Mr. Lawyer Fatal Attraction

Mr. Lawyer Fatal Attraction
Part 58. Psycho Playboy Manual Suggestion


__ADS_3

Xavier sedang kebingungan dengan kata-kata Allison yang dia tidak tahu cara mengartikannya. Apa yang harus dia lakukan, apa arti kata-kata.


Apa aku berkata apapun soal putus?! Kau yang bilang kita cuma teman! Kau bodoh atau apa!? Sekarang pergi dari sini!


Dia tidak berkata soal putus, tapi dia marah soal status mereka hanya teman, dia mengatai Xavier bodoh dan terakhir dia menyuruhnya pergi.


Apa maksud semua kata-kata itu. Xavier lebih baik daan lebih mudah disuruh mencari kelemahan pasal dalam kitab undang-undang daripada mengartikan kata-kata tak jelas para wanita ini.


Mengingat kata-kata mereka sebelumnya, Allison marah karena dia tidak berlaku selayaknya kekasih. Ditambah kasus ini, mungkin maksudnya, dia menyuruhku pergi karena dirinya bodoh. Tapi dia bikang siapa yang berkata soal putus?! Sebenarnya apa yang coba gadis itu katakan padanya. Astaga, kepalanya berdenyut mengartikan semua kata-kata memusingkan ini.


David Montgomery datang kemudian untuk bergabung dengannya di bar itu. Dia merasa bertanggung jawab ke Xavier karena ini juga adalah salahnya.

__ADS_1


"Brother, bagaimana kabarmu. Kau sudah bicara pada Allison, bagaimana hasilnya." Dia langsung bergabung dengan Xavier begitu dia bilang dia ada di bar tempat mereka biasa minum. Sama seperti Allison, tidak ada yang bisa dia pikirkan selain kejadian semalam. Semua pekerjaan mereka berakhir berantakan hari ini.


"Buruk, dia mengataiku bodoh dan menyuruhku pergi. Sebenarnya aku binggung apa yang dia mau.."


"Kau binggung apa yang dia mau? Bagaimana itu bisa terjadi."


Sekarang Xavier menceritakan detik demi detik pembicaraan mereka, ingatannya cukup kuat sebagai pengacara jadi dia tahu apa yang dia ingat benar. David mendengarkannya dengan serius. Sesaat kemudian sampai bagian akhir dia tersenyum.


"Menurutku dia menyalahkanmu karena kau tidak memperlakukannya seperti kekasih, kau hanya menganggapnya teman, dia mengerti kau tidak menyuruhku menggodanya, tapi disaat yang sama kau juga tidak cemburu padaku, kau tidak mementingkan perasaannya, dia mau kau anggap kekasih bukan teman dekat, kau lebih mementingkan perasaan Ayahnya."


"Jadi apa yang harus kulakukan? Apa arti kalimat terakhirnya?"

__ADS_1


"Artinya kejarlah dia, buat dia merasa dia layak menjadi kekasihmu." David membalasnya dengan yakin.


"Tapi dia menyuruhku pergi dan mengataiku bodoh? Kau yakin itu maksudnya."


"Lihatlah dirimu brother, kau memang bodoh, pantas saja kau disuruhnya pergi. Hafalan pasalmu tak berguna di depan wanita. Lihat semua poin kesalahanmu yang dia sebutkan di pembicaraan itu, dia menyuruhmu pegi di kalimat terakhir karena kau malah bertanya padanya apa yang harus kau lakukan, jelas saja yang harus kau lakukan adalah mengejarnya dan jangan melepaskannya sampai Ayahnya memgancam membunuhmu juga tetap kejar dia. Dia yang akan melawan Ayahnya untukmu."


"Kalau itu aku tak berani, aku tak punya nyali melawan Secretary of Defense. Dikirimi satu agen aku sudah tewas. Kau bercanda denganku."


"Kau memang bodoh Xavier! Intinya bukan itu! Kau tak dengar dia menjamin bahwa Ayahnya tidak akan mempengaruhi kariermu. Dia ingin kau menyelesaikan masalah ini dengannya jangan bawa-bawa Ayahnya, dia malah bilang kau lebih memperhatikan kepentingan Ayahnya daripada dia, kejar dia layaknya wanita yang kau puja. Kau bahkan tidak cemburu saat aku merayunya, malah kau bersikap itu bisa dibenarkan. Dan soal Ayahnya kau malah ingin minta izin Ayahnya daripada menyebutnya kekasih, kau memang tak normal. Berjuanglah sedikit, kau sangat payah Brother. Begitu saja tidak mengerti."


David Montgomery membeberkan panjang lebar apa kesalahan Xavier dengan emosi, dia baru tahu bahwa dia tidak menyebut Allison kekasihnya status mereka bahkan hanya teman baik.

__ADS_1


__ADS_2