Mr. Lawyer Fatal Attraction

Mr. Lawyer Fatal Attraction
Part 9. Flying Around 1


__ADS_3

Aku harus ke sebuah pesta sebagai wakil Ayah. Ini adalah pernikahan seorang anak kolega. Ayah tak bisa datang karena dia sedang di luar kota, jadi aku menemani Ibu ke sana.


Aku tak keberatan, nyatanya aku sering mendapatkan banyak klien dengan cara ini. Ini namanya memanfaatkan kesempatan menyebarkan kartu nama.


"Sayang, putra keduanya tampan. Teman sekolahmu dulu Victor." Ibu menyenggolku.


"Aku tahu. Sudahlah Mom aku ingin sendiri dulu." Victor Garber yang mengirimiku mawar peach. Ini adalah pesta pernikahan saudara prianya.


"Allison sayang, kau cantik sekali." Baru saja Mom membicarakan orangnya dia sudah muncur. Victor memanggilku dengan manis. "Bibi, senang bertemu denganmu lagi." Victor dengan ramah memeluk Mom. Dia memang anak yang manis tak usah diragukan lagi. Sebenarnya kami satu high school. Dan belakangan dia mulai mengatakan dia menyukaiku karena sudah tersebar aku putus dari Alton.


"Victor, kau terlihat tampan malam ini."


"Aku selalu tampan Bibi." Mom tertawa dengan pujian Victor pada dirinya sendiri.


"Baiklah anak tampan, kau temani Allison dan Bibi bergabung dengan teman-teman Bibi."

__ADS_1


Terpaksa aku harus berdua dengan Victor malam ini.


"Bagaimana kabarmu, sibuk? Sudah lama tak melihatmu di Moulin?" Moulin adalah cafe tempat kami berkumpul. Sejak aku putus dari Mason aku menghindari tempat itu untuk menenangkan diri.


"Lumayan ini awal musim semi, banyak perencanaan proyek yang di mulai."


"Kau tak ke Paris lagi?"


"Tidak, sudah ada orang di sana. Aku sudah bekerja di NYC."


"Itu bagus. Ngomong-ngomong tadi aku bertemu dengan Mason. Dia mengandeng pacar baru, kau mau jasa pacar sewaan malam ini. Gratis." Dia tersenyum lebar padaku. "Kau tahu siapa pacar barunya, Joan Jenner, artis istagram itu."


"Kau tahu, bukankah Joan itu temanmu. Dia sering bersama kalian bukan." Joan hanya penjilat bermuka dua, banyak yang begitu.


"Aku tak perduli Vic, ya baiklah kau boleh menemaniku." Aku hanya tak ingin membiarkan Joan dan Mason merasa menang bisa pamer di depanku.

__ADS_1


"Sebenarnya kenapa kalian putus? Kudengar dia kehilangan pekerjaan di Gensler juga?"


"Masalah pribadi, aku tak ingin membicarakannya."


"Dia punya wanita lain? Maksudku kau memergoki dia bersama Joan."


"Victor aku sudah bilang padamu, aku tak mau membicarakannya." Lagipula aku tak bisa membicarakannya, masalah politik terlibat.


"Baiklah, aku hanya penasaran sebenarnya." Victor tak memaksa lagi kemudian.


Aku ikut Victor berbaur ke yang lain, pembawaan Victor yang riang membuatku sedikit terhibur. Hanya beberapa orang yang kukenal, tapi aku mengambil kesempatan untuk memperkenalkan dìri juga tak apa anggap saja kesempatan promosi.


Tiba saatnya berhadapan dengan Mason. Aku melihatnya mesra dengan Joan, mereka cocok bukan, sama-sama penipu.


Bit*ch itu sekarang berpakaian s*exy menonjolkan asetnya, baju berwarna nude ket*at?! Sekalian tak usah pakai baju saja. Gara-gara dia Kate dan Nora teracuni pikirannya dan ingin pergi ke Mexico untuk bedah plastik. Sekarang dia merasa sudah menang karena bisa menjadi kekasih Mason? Dia tak tahu kekasihnya itu masih hutang banyak padaku.

__ADS_1


"Bisa kita lewati saja mereka." Aku tak ingin bicara pada mereka. Mereka menghabiskan stok kesabaranku. Aku harus menekan emosiku setiap berhadapan dengan mereka dan itu melelahkan.


"Tenang saja ada aku. Sebentar saja tak apa, mereka tamu. Dan keluarganya kolega keluargaku."


__ADS_2