My Sexy Maid

My Sexy Maid
Keteguhan Mirah


__ADS_3

" Kenapa lama sekali ke toilet?" Tanya Sarah


" Aku mengalami sedikit gangguan pada perut ku." Jawab Erland sekenanya.


Tak lama Mirah baru kembali dari toilet, Mirah berusaha memasang wajah biasa saja menutupi kegelisahannya atas apa yang sudah Erland lakukan padanya, namun tidak dengan Zafran melihat wajah Mirah agak pucat, Zafran mengkhawatirkan Mirah


" Kau terlihat pucat, apa kau sakit?"


Mirah berusaha senyum pada Zafran lalu melirik pada Erland tatapan nya seperti mengancam.


" Eum tidak apa apa aku baik saja Mas!"


" Apa sebaiknya kita pulang!"


" Iya Mas!" Angguk Mirah.


" Baiklah!, Pak Erland maaf kami pamit lebih dulu, tidak apa kan?"


" Oiya silahkan! Mirah sampai jumpa disekolah ya!"


" Iya Pak Erland."


" Owh..apakah dia mengajar?" Tanya Sarah yang baru mengenal Mirah hari itu juga.


" Bukan nona Sarah saya hanya penjaga di perpustakaan."


Sarah mendengar hanya ber oh ria saja.


" Sayang, kenapa kau tidak menjadikan nya staf guru saja?"


" Minimal harus titel sarjana, sayang..Mirah ini hanya lulusan SMA, dan sebelum nya dia memang sudah bekerja di rumah sebagai pembantu. begitukan Mirah?"


" Owh pelayan di rumah mu, Hhm." Sarah tersenyum menurunkan kedua sudut bibirnya, wajah yang menunjukkan remeh para Mirah.


Erland sengaja merendahkan Mirah di depan Zafran walau teman nya ini sudah tahu tapi harus diperjelas lagi status Mirah oleh Erland. Mirah apakah wanita yang pantas disandingkan dengan nya, bukan kah temannya ini sangat pemilih hingga belum belum juga menikah, dan apakah orang tua Zafran mau menerima Mirah. Erland sudah geram biarlah ia licik menjatuhkan harga diri mempermalukan Mirah, dirinya semata mata karena cemburu pada Zafran.

__ADS_1


Nafas Mirah langsung tercekat di tenggorokan, terkesan apakah Tuan Erland ini sedang merendahkannya, tak disangka sama sekali oleh Mirah kenapa majikannya ini sekarang tidak berperasaan. Mirah ingin menangis namun harus dia tahan tapi buat apa memang yang di katakan Erland benar adanya jadi buat apa juga ia harus merasa malu asalkan pekerjaan itu halal, dan memang sudah pilihan nya pernah bekerja sebagai pembantu.


Mirah dengan sikap tenang dan tersenyum membalas ucapan Sarah dan Erland.


" Benar apa yang di katakan Tuan Erland, itu sudah pilihan saya menjadi pembantu, dan saya tidak memilih milih pekerjaan asalkan itu halal dan saya ridho menjalankannya."


" Kau harus berterimakasih Mirah, Mamih Friska sudah mengangkat derajat mu dengan pekerjaan lebih baik lagi dari cuma pelayan lho! sekarang bekerja di sekolah..dan kau memang pintar, sepertinya kau ingin lebih tinggi lagi derajat mu dengan menjalin hubungan dengan Mas Zafran, dengan jalan pintas biar bisa jadi Nyonya besar ya?"


Ucapan Sarah semakin mengarah tidak enak di dengar nya, tapi Mirah tetap tenang dan bertawadhu, apa yang di ucapkan Sarah ada benar nya tapi pada ujungnya Sarah seperti.mengejek nya, ini salah paham orang menilai dirinya dekat dengan Zafran telah menjalin hubungan supaya bisa merubah nasib.


" Ya saya sangat berterima kasih pada Nyonya Friska dan Tuan Erland syukur Alhamdulillah! saya tidak akan melupakan itu sampai kapan pun yang sudah banyak membantu dan menolong saya.. Nona Sarah jangan salah paham kedekatan saya dengan Mas Zafran hanya teman."


