Mr. Lawyer Fatal Attraction

Mr. Lawyer Fatal Attraction
Part 20. Alma Idea


__ADS_3

Wanita-wanita yang sudah lama berumah tangga ini, harusnya sudut pandang mereka sudah lebih jauh dariku, mereka tahu apa tantangan pernikahan karena sudah merasakan sendiri.


Malam ini akan jadi malam curhat yang panjang.


"Terserah kalian saja. Pergilah sana. Aku tak akan menang melawan kalian." Dia melambai ke kami dan berjalan ke bungalow menemui para pria.


"Kau benar Sir." Dengan tawa menggantung kami meninggalkannya.



Kami kemudian sampai di sebuah restoran Italia yang mereka pilih sendiri. Aku yakin jika Alma yang memilih restorannya pasti enak.


"Nona Allison, kenapa kau patah hati, kau secantik dan sekaya ini, apa orang itu buta sehingga meninggalkanmu." Alma langsung bertanya dengan penasaran. Aku tertawa dengan pertanyaaannya.


"Apa kau pikir wanita cantik tidak bisa patah hati." Aku bercerita kepada mereka, tidak begitu detail mengenai Mason tapi mereka bisa menangkap apa yang terjadi, dilanjutkan dengan kejadian kemarin yang baru kualami.

__ADS_1


"Astaga Nona, aku tak menyalahkanmu memakinya, dia terlambat satu setengah jam di kencan pertama kalian setelah sekian lama. Kalau aku jadi kau aku sudah memakinya habis-habisan." Salma bicara dengan semangat.


"Aku sudah membayangkan hal-hal yang menyenangkan semalam, kalian tahu aku bahkan tidak membawa mobil agar dia bisa mengantarku pulang. Kalian tahu itu mengecewakan sekali. Hari ini dia menelepon dan mengajak makan malam lagi. Aku tahu dia akan begitu, dia hanya sedang butuh. Aku merasa seperti alat yang akan digunakan."


"Kau sudah benar Nona, orang seperti itu jangan diharapkan. Kau berhak untuk pilihan lebih baik." Alma menimpali.


"Apa dia tampan Nona. Kenapa kau suka dia kembali?"


"Hmm pacarku semuanya tampan, ini media sosialnya." Aku memperlihatkan foto Mason dan Richards.


"Tapi nampaknya mereka semua bermasalah Nona."


"Yah kau benar. Tambah tampan mereka tambah punya banyak masalah." Aku menyetujui ide itu.


"Ya karena mereka merasa bisa mendapatkan hampir siapapun yang mereka mau. Mereka jadi tak menghargai hanya satu orang."

__ADS_1


"Ya kira-kira begitu."


"Nona, kenapa kau tak melirik Bossku saja." Salma tiba-tiba berbicara.


"Apa?!" Aku hampir tersedak mendengar kata Salma.


"Aku baru mau mengatakan itu." Alma menyambar sekarang.


"Tidak...tidak, aku tak pernah memikirkan itu." Aku mengibaskan tanganku ke mereka.


"Dibandingkan dengan kekasih-kekasihmu memang dia tidak bisa bersaing. Tapi aku jamin Tuan Xavier pria yang setia Nona. Dia orang yang baik, cukup humoris jika kau mengenalnya dengan baik. Memang dia pengacara tapi dia tidak semenakutkan itu. Dia hanya menakutkan untuk orang yang ditargetkannya kurasa." Alma memulai promosi soal bossnya.


"Benar, Tuan Xavier menghabiskan waktu banyak dengan kita, dia tidak suka membawa wanita, dia punya selera humor yang baik." Salma menambahkan.


"Iya, orang seperti itu setia dengan keluarga, kau tahu dia masih menyimpan foto istrinya di kamarnya. Dia tipe family man, yang bekerja dengan baik, dan pulang ke keluarganya, tidak mencari macam-macam petualangan cinta dengan wanita. Dia tahu wanita-wanita yang cantik adalah masalah bagi dompet dan psikologis." Alma yang paling semangat memberikan penjelasan. "Kau lihat sendiri bagaimana dia menolak tetangga hot di sebelah rumah. Dia adalah pria ideal menurutku."

__ADS_1


__ADS_2