Mr. Lawyer Fatal Attraction

Mr. Lawyer Fatal Attraction
Part 12. Flying Around 4


__ADS_3

Aku kesini lagi baruuntuk ketiga kalinya dan Sir Xavier langsung memintaku bekerja tak usah konsultasi lagi.


"Kalau begitu aku akan memulai dalam seminggu ke depan? Akan kuselesaikan paling lambat akhir musim panas. Tapi kurasa aku bisa menyelesaikan dalam 3 sampai 3,5 bulan." Aku suka klien seperti ini, akan kukerjakan dengan cepat dan pastikan dia puas dengan hasilnya.


"Mulailah. Jika aku kesini aku akan ke hotel dekat sini."


"Baiklah. Aku mengerti Sir. Aku tak akan mengecewakanmu. Aku butuh bantuan Alma nanti buat mengatur semuanya."


"Tentu bilang saja padanya jika kau butuh bantuan."


"Ada sesuatu..." Dia berhenti dan melihat padaku. Aku melihat ke Sir Xavier. Apa yang akan dibicarakannya sehingga perlu waktu untuk persetujuanku, apa ini soal Mason sialan itu lagi.


"Apa Sir,..."


"Mason bilang dia minta waktu satu tahun membayar cash yang tersisa. Dia menjaminkan unit mansionnya. Aku sudah mengecek itu valid kepemilikan atas namanya." Sudah kuduga ini soal si bangsat itu.


"Siapa bilang dia bisa melakukan itu!"

__ADS_1


"Dia ternyata tidak dipecat dari Gensler, Ayahnya membayar jumlah saham tambahan atas nilai yang keluar sebagai penganti uang yang Gensler bayar, tapi untuk yang dia bayar dia tanggung sendiri..." Sir Xavier belum selesai berbicara aku sudah tak tahan untuk mèmotong kata-kata Sir Xavier.


"Aku tidak akan ..." Dia mengangkat tangannya.


"Dengarkan dulu."


Aku diam tak bisa membantah otoritas suaranya.


"Aku tak akan menyuruhmu menerimanya mentah-mentah. Karena dia masih bekerja dia punya klien, bagaimana jika sebagai bunganya dia harus menyetor jumlah proyek interior design padamu sebagai imbalannya."


Sekarang aku mengerti maksud Sir Xavier. Ini harusnya lebih menguntungkan untukku, lagipula uang itu bukan untukku secara pribadi tapi masuk ke kas partai. Tapi jika proyek interior design itu berarti uang untukku.


"Hmm baik, jika dia menawar anggap saja kita berhenti di angka 25% oke."


25% masih cukup besar jadi kuiyakan saja. Asal bukan aku yang bicara padanya. Itu tidak akan jadi persetujuan, aku lebih tertarik membuat masalah dengan Mason.


"Baiklah. Kalau begitu kita setuju."

__ADS_1


"Jangan suruh dia bicara padaku. Karena jika aku bicara padanya maka aku bakal emosi duluan." Jika Mason bicara denganku bukan kesepakatan yang akan terjadi malah percekcokan tiada akhir.


"Ya aku mengerti maksudmu, akan kuselesaikan kesepakatannya."


"Terima kasih Sir sudah memikìrkan kesepakatan ini."


"Dia bilang kau mengancamnya tidak memberikan waktu tambahan selain dua bulan itu."


"Ya beberapa hari lalu kekasih barunya membuatku emosi jadi aku mengancamnya jika dua bulan dia tidak membayar aku akan membuat masalah untuknya."


"Sepertinya kau sangat kecewa padanya, masih mencintainya?" Sir Xavier berani bertanya masalah pribadiku sekarang, kurasa setelah beberapa kali pertemuan kami bisa bicara lebih banyak.


"Sangat kecewa, tadinya kupikir aku mungkin akan menikah dengannya. Tapi ternyata dia hanya penipu yang memanfaatkanku, dia membantingku begitu jauh. Pria tampan memang kebanyakan adalah masalah."


"Yang mengejarmu banyak bukan, jangan terlalu bersedih."


"Entahlah, iya kau benar banyak. Tapi aku jadi takut mempercayai siapapun sekarang, terkadang aku berpikir mereka melihatku karena nama Ayahku. Atau mungkin aku berpikir begitu karena aku sakit hati dengan Mason saja."

__ADS_1


"Itu hanya karena kau sedang tidak beruntung saja. Banyak yang tulus, tidak baik menyalahkan orang yang tak bersalah karena satu orang yang kau kenal adalah bajin*gan."


"Ya kau benar. Aku akan mencoba berpikir positif seperti katamu, tak semua pria tampan buruk."


__ADS_2