Mr. Lawyer Fatal Attraction

Mr. Lawyer Fatal Attraction
Part 21. Alma Idea


__ADS_3

Aku tidak percaya mereka menggunakan kesempatan ini untuk menjodohkanku ke boss mereka.


"Nona benar, kita tidak perlu pria sempurna, hot dan bisa membuat mim*pi b*asah berkala, lagipula kadang coklat lebih baik dari s*e*x." Semua orang tertawa untuk itu.


"Yang kita perlukan cuma seseorang untuk bercerita dan tertawa bersama, seseorang yang kita percayai. Yah mungkin Tuan sekali lagi tidak setampan semua kekasihmu, dia hanya rata-rata cukup tapi dia cukup baik bukan, Tuan tidak jelek dia cukup tampan. Kulihat kau bisa bicara bebas dengannya. Aku mendukungmu Nona kau harus mencoba." Alma menambah bumbu dalam promosinya.


"Kalian ini aku tak pernah memikirkan sampai ke sana."


"Apa menurutmu Tuan Xavier jelek Nona."


"Tidak, aku hanya bilang dia biasa saja."


"Jika ada pria tampan tapi kau harus selalu waspada jika wanita lain menggodanya, dibandingkan dengan Tuan yang biasa saja tapi kau tidak perlu mengkhawatirkan apapun." Aku tertawa sekarang karena mereka berkeras mempromosikan boss mereka.


"Ayolah Alma, jatuh cinta itu perlu ketertarikan. Aku tak tertarik pada bossmu."

__ADS_1


"Nona kau akan tertarik dengan pria-pria tampan lagi? Apa kau benar-benar perlu ketampanan. Kenapa kau tak coba mengenal Tuan Xavier, siapa tahu kau jatuh cinta dengan kebaikannya. Kau harus mencoba keluar dari kebiasaanmu Nona." Salma tambah semangat.


"Astaga Salma, kalian sendiri yang bilang dia masih menyimpan foto istrinya. Dia akan tertarik dengan orang-orang yang mirip istrinya."


"Kurasa kau bukan orang yang keberatan mencoba duluan." Aku meringis dengan ide mereka, yang kuyakin tak akan berhasil, lagipula aku yakin orang seperti Sir Xavier punya kriteria sendiri, mungkin aku akan menjadi anak boss pembawa masalah di depannya.


"Ayolah Nona kau harus mencoba pacaran dengan orang yang tidak tampan."


"Kami punya perbedaan umur yang cukup jauh, itu tak akan berhasil."


"Well 10 tahun."


"Itu tidak banyak."


Aku merasa cukup dengan ini. Ini tak akan berhasil.

__ADS_1


"Ayo bicarakan yang lain selain pria tampan." Aku mengabaikan ide mereka malam itu dan mencari bahan pembicaraan lain yang lebih menarik buatku termasuk kehidupan mereka sampai bisa bekerja di Westbury.


"Nona, kau harus mempertimbangkan perkataan kami. Jelas itu bukan ide yang buruk." Aku mengantar mereka hampir jam sepuluh malam. Mereka masih mencoba memasukkan ide itu ke alam pikiranku.


"Iya, nanti aku pertimbangkan." Untuk menyenangkan mereka akhirnya aku mengatakan itu. "Terima kasih buat makan malamnya oke. Terima kasih juga buat bunganya."


"Semoga kau dan Tuan berjalan baik." Aku tertawa dengan kata-kata serupa doa itu. Mereka bahkan sudah berdoa kami berjalan baik.


Tapi nyatanya sampai beberapa minggu kemudian aku tak pernah memikirkan ide itu sama sekali. Lagipula minggu-minggu berikutnya aku mendapat beberapa proyek tambahan dan sibuk. Aku tidak mengecek ke sana di akhir pekan dan aku bahkan tak pernah bertemu.


Lagipula kupikir Sir Xavier juga tak pernah memikirkan hal semacam itu.


Ditambah mungkin aku lebih mempertimbangkan si pengirim mawar Peach. Sepertinya Victor lebih baik. Dia cukup tampan dan kami punya waktu yang baik.


Maaf Alma dan Salma, kurasa aku mempertimbangkan pangeran tampan lainnya.

__ADS_1


__ADS_2