
Toteeet toteeet
" Yurrr..sayurrrr..!"
Nampak pria setengah baya penjual sayur keliling dikomplek perumahan Asri Indah memanggil manggil para langganan yang biasanya para Ibu Ibu rumah tangga akan berbelanja di pagi hari.
Bang Eman panggilan sipenjual sayur menghentikan gerobak sayurnya tepat ditepi jalan yang tidak jauh dari rumah kontrakan Hendrawan.
Toteett toteet
" Sayurrr..sayurr..!"
Suara panggilan penjual sayur yang memang agak keras membuat mata Ratna mengerjap, ia merasa tidurnya di pagi hari terganggu oleh suara si penjual sayur.
" Eughh..sshh ihh..! berisik sekali, ganggu orang tidur saja. gak bisa pelan apa suaranya."
Ratna sambil menggerutu bantal di sisi kepala di raih untuk menutup kedua telinganya. Tak lama Hendra yang baru saja selesai mandi masuk kamar dilihatnya Ratna tidur sedang menutup keduanya telinganya dengan bantal. Handuk yang dililit di pinggangnya di lepas, tubuh polos Hendra yang berotot membuat kedua mata Ratna terbuka. Sadar kalau Ratna sedang menatapi tubuhnya membuat Hendra tersenyum.
" Kenapa ngeliatin Sexy yaa?' Ucap Hendra menggoda Ratna.
" Mas.."
" Heum..!"
" Kau memang hebat diranjang aku puas.."
Ratna pun beranjak lalu memeluk Tubuh polos Hendra. Harum sabun dan shampo membuat Ratna bergairah rasanya ia ingin mengajak Hendra bercinta di pagi hari.
" Mas main dulu yuu!"
__ADS_1
" Tapi Mas kan mau kerja sayang, Mas juga sudah membuatkan sarapan."
" Sebentar saja Mas."
" Nanti malam saja ya! hehehe.."
Ratna pun melepas pelukan Hendra, rasanya ia ingin dipuaskan birahinya pagi ini juga padahal semalam ia dan Hendra melakukan aktifitas ranjang sampai tiga kali. Ratna memang mempunyai libido yang tinggi apalagi setelah mendapat periodenya bagian lembahnya rasanya sebentar sebentar ingin di penuhi batang yang besar dan panjang, tapi Hendra tidak bisa meladeninya karena akan terlambat kekantor. Ratna akan menuntaskannya pada partner ranjang nya saja, siang ini ia akan menemui Armand yang selalu siap memuaskan Ratna. Armand dan Ratna sudah lama menjalin hubungan hanya untuk sebatas kepuasan saja.
" Ok lah tidak apa apa."
Ratna pura pura ngambek didepan Hendra, Hendra semakin gemas melihatnya.
" Jangan ngambek gitu dong!..sayang diluar ada tukang sayur belanjalah sayur, sudah seminggu ini Mas belum pernah merasakan masakan kamu."
" Iya Mas, Mas mau dimasakin apa?'
" Terserah kamu, Mas akan pulang cepat biar bisa makan di rumah.."
Setelah sarapan Ratna mengantar Hendra sampai teras, gerobak tukang sayur yang sedang di kerumuni Ibu Ibu memilih sayuran tak ayal beberapa pasang mata tiba tiba mengalihkan pandangan mereka pada Hendra dan istri barunya.
" Sstt..lihat tuh!"
" Ohh..itu dia istri barunya Pak Hendra, cantik juga pantas saja Pak Hendra kecantol."
Bu Lukman tetangga sebelah rumah Hendra baru muncul.
" Ehh..Bang Eman kemana aja sih! baru jualan haduhh Bang Eman kalau gak jualan saya jadi gak masak masak. nih!'
" Wah Bu lukman baru keluar, iya Bu Lukman saya baru habis pulang kampung."
__ADS_1
" Iya nih Bang Eman kita jadi belanja sayuran jauh harus kedepan perumahan.."
Sahut salah satu ibu tetangga Bu Lukman.
" Bu Lukman."
" Iya Bu Nana, kenapa?" Seraya tangannya memegang sambil memilih milih sayur kangkung yang segar.
" Lihat deh..! ucapnya matanya melirik ke arah Hendra dan Ratna.
Bu Lukman wajahnya langsung ikut menoleh pada Hendra dan Ratna.
" Lho..! dia siapa? apa saudaranya Pak Hendra, saya baru lihat."
" Haduhh Bu Lukman ini masa gak tahu gosipnya sih!"
" Memang nya kenapa, ada gosip apa?"
" Itu kan istri baru Pak Hendra.."
" Ahh masa sihh.."
" Bu Lukman gak tahu yaa seminggu yang lalu kan Mirah dan suaminya ribut, dengar dengar Sumirah di usir sama Pak Hendra."
" Di usir, Astaghfirullah yang benar kalau ngegosip tuh. Bu."
" Bu Lukman kan tetangga sebelah, masa gak tau ribut ribut Mirah dengan suaminya."
" Demi Allah saya tifsk tahu."
__ADS_1
Bagaikan pertir disiang bolong rasanya Bu Lukman tidak percaya tapi ia teringat waktu malam itu bersama suaminya bertemu Mirah di depan perumahan dengan matanya yang seperti habis menangis.
" Bu Nana tahu dari mana kalau itu istri baru Pak Hendra."