
"Mom?" Mom tiba-tiba datang ke apartment hari ini, aku tak tahu dia di NY, dia dan Dad berada di Washington, ini empat hari sejak kejadian pemukulan Victor, kurasa kedatangannya ada hubungannya dengan itu.
"Sayang, Mom membawa makanan untukmu. Apa kau sibuk?"
"Tidak, aku hanya aku harus menyelesaikan finishing desain akhir. Tak ada acara hari ini, aku ada pertemuan klien besok."
"Ehmm... kemarilah. Duduk di sini." Ini serius sepertinya apa Ibu Victor protes ke Ibuku? Dasar anak Mama.
"Kenapa Mom?"
"Lily Garner, Ibu Victor Garner menelepon Mom, katanya selingkuhanmu memukul anaknya. Apa itu benar?"
"Benar sekali, tapi itu bagus."
"Itu bagus?! Bagaimana memukul orang bisa bagus?"
__ADS_1
"Jelas itu bagus, membalas sakit hatiku." Kuceritakan dengan lengkap alasannya, mata Ibu membulat dan bibirnya mengangga mendengar ceritaku. Dari bagaimana Victor mendekatiku sampai apa yang kudengar sendiri, sampai siapa yang menghajarnya.
"Tuan Xavier langsung yang menghajarnya?"
"Iya dia yang menghajarnya."
"Kau bilang dia mengakui kau kasihnya di depan Victor? Itu berarti kau dan Xavier punya hubungan? Bagaimana dia bisa merayumu?" Ibu langsung curiga Sir Xavier merayuku.
"Tidak...tidak, aku hanya sedang makan malam dengan Tuan Xavier, aku menganggunya karena dia belakangan jadi teman mengobrolku, aku memang sedang punya proyek renovasi di rumahnya di Westbury, dia baru membeli mansion di sana dan memintaku memperbaikinya, dia tahu cerita soal Victor sedikit karena aku sering mengobrol dengan Mom."
"Kalau aku ada hubungan dengannya apa Mom setuju?" Aku malah balik bertanya pada Mom.
"Kau menyukainya?"
"Ehm...entahlah Mom, kau tahu pacar-pacarku, dari dulu, tampan, keuangannya bisa dibilang tidak ada masalah, yang menjadi masalah adalah kelakuannya, aku mulai berpikir pria-pria seperti itu sepaket dengan kelakuan ajaibnya karena mereka merasa kaya dan tampan. Kurasa aku tak perlu kelakuan ajaib mereka, bodoh amat dengan datang dari keluarga kaya atau tidak, Ayah juga dari keluarga biasa saja Mom, tapi dia setia kepada Mom, Ayah yang baik buatku. Kupikir selama ini standardku salah."
__ADS_1
Mom diam sekarang. Merenungkan apa yang kukatakan.
"Apa yang kau katakan ada benarnya. Selama ini Mom kadang lupa yang terpenting bukan dari keluarga mana dia berasal tapi apa dia baik untukmu." Mom mengenggam tanganku.
"Sekarang, aku lelah patah hati dan mengharapkan orang yang salah Mom. Aku berharap banyak pada Alton, sebenarnya dia tipe sempurna, tampan, romantis, bisa dibilang dari keluarga terkenal tapi ternyata, kau tahu.... Lalu Victor, padahal dia temanku sejak SMA, aku tak pernah menyangka dia begitu enteng mendekatiku hanya karena taruhan."
"Kau menyukai Xavier?"
"Aku tak tahu, tapi sepertinya dia baik Mom? Tapi mungkin juga dia tak tertarik pada pembuat masalah sepertiku , umur kami cukup jauh, atau dia menolongku sebagai kewajiban. Aku tak tahu mungkin saja, kita lihat saja nanti. Yang penting jika aku mendekatinya tak apa bagimu bukan?"
"Mom mesti bicara pada Ayahmu dulu. Tapi yah seperti yang kau bilang, dia orang yang baik Mom rasa, selama Mom mengenalnya lima tahun ini dia orang yang bertanggung jawab terhadap pekerjaannya dan tak pernah terlihat di mata Mom main mata dengan wanita. Mom akan mendukungmu jika kau merasa dia pilihan yang tepat untukmu. Dia juga punya karier bagus."
"Melegakan mendapatkan persetujuanmu Mom." Aku teringat pada Victor. "Mom bagaimana dengan Ibu Victor, bagaimana kau akan menjelaskan padanya?"
"Katakan saja yang sebenarnya terjadi, dia akan tetap membela anaknya mungkin, tapi aku punya alasan kuat membelamu. Tak usah khawatirkan itu..."
__ADS_1