
Mirah hanya mengikuti Erland keruangan itu, sampai di meja kerja Erland duduk lalu membuka laptop nya ia sedang mengecek email untuk rapat di kantor sebelum berangkat. Di sisi meja Mirah berdiri menatapi kertas kertas yang tergeletak diatas meja, Ia sendiri belum tahu Tuannya mengajak keruangan kerja, apa yang akan Mirah kerjakan.
Tapi ia sudah tidak betah melihat meja kerja Erland yang tidak tertata rapih padahal kemarin sebelum pulang meja kerja Erland sudah tersusun dengan rapih oleh nya.
Mirah lalu meminta ijin pada Erland tapi Mirah ragu ragu majikannya terlihat begitu serius menatap fokus pada pekerjaan di laptopnya, merasa di abaikan lebih baik ia inisiatif ingin menyusun rapih kertas kertas yang menurut Mirah itu adalah berkas berkas penting.
" Tuan!"
" Hhm.." Balasnya tanpa menoleh pada Mirah.
" Apa boleh saya rapihkan kertas kertas ini biar tersusun dengan baik?"
Erland menoleh melihat kerta kertas itu yang memang sengaja Erland letakkan begitu saja, tujuannya biar Mirah yang rapihkan.
" Iya silahkan! itu adalah berkas berkas penting untuk rapat yang akan saya bawa ke kantor kamu susun sesuai nomor dan perhatikan benar benar susunannya."
Mirah mengangguk mengerti dengan hati hati tangan nya menyusun berkas berkas sesuai nomor lalu di masukan kedalam tas kantor Erland.
Erland menutup laptopnya lalu melihat jam yang melingkar ditangannya, masih ada waktu 30 menit untuk sarapan. Erland menoleh pada Mirah yang masih berdiri di sisi meja, rupanya Mirah menunggunya selesai memeriksa laporan, Mirah iseng sedang melihat lihat brosur foto gambar sekolah SMA Wijaya milik orang tua Erland yang tidak sengaja dia temukan. Tanpa di sadari olehnya, Erland sedang menatap wajah manis Mirah, Erland memperhatikan surai wajah yang membuat wajah Mirah begitu cantik, Mirah mempunyai alis yang tebal hidung yang mungil tapi mancung bulu mata nya yang panjang dan lentik bibir tipis wajahnya cantik alami wajah wanita Indonesia.
" Ehem kamu sedang lihat apa?"
Mirah melihat brosur itu terputus karena deheman suara Erland.
" Euh ini Tuan, brosur sekolah, sekolah milik Tuan bagus sekali!"
" Kamu bisa mengoperasikan komputer?"
__ADS_1
" Ah kalau itu saya tidak menguasai Tuan, gaptek."
" Belajar! mulai besok kamu tidak hanya bekerja membersih kan apartemen, tapi bantu saya mengerjakan laporan perusahaan yang kamu kerjakan di laptop."
" Hah apa saya bisa Tuan?"
" Pasti bisa, saya anggap kamu sekertaris saya, karena semua pekerjaan serba komputer kamu pun nanti bekerja di perpustakaan sekolah menggunakan komputer."
" Baik Tuan, saya siap!"
Ekspresi wajah Mirah begitu senang, ia semangat membantu majikannya apapun itu pekerjaannya. Erland beranjak dari kursi kebesarannya, ia lanjut ingin sarapan.
" Tuan mau sarapan?"
" Iya Mirah!"
" Kita sarapan bersama ya!"
" Saya sudah sarapan, saya temani saja ya!"
Mirah mengantar Tuannya sampai pintu, setelah Erland menghabiskan sarapannya. Erland ingin Mirah mengucapkan kata kata yang membuatnya semangat namun sampai pintu yang di tunggu tunggu Erland, Mirah hanya diam saja sampai tangannya sudah membuka pintu Mirah belum juga mengucapnya.
Diambang pintu Erland menahan langkah kakinya keluar, Erland ingin sampai Mirah benar benar dengan kebiasaannya, Mirah terlihat bingung pada majikannya yang belum juga jalan.
" Apa ada yang lupa Tuan?"
Erland sungguh sudah gemas, ia hanya senyum sambil menggaruk kening Mirah benar benar tidak peka. Akhirnya Erland terpaksa Mirah harus tahu maksud keinginannya.
__ADS_1
" Mirah kamu..tidak mengucapkan kata kata seperti biasanya kepada saya?"
" Mengucapkan kata kata pada Tuan? apa ya Tuan?"
Erland menarik nafas Mirah benar benar tidak tahu bahwa ucapan kebiasaanya sangat berati bagi Erland yang membuat moodnya bagus dan menjadi semangat.
" Ya sudah tidak ada maksud apa apa." Balas Erland pasrah.
Erland lalu lanjut meneruskan langkah kakinya keluar dari pintu apartemen, namun Erland sempatkan berpesan pada Mirah.
" Saya akan pulang makan siang." ucapnya singkat tanpa menoleh pada Mirah.
" Baik Tuan!"
Namun baru beberapa langkah dari pintu apartemen, Mirah sempat memanggil Erland
" Tuan!"
Erland membalikkan badan.
" Hati hati Tuan di jalan!"
Erland langsung tersenyum sumringah yang ditunggu dari mulut Mirah akhirnya di dengarnya, Erland lalu membalas ucapan Mirah.
" Terimakasih Mirah!"
Erland kembali meneruskan langkahnya wajahnya begitu cerah, ia semangat menjalani harinya untuk bekerja.
__ADS_1