My Sexy Maid

My Sexy Maid
Duduk Sendirian


__ADS_3

Selesai menerima telpon dari Nyonya Friska, Mirah tersenyum senang rupanya Nyonya Wijaya masih membutuhkan tenaganya untuk ikut membantu acara pertunangan putranya. ini adalah kesempatannya karena para undangan hanya orang orang tertentu saja.


Mirah beruntung bisa berdekatan baik dengan keluarga kaya raya dan terhormat itu. Tapi di satu sisi bila ia menyaksikan pertunangan Tuan Erland apakah ia harus bersedih atau turut bahagia.


Mirah lambat menyadari Erland menyukainya, dan malahan Mirah mulai merindukan Erland setelah Erland menjauh darinya.


Sore harinya Mirah telah datang ke mansion Wijaya, Darmi telah menunggunya.


" Asalamualaikum!" Ucap Mirah


" Kau sudah datang, yuk bantu Ibu!"


" Siap Bu Darmi."


Kesibukan di mulai dari sore hari di mana Mirah mulai membantu di dapur memotong sayuran mentah dan juga membuat kue kue, sebagian memang Nyonya Friska juga memesan catering, hingga malam hari Mirah masih membantu namun ia belum juga melihat Erland di rumah itu.


Sebelum pulang Mirah diberitahukan bahwa semua pelayan memakai dresscode kebaya


" Besok pagi sekali kau sudah datang ya! Nyonya menganjurkan kita semua memakai kebaya."


" Kebaya?"


" Iya, make up dan sanggul disini!"


" Oh begitu..!"


" Semua sudah di siapkan Nyonya friska."


" Baik Bu Darmi, pagi pagi sekali saya sudah datang."


Acara pertunangan Erland akan di mulai satu jam lagi, Erland belum datang rupanya Ia masih barada di apartemen dan siap meluncur ke mansion. Para undangan dari tetangga Wijaya sampai para kerabat dari keluarga Wijaya mulai berdatangan.


Keluarga Handoyo sudah lebih dulu tiba, Sarah berbalut kebaya dengan bahu rendah menampakkan belahan dadanya yang padat berisi, Sarah duduk manis diapit kedua orang tuanya.


Di sisi meja panjang hidangan untuk para tamu, Mirah dan Darmi duduk rehat sejenak karena kaki mereka sudah pegal. Sambil menunggu acara akan di mulai keduanya berbincang singkat, Darmi memuji kecantikan Mirah.


Kebaya sederhana yang Mirah kenakan rambutnya di sanggul tanpa hiasan sangat memancarkan kecantikan wajah Mirah, Darmi menyadari bahwa Mirah ini memiliki paras yang sangat ayu dan tidak membosankan. Darmi malah membandingkan Sarah dengan Mirah, Sarah memang cantik tapi Mirah cantik manis dan ayu.


" Cantik tenan kamu ini Mir."


" Ah Bu Darmi bisa saja..cantik karena kebaya yang aku pakai ini, Bu Darmi juga cantik." Mirah balas memuji Darmi yang benar adanya.


" Kamu ini lebih ayu dan manis lho! tak kalah cantik dengan tunangan Nak Erland." Ucap Darmi pelan.

__ADS_1


" Ihhss..Ibu ini bicara apa? Jelas lebih cantik Nona Sarah."


" Wes sakarep mu, Ibu tidak bosan liatnya!"


Mirah menunduk dan tersipu malu dengan pujian dari Darmi.


" Assalamualaikum!"


Terdengar suara Erland sudah datang, Darmi berdiri ingin melihat anak majikan nya, Darmi penasaran dengan busana di kenakan Erland pasti terlihat sangat tampan. Lain dengan Mirah, Erland sudah tiba membuat ia sedikit gugup dan tapi juga penasaran ingin melihat rupa Erland yang pasti sedang berbahagia.


" Tuan Erland sudah datang, Ibu mau lihat anak itu dulu." Ucapnya pada Mirah.


Mirah mengikuti dari belakang Darmi, Mirah melihat Erland dari balik tubuh Darmi, Erland sungguh tampan berbalut jas biru senada dengan warna kebaya modern Sarah. Erland tidak menyadari Mirah sedang memandangi Erland yang tersenyum pada calon tunangan nya.


Mirah hanya berdiri dari kejauhan saja Mirah menarik kedua sudut bibirnya membentuk senyum, raut wajah Erland nampak sangat bahagia.


