
Saat ini waktu menunjukkan pukul 11 siang Rudi terlihat mengendarai motor bebeknya, ia memilih memakai motor karena dirasa lebih efisien karena kemacetan Ibukota. Padahal ia juga memiliki mobil tetapi hanya ia pakai jika pergi bersama keluarganya. Panas matahari yang begitu menyengat masuk kedalam lapisan baju membuat Rudi menelan ludahnya dan merasakan dahaga. Sepulangnya dari kantor Danu ia tidak langsung ke toko melainkan pulang ke rumah.
.
.
Karina yang saat itu sedang memasak didapur segera menyelesaikan pekerjaan nya dan membuat segelas es jeruk setelah mendengar suara motor Rudi.
"Tumben ayah jam segini udah pulang." gumam Karina sambil berjalan menghampiri suaminya yang duduk diruang tengah dan mengambil beberapa camilan.
"Yah ko tumben jam segini udah pulang? Baru aja Ibu mau anter makanan ke toko."
Rudi menghela nafas panjang "Hhh, kebetulan ada yang harus ayah sampaikan perihal pinjaman uang pada pihak bank yang sudah beberapa bulan menunggak. Ibu juga tau kan gimana kondisi keuangan kita saat ini? Ayah tadi ke kantornya Danu untuk meminjam uang, tapi Danu mengajukan satu syarat yaitu menikahkan Fisya dengan putranya Abimanyu. Menurut ibu gimana?"
Bukannya kaget mendengar ucapan Rudi, sebaliknya Karina merasa senang karena ia bisa menjadi besan dengan keluarga Kusumawijaya.
"Waahh bagus dong yah kalo gitu, berarti kia jadi besanan sama Inggrid dan Danu." ucap Karina gembira.
Rudi terheran-heran melihat sikap Karina "Ko ibu seneng sih anaknya mau dinikahin sama perjaka tua itu, ya memang sih dia itu udah sukses tampan, tinggi, nyaris sempurna deh emang anaknya si Danu itu!" ucap Rudi sedikit kesal.
"Tapi ayah setuju kan kalo Fisya sama dia? Ibu setuju ko yah. Toh kita juga udah tau persis bibit, bebet dan bobotnya. Ya walaupun belum tentu Fisya bisa menerimanya, tapi ini juga untuk kebaikan Fisya dan keluarga kita juga."
"Sepertinya si Danu juga udah lama menginginkan Fisya jadi menantunya."
__ADS_1
"Ko ayah tau?" tanya Karina heran.
"Danu sendiri yang bilang."
"Karena hari ini Fisya menyelesaikan ujian akhirnya, ibu rasa tidak ada alasan Fisya menolak pernikahan ini." ujar Karina yang diangguki Rudi.
Rudi mengangkat segelas es jeruk dan meneguknya untuk melepas dahaga. Tak lama Fisya pulang dari sekolah.
"Assalamualaikum.. eh ayah tumben udah pulang?" ucap Fisya sambil mencium tangan Rudi dan Karina dan menjatuhkan tubuhnya dikursi.
"Waalaikumussalam.." jawab Rudi dan Karina.
"Udah sana mandi terus shalat, abis shalat ada yang mau ibu dan ayah sampaikan sama kamu Sya."
"Bentar deh bu Fisya capek nih."
"Iya iya ibu ratu Fisya mandi dulu yaa." ucap Fisya.
Rudi dan Karina telah berhasil membesarkan putrinya dengan baik, Fisya tumbuh menjadi gadis cantik, mandiri dan cerdas yang membuat Danu Kusumawijaya meminta untuk menjadikannya menantu.
.
.
__ADS_1
Setelah mandi Fisya segera keluar dari kamarnya menghampiri Rudi dan Karina yang masih duduk diruang tengah. Fisya kembali menghempaskan tubuhnya dikursi "Huhh, akhirnya ujian selesai sekolah pun usai, bebaasss." ucap Fisya sambil tersenyum bahagia.
"Hebat ya anak gadis ibu bentar lagi lulus SMA." ucap Karina memuji Fisya.
"Iya dong bu, hehe.. ohiya katanya ada hal penting yang mau disampein sama Fisya?"
Rudi tiba-tiba menutup koran yang sedang ia baca dan mengubah posisi duduk nya menghadap Fisya dan menatap wajah Karina seolah meminta ijin untuk mengatakan hal yang sakral pada Fisya, Karina hanya menganggukan kepalanya. Fisya terlihat penasaran dengan apa yang akan dibicarakan oleh kedua orangtuanya.
"Begini nak, perihal kondisi keuangan keluarga kita saat ini. Ayah meminjam sejumlah uang pada pihak bank, namun ayah menunggak cicilannya jadi ayah memutuskan untuk meminjam uang pada Pak Danu. Tetapi Pak Danu mengajukan satu syarat yaitu menikahkan putranya denganmu nak."
Fisya seketika mematung mendengar kalimat demi kalimat yang keluar dari mulut ayahnya.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
Happy Reading❤️