My Lovely Brother

My Lovely Brother
Menikah?


__ADS_3

Seperti tersambar petir disiang bolong rasanya


ia tak bisa menggerakkan tubuh indahnya.


Fisya sangat tidak percaya perihal rencana pernikahannya dengan pria yang jelas tidak


ia cintai. Fisya bingung harus berbuat apa,


ia tidak mungkin menolak mentah-mentah karena dampaknya bukan hanya pada diri sendiri tetapi


juga keluarga.


"Menikah? Menikah? Apa ini hanya mimpi?


Gimana aku bisa menikah dengan pria yang


tidak aku cintai? Omong kosong macam apa ini? Aaahh rasanya aku ingin lari dari semua ini !!"


gumam Fisya dengan tatapan nanar nya.


Karina yang duduk disamping Fisya tangan


kirinya memegang tangan Fisya dan tangan kanan merangkul pundak Fisya seolah memberi


kekuatan untuk Fisya.


"Ayah tau ini sangat tiba-tiba, tapi ayah mohon nak


ini untukmu dan untuk keluarga kita. Ayah juga


sudah tidak sanggup membayar uang kuliahmu.


Ayah mohon kali ini saja dengarkan ayah ya."


ucap Rudi memohon.


Fisya tidak sanggup lagi mendengar semua


ucapan ayahnya, seperti nya tanpa persetujuannya


pun Rudi tetap akan melangsungkan perjodohan ini. Memang terlihat sedikit jahat, tapi Rudi dan Karina hanya ingin yang terbaik untuk Fisya.


Karina yang masih memberi kekuatan pada


Fisya ikut bicara "Ibu tau ini bukan keinginan mu,


tapi ayah dan ibu melakukan ini untuk kebaikan mu sayang. Setidaknya kamu tidak akan kekurangan apapun jika menikah dengan Abimanyu.


Bukannya kamu juga sudah cukup dekat dengan Mama Inggrid?"


Fisya hanya mengangguk ia tak mampu


membendung air matanya, Fisya menangis sejadi-jadinya dipelukan Karina. Tak sanggup

__ADS_1


rasanya mengeluarkan satu kata sekalipun,


Karina mengantar Fisya ke kamar dan


menyuruhnya untuk beristirahat. Percakapan


ini sangat membuat Fisya syok, Rudi dan Karina


tidak bisa memaksa Fisya berbicara lagi.


.


.


"Ya Tuhan, sejujurnya aku belum siap menikah


hiks..hikss.. aku juga tidak mungkin menolak permintaan ayah. Dengan kondisi ayah saat


ini pasti tidak akan mampu untuk membayar


uang kuliah ku dan bahkan aku akan menjadi


beban saja."


.


Siang pun berganti malam, setelah merenung


seharian dan akhirnya tertidur selama


lapar, ia keluar kamar dengan mata sembab dan


pipi yang merah akibat menangis. Ia membuka


kulkas dan mengambil beberapa makanan dan


satu kotak susu lalu menghampiri ayah dan


ibunya.


"Apa perasaan mu sudah jauh lebih baik


sayang?" ucap Karina sambil memperhatikan gerak-gerik Fisya.


Fisya mengambil beberapa lembar tisu dan


sriiiiiing "Ternyata menangis bisa membuat jauh


lebih baik ya bu." suaranya serak seperti


terkena flu. Lalu Fisya memeluk Karina


"Buu..apa tidak papa Fisya menikah sebelum

__ADS_1


lulus sekolah?"


"Tidak masalah sayang, yang penting anak


ibu ini sudah cukup umur untuk menikah.


Hmm, apa kamu setuju dengan rencana ayah?"


Fisya menghela nafas panjang "Hmm, Fisya setuju.


Untuk kebaikan keluarga kita kan?"


"Bu, apakah tugas seorang istri itu berat? Apa


nanti Fisya harus melayani suami Fisya bu?


Terus gimana kalo Fisya hamil dan punya


anak bu?" tanya Fisya bertubi-tubi.


"Sayang, tentu saja kamu harus melayani dan mengurus suamimu dengan baik walaupun


mungkin kamu belum mencintainya tapi kamu


harus tetap melayaninya dengan baik." ucap


Kirana sambil mengelus-elus rambut Fisya.


"Sini sayang lihat ibu, kalo kamu hamil dan


punya anak itu berarti anugerah yang dititipkan


Tuhan untuk keluarga kecilmu. Tidak perlu


khawatir, ibu pasti selalu mendampingi mu nak."


Ucap Karina sambil memeluk Fisya.


Rudi yang sedari tadi membaca koran hanya


mendengarkan percakapan antara ibu dan anak.


Ia merasa lega, karea Fisya akhirnya setuju


menikah dengan Abimanyu.


.


.


.


.

__ADS_1


.


Happy Reading ❤️


__ADS_2