Puas melihat Erland berada di ruangan yang di tata untuk acara tunangan, Mirah kembali duduk di tempat semula, di kursi itu Mirah duduk sendiri sambil menundukkan kepala sandal selopnya di lepas timbul kemerahan pada kakinya yang putih bersih, Mirah menekuk nekuk jari jari cantik kakinya yang di cat kuku warna coklat gelap, kerena terasa kebas jari jari kakinya.


Saat masih menundukkan kepala menatapi jari jari kakinya Mirah seperti merasakan ada yang mendekatinya matanya bergeser ke arah sepasang sepatu pantofel mahal warna hitam mengkilat.


" Mirah.."


Suara bariton Erland mengagetkan Mirah, Mirah mendongakkan kepalanya, Erland sudah berdiri di samping nya terlihat menjulang tinggi tubuhnya.


Mirah tidak menyadari kalau Erland mendekatinya, tadinya Erland ingin menuju ke kamarnya masih ada waktu sebelum acara di mulai namun Erland tidak menyangka ruangan yang akan ia lewati ada keberadaan Mirah di situ duduk sendirian.


" Sedang apa kau di sini?" Suara Erland terdengar dingin.


Pertanyaan Erland terkesan sepertinya Erland enggan akan keberadaannya di sini. Mirah mendongakkan kepala dan menjawab dengan senyum.


" Sa-saya di minta Nyonya untuk bantu bantu di sini, Tuan! dan setelah acara selesai saya akan langsung pulang."


Mirah kembali menundukkan kepala tidak berani menatap Erland. Erland mengangguk tatapan Erland lalu menyusuri rambut dan kebaya Mirah. Sungguh dimatanya Mirah sangat cantik dan ayu dengan balutan kebaya warna putih dan gold.


" Bekerjalah yang baik, jangan sampai membuat kesalahan saat acara tunangan saya ini berlangsung, bila sedikit saja membuat kesalahan kau akan ku pecat."


Mirah mengangguk pelan masih tetap menundukkan kepala.


" Kau dengar kan saya?"


Mirah kembali mengangguk.


" Kalau kamu mendengarkan saya, lihat saya!"

__ADS_1


Mirah langsung mendongak menatap wajah Erland,


" Iya Tuan!"


Wajah cantik Mirah kini jelas dan nampak takut padanya. Kemudian Erland langsung berlalu dari hadapan Mirah langkahnya menyusuri tangga menuju kamarnya. Sampai Erland sudah berada di ujung tangga paling atas, Erland memandangi Mirah di bawah sana yang kembali duduk tangan Mirah seperti sedang menghapus air mata, Mirah nampak menangis.


Setelah dari kamarnya, saat Erland menuruni tangga ia sudah tidak melihat lagi keberadaan Mirah di kursi itu. Erland matanya mengedari mengelilingi seluruh ruangan mencari keberadaan Mirah, hingga seseorang memanggil nya.


" Kak Erland!"


" Heum?"


" Kakak mencari siapa?"


" Tidak mencari siapa siapa."


" Kak acara akan di mulai.."


Erland mengangguk kemudian tangan nya menggandeng tangan Sarah menuju bangku yang di hias di sediakan khusus untuk mereka duduk.


Satu jam acara tunangan yang tertutup ituberlangsung sangat khidmat, Erland dan Sarah sedang di foto sambil menunjukan cincin yang disematkan di jari mereka.


Acara santap makan siang itu Mirah sangat sibuk melayani para tamu yang akan menikmati hidangan sedangkan Erland dan Sarah masih menyambut tamu tamu yang datang memberikan ucapan selamat untuk mereka.


Hingga seorang pria tampan tinggi besar datang memberi selamat pada Erland.


" Maaf Pak Erland saya datang terlambat!"


" Tidak apa Pak Zafran."


" Semoga langgeng sampai di pernikahan."


" Terimakasih."


Semua para tamu sebagian sudah pulang sebagian ada yang masih ingin berbingcang bincang. Mirah setelah melayani para tamu, mengambil minuman segar dan kembali duduk yang tidak jauh dari meja hidangan.


" Erghm..boleh aku duduk di sini?"


Membuat Mirah menoleh pada seseorang yang tidak ia kenal, tapi Mirah tahu pria ini adalah tamu relasi dari keluarga Wijaya.


" Silahkan Tuan!"


" Terimakasih!"

__ADS_1


" Kenalkan nama saya, Zafran."


" Mirah."


__ADS_2