Mr. Lawyer Fatal Attraction

Mr. Lawyer Fatal Attraction
Part 27. Another Handsome Prince


__ADS_3

"Apa menurutmu aku bodoh?"


"Apa menurutmu kau perlu pria untuk merasa bahagia." Dia tidak menjawab pertanyaanku malah bertanya hal yang lain.


"Aku bisa bahagia dengan diriku sendiri. Aku bisa membeli bunga untuk diriku sendiri. Hanya aku tahu teman hidup itu sesuatu yang melengkapi kita. Bukan aku mengharapkan pangeran berkuda putih. Hanya aku tahu dengan teman hidup yang baik kau punya teman merayakan sesuatu, kau punya teman berbagi rasa sedih dan merasa tidak sendiri. Itu saja bukan impian yang terlalu indah. Apa menurutmu itu salah? Kau pernah menikah bukan?"


"Tidak itu tidak salah. Itu memang kenapa seseorang menikah. Untuk punya teman sepanjang hidupnya, hidup terlalu sepi untuk dilewati sendiri, kesedihan yang ditanggung sendiri itu menyedihkan..."


"Aku minta maaf mengingatkanmu pada istrimu."


"Tidak, aku rasa aku juga terlalu lama menyalahkan diri sendiri karena kecelakaan mereka?"


"Mereka?"


"Istriku sedang hamil muda saat itu. Aku seharusnya mengantarnya ke dokter, hanya saat itu klien meminta bertemu tiba-tiba karena dia harus keluar kota, saat itu aku bilang padanya untuk merubah jadwal hingga kamu bisa pergi besok, tapi dokternya cuti keesokan harinya, jadi dia berkeras tak apa dia pergi sendiri. Seharusnya saat itu aku yang mengantar mereka, jika aku yang mengantarnya kecelakaan itu tidak akan terjadi..."

__ADS_1


Aku mengerti sekarang, ... dia pasti terperangkap rasa bersalah, ditambah terperangkap dengan bayangan sempurna istrinya, tak ada wanita yang bisa menembus itu, tak ada yang bisa membuatnya ingin memulai lagi karena rasa bersalah itu.


"Aku mengerti, pasti sangat sulit bagimu Sir." Dia memang pria yang baik seperti kata Alma.


"Ya, itu sulit, butuh bertahun-tahun untuk merasa itu sudah takdir. Tapi jelas tetangga sebelah rumah bukan takdirku." Sekarang aku tertawa ketika dia membicarakan Miranda.


Pembicaraan lebih menyenangkan kemudian. Makan malam ini setidaknya aku tahu jika Miranda ternyata berusaha mengejarnya di Manhattan dan mengajaknya makan malam. Kami menertawakannya dan aku menceritakan terus terang aku juga belum menganggap Victor sebagai kekasih.


Aku kesal tapi setidaknya aku tidak patah hati. Walau jelas aku badmood sepanjang dua hari ini.


"Iya nanti juga ada yang lain." Diujung malam itu perasaanku membaik karenan makanan enak dan aku bisa cerita ke orang lain.


"Ohh ya sir, hari ini pekerjaan sudah selesai semua,, besok aku tak akan datang ke sana jika aku bosan."


"Datang saja, kenapa kau harus sungkan padaku. Kau bahkan akrab dengan Alma dan Salma. Datang saja kapanpun kau mau tak usah minta izin." Aku sudah hampir sampai ke rumah. Besok aku tak akan datang lagi ke Westbury.

__ADS_1


"Benarkah?"


"Asal kau tak berencana charge fee konsuktasi interior." Aku terpingkal sekarang, mana mungkin ada charge semacam itu.


"Untukmu jelas ada Malah akam kunaikkan 200% harganya." Dia meringis lebar. "Terima kasih sudah mengajakku makan malam."


"Terima kasih sudah membuat rumahku begitu indah."


"Aku senang kau menyukainya." Aku tersenyum senang, hasil kerjaku disukai, itu pujian paling menyenangkan yang kudapat hari ini.


"Jika kau butuh bantuan, kau tahu di mana mencariku Jangan sungkan."


"Iya baiklah. Jangan salahkan aku mencarimu."


Aku sampai kembali ke rumahnya. Aku langsung kembali ke Manhattan. Mungkin aku akan mencarinya nanti, mungkin sekedae mengobrol.

__ADS_1


Karena mengobrol dengannya menyenangkan.


__ADS_2