
Ditengah malam Mirah terbangun matanya yang sembab melihat jam di dinding menunjukan pukul 1 malam dini hari, tenggorokannya terasa kering Mirah sangat haus lalu beranjak dari tempat tidur ingin minum, namun saat melewati kamar Ibunya Mirah mendengar lantunan ayat ayat suci dari dalam kamar, Mirah berhenti langkahnya rupanya Ibu Mirah sedang sholat tahajud. Doa di sepertiga malam itu Mirah mendengar ucapan permohonan dari mulut Ibunya, Mirah jadi terkesiap namanya di sebut dalam doa. Mirah bergeming dan tersenyum haru sosok Ibunya bersimpuh betapa begitunya Ibu Mirah memasrahkan diri pada sang khalik.
Dada Mirah berdenyut sadar bahwa dirinya banyak kesalahan terhadap Ibunya ia pun seringkali membangkang tak terhitung mengabaikan nasehat nasehat Ibunya.
Setelah Ibunya selesai sholat tahajud, Warti menoleh pada pintu yang celahnya sedikit terbuka, Mirah berdiri di balik pintu.
" Mir..kaukah itu?"
" Euh iya Bu.." Mirah tersentak dari lamunannya.
Mirah pun masuk kamar lalu mencium tangan Ibunya.
" Kau bangun? maafkan Ibu, suara Ibu telah membangunkan kamu."
" Tidak Bu Mirah bangun karena haus..Ibu kenapa tidak membangunkan Mirah biar sholat tahajud bersama?"
" Ibu melihat mu sangat lelah, ya sudah masih ada waktu kau sholat tahajud lah, ya!"
" Iya Bu.."
" Alhamdulillah..!"
😍😍😍
" Pagi Mih Pih.." Sapa Erland.
" Pagi..kau mau kemana..?" Tanya Friska.
" Ke sekolahan Mih."
" Sarapan lah dulu!"
Erland lalu menarik kursi dan duduk untuk sarapan bersama Friska dan Damian.
" Jam berapa Orang Tua Sarah datang Mih?"
" Jam 11 sekalian mereka makan siang di rumah."
Erland sambil mengunyah mengangguk anggukkan kepala.
" Kau tidak lama kan kesekolahan..?"
" Tidak, pagi ini Erland ingin bermain basket dengan anak anak murid Erland."
Pagi di hari Minggu walaupun hari libur Hendra terbiasa bangun pagi alarm alami membangunkannya rasa mules diperut ingin buang air besar di lihat Ratna masih tertidur pulas, Ratna selalu bangun siang beda dengan dirinya. Hendra beranjak dari tempat tidur sambil menepuk nepuk pelan perutnya ia melangkah masuk kamar mandi.
Srettt
" Akww..!"
Hendra terpeleset hampir saja jatuh, lantai kamar mandi itu sangat licin Hendra berdecak kesal diperhatikannya lantai kamar mandi sangat kotor ada tetesan sabun cair sedikit tumpah Hendra menggeleng sabun mandi cair istrinya tidak tertutup dengan baik.
" Huhh..hampir saja jatuh.."
__ADS_1
Setelah membuang hajatnya, Hendra membersihkan kamar mandi itu, tidak pernah ia melakukan menyikat lantai kamar mandi selama Mirah menjadi Istrinya, sebersit ingatannya pada Mirah, Mirah sangat rajin apapun di bersihkan. Mirah memang tidak bisa melihat kamar mandi kotor sampai lantai dan dinding kamar mandi menguning.
Totett Toteet.
" Yur sayurr..!
Suara tukang sayur Bang Eman berhenti tepat di depan rumah, Hendra berinisiatif belanja dia yang akan masak untuk makan siang nanti.
" Bang Eman..!"
" Wuih si Bos, tumben belanja.."
" Iya nih..!"
Hendra kemudian menjadi perhatian Ibu Ibu muda yang berbelanja, ada yang curi curi pandang maklum saja wajah dan tampang Hendra sangat tampan.
" Pagi pagi Arjuna tampan belanja sayur, tidak salah lihat nih?"
" Hehehe..Ibu bisa saja!"