Sarah memutar bola mata jengah dengan ucapan Mirah.


" Mana mungkin dia hanya berdalih saja, dasar munafik" Ucap Sarah dalam hati.


Mirah sudah tidak tahan lagi ingin segera meninggalkan meja itu, cukup dirinya sudah di rendahkan oleh orang orang kaya yang angkuh dan sombong.


" Mas antarkan aku pulang!"


Zafran dan Mirah kemudian berjalan menuju pintu keluar restoran, Mirah terdiam hati ini telah sakit dengan perlakuan Erland, dan detik itu juga Mirah berjanji enggan berhadapan dengan tuan Erland. Mirah akan merencanakan habis bulan ini ia akan resign bekerja di sekolah. Dan akan mencari pekerjaan lain.


" Mirah tunggu!"


Zafran menahan Mirah sebelum kedua nya masuk kedalam mobil.


" Kau bersedih dengan perkataan mereka?"


" Euh..hahhh." Mirah menarik nafas panjang.


" Aku sudah biasa Mas menghadapi hal yang tidak mengenakkan seperti tadi, siapa lah aku ini, yang suka dipandang rendah, tapi hal itu aku jadikan motivasi, direndahkan bukan berarti aku jadi lemah, di mata Allah semua manusia sama kok, tidak di beda beda kan derajatnya."


Zafran sampai tertegun ia semakin kagum pada Mirah akan keteguhannya, ia wanita yang kuat ternyata sikapnya tidak terpancing emosi akan ucapan Sarah yang nyeleneh.


" Hidup ini bercanda Mas, santai saja buat aku."

__ADS_1


Zafran tersenyum dan mengangguk, tapi sesaat Zafran pun hampir melewati perkataan Mirah ia kurang setuju atas ucapannya didalam tadi hanya teman di antara mereka. Zafran ingin mengungkapkan isi hati nya. Mereka masih berdiri di sisi pintu mobil.


" Mirah.."


" Ya Mas?"


Zafran menatap lekat lekat wajah Mirah.


" Aku menyukai mu!"


Deg


Seakan waktu berhenti Mirah cukup terkejut apa yang di katakan Zafran. Mirah tersenyum kaku


" Mas Zafran..aku-"


Zafran lalu dengan kedua tangannya menggenggam kedua tangan Mirah, Zafran mengikis jarak hingga keduanya berhadapan sangat dekat.


" Aku ingin menerima mu apa adanya, aku tak memandang siapa kamu, latar belakang kamu aku tidak butuh itu, aku hanya butuh cinta mu..aku ingin memiliki mu."


Mirah tertunduk, benaknya apalagi ini Zafran menyukai ku?


" Mirah tatap aku?" Zafran memajukan wajahnya.


" Aku..-"


" Ok mungkin ini terlalu cepat, kau tak perlu menjawabnya sekarang! tapi aku pastikan aku menunggu mu jawaban dari mu!"


Zafran akan berbuat apapun demi wanita yang sudah ia sayangi ini, Zafran akan terus mengincar cinta Mirah sampai ia dapat akhirnya wanita ini tahu bahwa dirinya tulus mencintai nya.


Mirah jadi bergeming, apa yang harus ia perbuat di satu sisi ia teringat akan peringatan Erland untuk menjauhi Zafran, Mirah belum bisa berkata apa apa.


" Aku antar pulang!"


" Euh..iya."

__ADS_1


Zafran lalu membukakan pintu mobil untuk Mirah, setelah keduanya duduk mobil pun melaju keluar dari area restoran itu. Namun di dalam gelap di luar restoran rupanya Erland sedari tadi berdiri mengamati Zafran dan Mirah kentara jelas keduanya seperti sedang saling mencurahkan rasa sampai saling menggenggam tangan. Erland mendengus amarah cemburu, sorot matanya nampak nyalang, berhenti menatap saat mobil Zafran hilang dari pandangan nya. Erland pun segera masuk menemui Sarah dan akan mengajak pulang.


__ADS_2