
Dua orang itu sekarang pucat ketika mereka tahu aku mendengarkan pembicaraan mereka. Tapi aku tak akan mendengarkan lagi sudah cukup aku mendengar muslihat mereka.
"Allison, kenapa kau di sini?" Xavier yang tak percaya aku mendengar semuanya. "Kita bicara dulu, oke. Ayo duduk dulu biar kujelaskan semuanya. Ini tak seperti yang kau dengar" Dia menggapai lenganku tapi aku menghindar dari sentuhan tangannya.
"Perlu kau tanyakan hal semacam itu? Tak seperti yang kudengar? Kurasa aku tahu apa yang kudengar. Jadi kalian berdua bekerja sama membodohiku. Apa lagi yang tidak kutahu? Mungkin kau bisa katakan di sini Xavier?"
"Al, ini bukan seperti pikiranmu. Dengarkan aku dulu."
"Kurasa aku sudah cukup mendengar Mr. Xavier, sangat cukup."
Aku berbalik pergi. Beraninya dia memasang David Montgomery untuk menggodaku, sampai menyiapkan skenarionya.
Apa dia ingin orang lain yang menyentuhku, apa sedikitpun dia tidak punya rasa cemburu, apa dia benar tak punya perasaan untukku, ini hanya keuntungan bisnis untuknya.
'Kau sangat beruntung mendapatkan anak Lyold Austin.' Rupanya ini semua hanya demi kedudukan dan posisi.
Aku kecewa, sangat kecewa. Bagaimana mungkin dia melakukan semua ini padaku. Kupikir kali ini aku ada di tangan orang yang tepat tapi sekali lagi nasib percintaanku kembali terpuruk.
Aku hampir mencapai mobilku saat dia hampir menyusulku.
"Al,..." Xavier mencoba meraih tanganku tapi aku menepisnya. "Al, dengarkan dulu. Ini tidak seperti yang kau pikirkan." Aku berbalik dan menghadap padanya sekarang.
__ADS_1
"Apa yang tidak seperti aku pikirkan?! Perlukah kau melakukan semua ini. Kau mengumpankanku ke pria lain?"
"Bukan begitu. Denger aku dulu oke. Ini hanya aku yang ...:
"Apa yang bukan begitu?! Kau ingin dia menyentuhku?! Kau ingin David menyentuhku. Tak bisakah kau sedikit punya rasa untuk memilikiku, kau malah ingin aku jatuh ke tangan orang lain sampai kau menyiapkan skenarionya?!
"Al, dengarkan dulu. Bukan menyiapkan skenario tapi aku tidak pernah menyiapkan skenario itu..." Xavier mencoba meraih tanganku, tapi aku menepisnya dengan seketika.
"Jangan sentuh aku! Aku tak menyangka kau melakukan hal seperti ini Tuan Pengacara. Kau sangat keterlaluan." Sekarang mataku sudah basah dengan air mata.
"Al, kita bicara dengan tenang dulu oke. Aku tak bermaksud menjerumuskanmu ke siapapun. Aku hanya saat itu percaya aku tak cukup baik untukmu."
"Dan kau memakai David untuk membuktikannya?! Kalian para pengacara memang punya pikiran yang sangat rumit. Aku sangat mengangguminya. Dan kau tahu kau memang tak cukup baik untukku, apa kau puas sekarang?!"
"Cukup Xavier! Aku sudah cukup mendengar darimu, sekarang lebih baik kau berhenti bicara karena aku muak mendengar alasanmu! Kau mau tahu jawabannya kau memang tak cukup baik untukku. Aku sangat kecewa Xavier. Kau menyerahkanku untuk diajak kencan pria lain?! Kalau begitu aku juga menyerah."
Aku beranjak pergi. Xavier langsung menyusulku. Aku kecewa, kenapa dia harus sampai menyusun plot seperti itu padaku. Aku merasa dipermainkan, tak cukupkah dia belajar percaya padaku.
"Allison!" Dia menyusulku keluar tapi aku membanting pintu mobil dan menguncinya. Tak ingin bicara lagi dengan Xavier. Dia sudah kehilangan harapannya dan tak ada penjelasan apapun yang bisa memulihkannya.
Dia sekarang membenci Xavier.
__ADS_1
...🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸...
POV Author.
"****."
Xavier melihat Allison pergi dan memacu gasnya. Ini benar-benar kacau. Bagaimana bisa ada cerita Allison muncul di samping mereka dan mendengarkan percakapan mereka.
Bukan seperti itu yang terjadi. Saat itu Xavier hanya cerita permasalahannya pada David Montgomery, yang merupakan klien sekaligus temannya, karena yang langsung sebenarnya adalah perusahaan mereka.
Saat Xavier juga merekomendasikan Allison pada proyek hotelnya. Yang akhirnya berakhir dengan kemenangan Allison.
Saat itu Xavier tahu Allison tertarik padanya tapi dia tak punya keberanian untuk menanggapinya. Gadis cantik itu terlalu tinggi untuk dia tanggapi. Jadi dia mengatakan pada David bahwa saat ini dia hanya berani menghindarinya.
Lalu David datang dengan ide gila bahwa dia akan menggodanya pada saat mereka bertemu. Dia sesumbar dia bisa menggoda gadis itu dan Allison akan langsung berpaling darinya.
"Jika seperti yang kau bilang dia tak akan bertahan jika aku main mata dengannya. Aku bisa menaklukkan wanita manapun hanya dengan bicara dengannya 15 menit."
"Kau tak bisa melakukan itu pada Allison Austin. Ketampananmu hanya hiasan untuknya, dia punya perusahaan sendiri, uang bukan masalah untuknya, dia sudah terbiasa dengan pacar-pacarnya levelnya pemilik perusahaan, good looking seperti dewa, dia sudah kebal dengan pesona casanova sepertimu."
__ADS_1
"Benarkah,..."
"Ya untuk menggodanya kau perlu usaha ekstra, kukira bunga,makan malam dan rayuan tidak termasuk. Kau bisa menatapnya sepanjang malam pun dia tak menganggapmu. Dia tak mempan lagi dengan jurus yang seperti itu. Sudahlah kau tidak akan berhasil kujamin 100%."