" Jarang jarang lho cowok ganteng seperti Pak Hendra belanja sayur..!"
Gerobak sayur Eman kini makin di kerumuni Ibu Ibu yang belanja, selain sayur yang di jual Eman segar segar dan juga murah ditambah lagi ada pemandangan yang tidak biasa buat para Ibu Ibu satu blok kagum dengan Hendra yang tampan ikut berbelanja.
" Pak Hendra tumben nih belanja!"
Sapa Ibu Lukman heran saat menghampiri gerobak sayur.
Sontak Ibu Ibu dan Eman tukang sayur jadi tertawa.
" Sayur nya, apa Ibu Ibu nya yang segar, Pak Hendra?" Canda Eman
" Dua dua nya Bang..!" Balas Hendra.
" Pak Hendra belanja yang banyak atuhh..!"
" Boleh boleh.. nanti semua ibu ibu yang belanja sayur Bang Eman, sekalian saya yang bayar!"
" Duhh..jangan gitu dong Pak Hendra, kan kita kita jadi..!"
" JADI ENAK..!" Sahut Bu Lukman tertawa.
" Nah..mumpung ada Om ganteng yang bayarin sok atuh..!" Seru Eman.
Ibu Ibu yang belanja jadi semangat kerena tahu belanjaan mereka dibayarin oleh Hendra, tangan tangan mereka bergerak cepat memilih milih sayuran tidak tanggung tanggung ada yang minta ayam 2 ekor ada yang minta daging sapi dan udang.
" Jadi berapa semua totalnya, Bang Eman..?" Tanya Hendra.
Eman langsung sibuk kalkulator ditangan telah siap, jari nya bergerak menghitung semua belanjaan Hendra dan Ibu Ibu lain termasuk belanjaan Bu Lukman.
" Totalnya jadi 1.500.000 Pak Hendra.."
" Ok sebentar saya ambil uang dulu..!"
__ADS_1
Ratna yang sudah bangun sedari tadi mengintip dari balik jendela kamar. Hendra yang masuk kamar mengambil dompet lalu menarik uang sesuai total jumlah belanja.
Kedua bola mata Ratna membulat di lihat Hendra menarik uang dari dompet sangat banyak.
" Mas buat apa uang itu..?"
" Sayang kamu sudah bangun?"
" Aku tanya malah tanya balik, untuk apa uang itu?" Ratna penasaran.
" Buat bayar belanja sayur..!"
" Banyak sekali, Mas? Kamu belanja mau buat pesta hajatan..?"
" Bukan sayang..Mas sekalian bayarin buat mereka..!"
" Hah..? Apa apaan sih Mas Ini..enak saja buat bayarin mereka segala..! sini uang nya!" Ratna kesal lalu meminta uang itu.
" Jangan sayang! Mas sudah terlanjur Mas yang akan bayar..!"
" No way..! mendingan uang nya buat perawatan aku Mas, ke salon.."
Uang itu di rebut Ratna, Hendra jadi tidak bisa berkutik.
" Biar aku saja yang keluar, aku yang bayar..!"
Ratna keluar dengan wajah angkuh melangkah ke gerobak sayur.
" Heh..Bang ! berapa belanja sayur suami saya..?"
" Eum..1.500.000 Neng!"
" Banyak amat Bang..!"
" Itu maksudnya sekalian Neng, Pak Hendra bayarin belanja sayur Ibu Ibu ini.."
" Iya Bu..tadi Pak Hendra sudah janji yang
bayarin belanjaan kita kita..!"
" O' Ya?" Balas Ratna.
" Iya Neng!" Ucap Eman.
" Ok..semua suami saya yang bayar belanjaan kalian...TAPI BOHONG!"
Ibu Ibu yang masih berkerumun gerobak sayur jadi kecewa dan kesal tidak jadi di bayarin.
" Nih Bang, saya bayar belanjaan saya sendiri..! PERMISI!
Tanpa dosa Ratna langsung melenggang pergi meninggalkan Ibu Ibu yang kecewa tidak jadi di bayarin. Ibu Ibu itu pun serentak teriak kecewa.
" Huuuhhh..!"
__ADS_1