
Sampai di teras Damian dan Friska rupanya sedang ramah tamah dengan para tamu di temani Warti, sambil menunggu Erland.
"Mih Pih ayo pulang!" Ajak Erland.
" Iya..!" Angguk Friska.
" Mirah kamu pamit pulang dulu ya!"
" Iya Nyonya, terima kasih atas kedatangannya.."
" Ibu kami pulang dulu..!"
" Iya Nyonya besar."
🙏🙏👍
Hai readers gimana ceritaku pada suka gak?" jangan lupa berikan like dan komentarnya yaa, Terimakasih!
Mirah siap bekerja setelah selesai semuanya, walau masih berduka ia tidak mau berlama lama bersedih karena buat Mirah semuanya sudah berlalu kehidupan rumah tangganya bersama Hendra. Siapa sangka takdir hidupnya malah berpisah dengan Hendra untuk selama lamanya. Dan demikian entah rasa sakit hati dan terlukanya Mirah pada Hendra yang telah dicampakkan hilang begitu saja di hatinya tak ada dendam sedikitpun, Mirah sudah melupakan semuanya
Hendra sebelum ajalnya masih sempat meminta maaf padanya, Mirah menerimanya itu segala maaf untuk Hendra dan juga pada Ratna. Sekarang rasa sesalnya malah berbalik pada dirinya. Mirah sungguh menyesali karena ketidaktahuannya sakit yang di derita Hendra sampai kritis dan meninggal dunia.
Mirah kini menyambut hari baru dan babak baru hidupnya, Mirah sudah siap untuk kembali bekerja.
" Selamat pagi Tuan..!" Sapa Mirah begitu masuk ke apartemen Erland.
" Oh pagi Mirah! gimana kamu siap untuk mulai bekerja?"
" Siap Tuan..!"
Hendra tersenyum melihat Mirah sudah datang untuk kembali bekerja walau masih terlihat kesedihan di raut wajah Mirah.
" Seperti yang saya katakan kemarin kamu bekerja tidak hanya membersihkan apartemen bantu saya untuk mengerjakan berkas berkas ini..hari ini saya akan ke kantor siang saja.."
" Baik Tuan, saya buatkan sarapan dulu ya Tuan."
__ADS_1
" Iya.."
Mirah bergegas membuat sarapan untuk Tuan Erland seperti biasa. Erland sebelum bekerja berolah raga di ruangan khusus gym di apartemennya. Mirah tanpa di suruh menyiapkan dahulu keperluan Erland yang mulai berolah raga, menyediakan air mineral dan handuk kecil.
" Tuan ini minum dan handuknya.."
" Terimakasih Mirah.."
Setelah selesai berolah raga Erland mandi dan akan mulai bekerja, Erland sengaja bekerja siang karena ingin menghindar dari Sarah yang selalu datang ke kantornya. Erland sudah menghubungi Elis sekertarisnya dan mengatakan bahwa Erland sedang ke luar negeri beberapa hari.
Erland setelah berpakaian kemeja dan sengaja belum memasang dasi biar Mirah yang memakaikan dasi di lehernya. Erland menuju meja makan harus makanan buatan Mirah membuat perut nya langsung keroncongan. Di meja itu sudah tersedia nasi goreng dan jus.
" Silahkan sarapan Tuan!"
" Hhm.."
Mirah langsung menarik kursi untuk Tuannya duduk.
" Sarapan lah bersama ayo!"
Mirah selalu begitu ia sungkan harus duduk berdua sarapan dengan Tuannya. Mirah lebih baik mencuci perabotan kotor usai memasak dan membersih kan cipratan minyak di dapur.
Erland selagi sarapan matanya tak lepas dari Mirah yang sedang mencuci perabotan, Mirah bukan tidak tahu dari semenjak ia mulai bekerja di apartemen Erland selalu memandang ke arahnya, kadang Mirah merasa risih seperti sekarang ini Erland sedang melihatnya. Mirah pura pura tidak tahu saja, tapi nanti saatnya Mirah akan menegur Erland karena itu sangat menganggu dirinya.
" Tuan Erland pasti sedang memandang ku, huff..!" Gumam Mirah.
Saat Mirah selesai mencuci mata Erland buru buru beralih ke arah lain.
Di kantor Erland.
Sarah seperti biasa mendatangai kantor Erland, tangan nya sudah menenteng makan siang untuk Erland yang audah dianggapnya sebagai kekasih jadi ia merasa berhak bebas keluar masuk keruangan Erland. Sarah tanpa permisi lewat begitu saja di depan meja sekertaris Erland. Elis saat sedang mengoperasikan komputer matanya bergeser menoleh pada Sarah.
" Eum Nona Sarah!" Panggilnya.
" Ck apa Elis..?" Ucap Sarah membalikkan badan.
__ADS_1
" Bapak Erland tidak ada di ruangan.."
" Oh..ya sudah tidak masalah aku akan menunggunya di dalam.."
" Maaf Nona Bapak Erland sedang keluar negeri.."
" Apa keluar negeri?"
" Iya Nona.."
Sarah langsung melangkah mendekati meja Elis ia penasaran dan ingin menanyakan kapan Erland ke luar negeri juga kenapa dirinya tidak di beri tahu.
" Kapan kekasihku berangkat dan kenapa tidak memberitahu pada ku?"
" Ini baru saya mau kasih tahu Nona..!"
Sarah nampak kesal karena sia sia dia datang sudah membawa makan siang untuk Erland agar Erland bisa merasakan makan siang yang dibawanya Sarah ngin memamerkan bahwa makan siang itu adalah buatannya walaupun bukan ia yang memasaknya melainkan pelayan dirumahnya.
" CK heuhh..sia sia dong makanan ini..!" Sarah berucap kesal.
" Kalau gitu saya mau tiduran di ruangan kekasih ku saja.."
" Di kunci Nona ruangan Bapak Erland, kuncinya juga di bawa." Ucap Elis berbohong padahal kuncinya ada di laci bawah meja karena amanat dari Erland.
" Kalau boleh tahu berapa hari kekasihku ke luar negeri? dan kapan kembali?"
" Tidak tahu Nona, saya juga belum di beritahu kapan Bapak Erland kembali dari luar negeri."
Sarah makin kesal saja moodnya siang itu langsung rusak. Tanpa permisi pada Elis Sarah berlalu pergi dan meninggalkan kotak makan siang itu di meja Elis.
" Euh.. Nona kotak makan siangnya!" Teriak Elis.
" Buat kamu saja!"
Elis langsung senang melihat lunchbox itu dan kebetulan sekali hari ini ia malas ke kantin karena pekerjaan yang di berikan Erland menumpuk. Elis lalu membuka penutup kotak makanan itu.
__ADS_1
" Wahh sedap cuy! makanannya, tapi gue gak yakin kalau ini buatan si jelangkung.."