Mr. Lawyer Fatal Attraction

Mr. Lawyer Fatal Attraction
Part 8. Westbury


__ADS_3

Aku tak suka Miranda ini. Apa posisinya di sini hingga berani menerobos pintu rumah tetangganya. Aku menatapnya dengan pandangan meremehkan. Sungguh tak punya sopan santun.


"Kenapa kau melihatku begitu Nona Allison? Ini tak ada hubungannya denganmu."


"Aku hanya heran kenapa ada orang tak sopan yang suka menerobos masuk ke rumah orang tanpa izin. Dimana sopan santunmu Nona."


"Kau seperti keluarganya saja datang ke sini dengan sweater dan celana santai. Tak menghargai klienmu." Aku memang hanya memakai baju santai sweater putih dan celana kain santai, dan hanya sepatu sneaker putih. Aku tersenyum, dia tak tahu apa hubunganku dengan Sir Xavier.



Aku tak menanggapi wanita arogan itu. Saat ini tak gunanya memberitahu siapa aku. Lagipula aku tak ingin membawa nama Ayah.


"Allison sudah lama kenal denganku Miranda. Ada apa, apa yang bisa kubantu untukmu." Akhirnya Sir Xavier menengahi, aku tak melihat ke Miranda lagi kuabaikan dia dan sibuk membuat catatan pada notes yang kubawa.


"Ada pesta kecil di rumah bersama dengan beberapa tetangga sore ini, kuharap kau ikut."


"Oke, akan kulihat apa aku bisa nanti." Itu artinya sederhana, dia tidak bisa Miranda, aku sedikit tersenyum sambil mengerjakan dokumenku. Tapi jelas aku tidak melihat dan tersenyum padanya.


"Kenapa kau tersenyum? Ada yang lucu?" Dia memotong senyumanku, aku langsung melihat padanya.

__ADS_1


"Memangnya aku tersenyum padamu, kau tak lihat aku sedang memegang ponsel, kau sensitif sekali Nona Miranda."


"Kau memang pandai bicara." Dia tersenyum lagi ke Sir Xavier. "Aku menunggu oke."


"Akan kuusahakan." Sekarang aku memalingkan wajahku ke Sir Xavier dan hampir tertawa.


"Baiklah, aku pergi." Dia sudah puas dengan usahanya, sekarang dia pergi.


"Alma antar Nona Miranda."


Sir Xavier bahkan tak bersusah payah mengantarkannya. Sudah pasti dia tidak ingin pergi ke pesta itu.


"Kau tak akan pergi bukan, sekali kau pergi dia akan mengatakan kau memberi harapan padanya Sir."


"Kenapa dia tak cukup cantik bagimu." Sir Xavier meringis dengan pertanyaanku.


"Aku tak menambahkan masalah dalam keseharianku, aku sudah cukup punya banyak masalah di kantor."


"Ohh jadi dia adalah sumber masalah." Aku yang ganti terta

__ADS_1


"Kau lihat dia bahkan tak perduli melanggar privasi orang lain. Wanita seperti itu tak perduli pendapat orang lain, tak mengerti bagaimana harus merendah dan mengalah kecuali dia punya maksud ke orang itu."


"Hmm... " Aku jadi berpikir apa aku selama ini jadi pembuat masalah karena terlalu vokal. "Apa aku seperti itu?"


"Entahlah, apa kau pernah tak memperdulikan privasi orang lain seperti tadi? Kau tanya dirimu sendiri. Itu sudah kelewatan. Maksudku kami kenal mungkin baru enam bulan ini. Aku tak pernah sekalipun memberi akses, mengakuinya sebagai seseorang yang boleh memasuki rumah ini seenaknya atau mencoba mendekatinya. Pelanggaran tadi akan membuat aku tak ingin mendekatinya satu langkahpun walau dia secantik Megan Fox."


"Kenapa begitu, walaupun secantik Megan Fox?"


"Bayangkan kau hidup dengan orang yang tak mau mengalah sedikitpun. Tak tahu kapan harus mundur yang dia lakukan hanyalah maju sampai mendapatkan apa yang dia inginkan. Pernikahan itu semuanya kompromi kedua belah pihak, seseorang yang ego sentrisnya besar punya banyak masalah di perkawinan. Aku pengacara selama karierku aku juga menangani kasus perceraian."


"Kau duda bukan Sir? Kenapa kau bercerai? Apa hal semacam itu juga." Mungkin pertanyaanku terlalu pribadi, tapi aku hanya ingin tahu dari sudut pandang orang yang sudah menikah


"Veronica meninggal karena kecelakaan enam tahun yang lalu."


"Ohh maafkan aku."


"Tak apa. Itu sudah lama." Dia menjawabku ringan. "Sampai mana kita?" Dengan cepat dia menganti topik pembicaraan ke masalah design rumah lagi.


Aku kembali ke tugasku lagi. Menghargai waktunya, dan kenapa aku datang ke sini.

__ADS_1


Tujuh tahun tanpa seorang yang menggantikan sosok istrinya. Hmmm...mungkin sosok istrinya baginya adalah sempurna.


\=\=\=\=\=\=


__ADS_2