasa lebih baik aku pergi, kemarin nampaknya salah seorang teman di sana tertarik untuk menyerahkan desain interior design kondominiumnya padaku.
__ADS_1
Aku tiba sekitar pukul 7.45 masih belum terlalu terlambat, beberapa dari mereka sudah berkumpul jam 7.00, Moulin adalah tempat salah seorang teman diantara kami, jadi kami sudah punya spot sendiri setiap Kamis malam yang tak bisa diganggu gugat.
Aku mendekati tempat biasa kami berkumpul ketika sebuah suara membuatku terhenti.
"Bayar taruhanmu 5,000. Sudah kubilang aku akan menang darimu." Itu suara Victor. Suaranya membuatku penasaranN aku mendekat ke kerimbunan tanaman pembatas di daerah luar kafe klub yang menjadi daerah berkumpulnya kami.
"Padahal aku sudah berusaha sekreatif mungkin. Kau menang. Tapi kau curang karena sudah mengenalnya dari high school." Suara Eugene, apa artinya ini?! Apa yang mereka bicarakan.
"Kau banyak alasan, bayar saja. Sudah kubilang aku akan menang tapi kau berani bertaruh denganku. Aku tak pernah gagal mendapatkan wanita. Termasuk Allison yang berkuasa itu. Wanita selalu ingin diperhatikan dengan benar, aku hanya terlalu ahli." Victor tertawa dengan renyah. Ohhh benarkah kau ahli, kemarahan langsung membuatku mengepalkan tangan.
"Kau sudah tidur dengannya? Kalau kau sudah tidur dengannya aku akan membayarmu, beri aku bukti. Foto bersama yang sedikit sexy sudah cukup." Ternyata dua bangsat ini menjadikanku objek taruhan.
__ADS_1
"Jika kalian katahuan kalian berdua akan mati. Percayalah padaku." Seorang teman mereka yang lain menimpali.