My Sexy Maid

My Sexy Maid
Kau Istimewa


__ADS_3

Mirah agak tergesa gesa melangkah, jam istirahat pertama sekolah selesai ia harus membuka pintu ruang perpustakaan jangan sampai anak anak murid sudah menunggu di depan pintu.


Saat langkah Mirah menuju ruangannya, kaget setengah mati tiba tiba saja Erland muncul tepat didepannya.


" Aghh..Tuan?"


Mirah berhenti Erland sengaja menghalangi jalannya, namun Mirah sendiri sudah malas dan enggan tidak mau berurusan lagi dengan Erland mengingat kejadian Minggu lalu perlakuan nya dan kata katanya yang sudah merendahkannya dirinya, Mirah tidak menatap Erland ia langsung meneruskan langkahnya melewati Erland.


" Rupanya kamu tidak mengindahkan Kata kata ku, Mirah! kamu lupa?"


Mirah menghentikan langkahnya, tanpa membalikan badan.


" Jauhi Zafran!"


Mirah memang tidak lupa, tapi apa urusannya dengan Erland dan apa alasannya yang tidak jelas meminta menjauhi Zafran, Mirah menggeleng kepala. Mirah akhir nya menoleh ke arah Erland.


" Saya tidak lupa Tuan, tapi apa alasannya? dan apa hak anda melarang saya?" Balas Mirah lembut.


Erland memang saat ini belum bisa mengatakan dari pertanyaan Mirah, sebenarnya ia punya rencana di balik itu dan sesungguh nya ia ingin mengakui bahwa ia menyukainya dan ia sangat cemburu pada Zafran dengan usahanya mendekati Mirah. Erland menjaga jangan sampai Mirah lambat laun bisa di miliki Zafran.


" Saya..!" Balas Erland tertahan.


" Katakan Tuan, apa alasannya?"


Erland tidak menjawab.


" Baik saya kembali berkerja dulu, oiya bukan kah Tuan sendiri meminta saya jangan muncul di hadapan Tuan?" saya permisi Tuan!" Balas Mirah dingin.


Erland mematung ia sendiri lupa dengan ucapannya. dadanya bergemuruh jadi kacau hatinya, Mirah terlihat dingin seperti tidak senang dengan nya.

__ADS_1


Mirah sore itu sedang merias wajahnya, sesuai janji Zafran yang akan mengajaknya jalan, rambut lebat hitam panjang sebahu di urai nya, make up tipis dan lipstik warna bibir membuat Mirah semakin tegas kecantikannya.


" Mir.."


" Iya Bu?"


" Teman mu sudah datang."


" Oh iya Bu." Mirah mengangguk matanya menatap cermin masih melihat penampilannya dari rambut sampai dress yang Mirah kenakan, setelah merasa siap keseluruhannya Mirah keluar dari kamar.


Ibu Mirah menemani Zafran diruang tamu yang sementara Mirah masih berdandan, tak lama Mirah muncul lalu keduanya saling tersenyum, melihat penampilan Mirah yang berbeda dari kesehariannya di sekolah Mirah berbusana dress selutut dengan rambut di urai membuat Zafran kagum Mirah sangat manis dan cantik.


Zafran berdiri tak berkedip menatap lekat lekat wajah Mirah, wanita yang akan diajaknya berkencan bagaikan bidadari.


" Mas Zafran ayo aku sudah siap!"


" Euh..ayo!"


" Bu Mirah jalan dulu ya!"


" Iya hati hati ya!"


" Kami jalan dulu Bu!" Ucap Zafran sambil salim pada Ibu Mirah.


" Iya Nak Zafran."


Zafran dengan gentle membukakan pintu mobil untuknya sesuatu yang tidak pernah di alami pada Mirah sikap Zafran yang begitu manis memperlakukannya. Membuat Mirah tersentuh hati nya.


" Silahkan bidadari!"

__ADS_1


Mirah tersenyum, wajahnya pun pias merona


" Kau ini, terimakasih!"


Mirah belum bertanya akan kemana mereka, selama perjalanan Zafran menceritakan masa lalunya yang begitu konyol aneh dan lucu, Mirah selalu tertawa. Sampai akhirnya tidak terasa perjalanan mereka sudah memasuki daerah perkotaan.


" Kita akan kemana?"


" Eum..itu!" Tunjuk Zafran.


Mirah pandangannya mengikuti arah yang yang di tunjuk Zafran.


Mobil sudah mendekat sebuah hotel berbintang, dalam mobil Mirah membaca tulisan yang besar, Rits Carlton Pasific Place. Sebagai orang biasa saja bagi Mirah katakanlah orang golongan bawah, hidup nya belum pernah mengunjungi hotel mewah, tentu Mirah tidak percaya diri. Namun Mirah hanya mengikuti saja.


" Ok, kita sudah sampai."


Zafran sudah memesan tempat yang cocok untuk berkencan, agar kencan ini terasa nyaman dan tenang, Zafran membawa Mirah berkencan di gedung paling atas, sampai di rooftop Mirah di buatnya takjub akan pemandangan kota di malam hari dari balik kaca atap gedung. Mirah sangat pantas bagi Zafran di bawa ketempat mewah, wanita ini selalu direndahkan, wanita yang baik harusnya diperlakukan yang istimewa.


" Subhanallah, indah sekali Mas."


" Aku sengaja membawa mu kesini, karena kau pantas."


" Maksud mu?" Tanya Mirah yang tidak mengerti.


" Eum kau istimewa bagi ku."


Mirah tersenyum hatinya kini sungguh terbuai oleh Zafran.


" Terimakasih ya Mas."

__ADS_1


__ADS_2