My Sexy Maid

My Sexy Maid
Aku Mau Dia, Ya Allah.


__ADS_3

" Mih.."


Sapa Erland dan mendekati Mamihnya yang sedang sibuk menata hidangan makan siang di meja.


" Ganteng nya Mamih..gantilah baju mu! mungkin sebentar lagi keluarga Handoyo tiba, mereka sudah dalam perjalanan kesini."


" Baiklah aku mandi dulu kalau begitu.."


" Hem.."


Sampai dikamar Erland melepas pakaiannya ia hanya memakai celana boxer saja dan langsung rebahan, kedua tangannya menjadi alas kepalanya wajah Erland menatap langit langit kamar, di atas tempat tidur itu Erland memikirkan Mirah. Rupanya Mirah sudah tidak bersama lagi dengan suaminya, jelas sudah bagi Erland ada celah untuknya bisa memiliki Ibu muda yang cantik itu.


" Ya Allah..bagaimana kalau dia yang aku mau." Dalam lubuk Erland


Tok Tok Tok


Erland menoleh pada pintu kamar yang diketuk ia pun segera beranjak memakai kaos oblong sebelum buka pintu, suara ketuk pintu itu tanda ia segera turun mungkin keluarga Handoyo sudah datang.


" Nak Erland.." Darmi memangilnya dari balik pintu.


" Iya Bu Darmi.."


Erland membuka pintu kamar


" Lho kok belum rapih..? Keluarga Handoyo sudah datang.."


" Katakan pada mereka Erland segera turun!"


" Baiklah Mamih Papih sedang menunggu mu."


" Terimakasih Bu.."


Di ruang tamu Friska dan Damian sedang berbincang bincang dengan keluarga Handoyo, obrolan mereka berhenti sejenak saat Darmi datang membawakan minuman dan kue untuk di hidangkan.


" Permisi..!" Ucap Darmi.


" Bik Darmi apa kabar..?" Tanya Sarah


" Alhamdulillah Non, Bibik baik baik saja."

__ADS_1


" Sudah lama ya baru bertemu lagi aku dengan Bik Darmi."


" Iya Non Sarah, Non Sarah masih ingat sama Bibik."


" Tentu Bik!"


" Mom Dad..Bik Darmi dulu selalu suapi aku makan berdua sama Teteh Morra.."


Darmi dan dua keluarga itu tersenyum lebar dengan yang di ceritakan Sarah ketika masih sekolah Dasar, kerena Morrazita adik Erland selalu mengajak Sarah main kerumah selepas pulang sekolah dijemput supir keluarga Damian. Erland saat itu jarang sekali bertemu Sarah karena kuliah di luar negeri.


" Anak anak memang gitu ya jeng makan di rumah tidak lahap tapi kalau di rumah temannya malah banyak makannya.." Ucap Bu Handoyo sambil menggelengkan kepala.


" Iya Mom makanya aku betah main di sini waktu dulu."


" Bapak Ibu, Non Sarah ayo silahkan di minum..!" Darmi mempersilahkan.


" Terimakasih Bik Darmi.." Balas Sarah.


Tap Tap Tap


Suara langkah Erland saat memasuki ruang tamu, Erland yang berpenampilan dengan kaos berkerah di padu celana Jeans membuat Sarah yang masih memegang gelas minuman langsung terpesona dengan ketampanan Erland.


" Asalamualaikum selamat siang semua.."


" Trimakasih Bu Handoyo.."


" Erland ini Sarah..salaman dong sama Sarah..!"


Erland dan Sarah pun mendekat dan bersalaman.


" Hai Kak Erland, apa kabar..?"


" Baik Sarah.."


Erland memasang wajah biasa saja pada Sarah, lain dengan Sarah yang benar benar mengagumi ketampanan Erland, pria yang sangat dewasa dan matang seperti inilah yang Sarah idam idamkan.


Kedua nya setelah bersalaman Erland duduk di bangku single yang berjauhan dengan Sarah, dan Sarah kembali duduk di tengah di apit orang tuanya.


Selama berbincang bincang mata Sarah tak lepas dari wajah Erland. Obrolan pun dilanjutkan sampai akhirnya Friska mengajak keluarga Handoyo untuk makan siang. Jamuan makan siang di meja sangat terlihat sedap, tapi Erland kurang berselera karena hatinya sedang di rundung akan pertemuan keluarga Handoyo yang tujuannya untuk pendekatan dirinya dengan Sarah.

__ADS_1


" Mari Bapak Ibu kita makan siang dulu, ini sudah jam makan siang lho..!" Ajak Friska.


Mereka pun duduk dan siap untuk menikmati, Sarah langsung mengambil posisi duduk di sebelah Erland, Erland hanya diam saja.


" Ini semua pasti Jeng Friska yang masak.."


" Hehehe..tidak semua Jeng Lasmi, sebagian saya pesan catering langganan saya.."


" Sarah.."Lasmi mencolek lengan Sarah.


" Heum..?"


" Kamu layani Erland, ya..!" Ucap Lasmi berbisik.


" Iya Mom.."


Sarah kemudian mengikuti ucapan Mommy nya. Lasmi bermaksud bahwa Sarah dari sekarang lah harus memberi perhatian pada calon mantunya di depan Friska dan Damian.


" Eum..Kak Erland mau makan apa biar Sarah ambilkan..!"


" Tidak usah Sarah, biar Kakak saja..!" Tolak Erland.


Sarah menjadi tergugu, Erland menolak untuk dilayaninya, Lasmi yang tahu Erland menolak lagi lagi tangan nya mencolek lengan Sarah.


" Lakukan saja..!" Perintah Lasmi pada Sarah.


Sarah mengangguk mengerti walau Erland menolak tidak salah nya Sarah inisiatif mengambil alih memegang piring kosong Erland untuk di isi nasi.


" Biar Sarah saja Kak!"


Sarah langsung menyendok nasi di piring Erland 3 centong, Sarah tidak tahu kalau Erland hanya makan nasi sedikit karna ia tidak mau terlalu banyak makan karbohidrat.


" Mau lauk apa Kak..?"


Erland tangan nya meraih piring dari tangan Sarah lalu mengurangi nasi di piring nya hingga di sisakan sedikit 3 sendok.


" Kakak makan nasi nya sedikit?"


Erland hanya mengangguk, akhirnya Erland mengambil sendiri lauk dan sayur di meja.

__ADS_1


" Nak, kamu makan nya sedikit sih?" Tanya Friska.


" Erland masih kenyang Mih, tadi sudah makan sama anak anak murid Erland." Erland beralasan.


__ADS_2