My Sexy Maid

My Sexy Maid
Erland Berubah


__ADS_3

Beberapa siswa sedang mengantri diantaranya ada yang meminjam buku dan mengembalikan buku milik perpustakaan.


pada layar komputer Mirah nampak mengaudit buku buku perpus tangannya terlihat menggerakkan mouse, seraya memperhatikan siswa lain yang duduk membaca buku.


Jam di dinding sudah menunjukan pukul 12 siang jam istirahat di sekolah. Mirah tidak sempat membawa bekal karena putrinya Intan sedang sakit Mirah begadang menjaga Intan. Tapi tadi Mirah sudah dikabari oleh Ibunya demam Intan sudah turun.


Mirah menonaktifkan komputer di mejanya kemudian berdiri.


" Baik anak anak ini sudah jam istirahat, harap kosongkan ruangan perpustakaan nanti di lanjut lagi membacanya!"


Anak anak murid pun dengan tertib keluar satu per satu meninggalkan ruang perpustakaan. Setelah ruangan itu kosong Mirah segera menuju ke kantin tak lupa ia menutup pintu dan menguncinya.


Langkah Mirah sangat santai namun saat ia berbelok Mirah berpapasan dengan Erland, tatapan mereka pun langsung bertemu, tubuh Erland berdesir dan ia tidak menduga berhadapan dengan Mirah dengan jarak begitu dekat padahal ia selalu menghindar dari Mirah untuk menepis rasa yang ada di hatinya. Bertatapan langsung dengan jarak yang begitu dekat sungguh hatinya kini bergejolak Mirah mantan maid nya ini terlihat semakin cantik dan tetap sederhana hanya yang membedakan Mirah memakai kacamata. Erland sekuat mungkin menutupi gejolak ini dengan sikap dingin pada Mirah.


" Euh Tuan Erland, selamat siang!"


" Hhm.." Balas Erland dingin dan irit.


Sama dengan Mirah ia begitu senang bisa bertemu dengan Erland lagi, jujur Mirah sangat merindukan Erland 6 bulan selama bekerja di sekolah Erland tidak pernah menampakan hidungnya. Dan kini Mirah melihat Erland jelas yang semakin tampan hanya yang membedakan sikap Tuannya ini sekarang sangat berubah wajahnya terlihat dingin padanya.


Mirah pun tersenyum pada Erland tapi Erland membalas senyum nya samar samar.


" Apa kabar Tuan?"

__ADS_1


" Baik..!"


Mirah jadi kikuk dengan jawaban dari mulut Erland, ada yang hilang dari diri Erland tidak seperti dulu yang ramah senyum.


" Euh..apa Tuan ha-"


" Maaf saya buru buru kamu menghalangi jalan saya!"


" Eugh? eum maaf..!"


Mirah langsung menggeser dari hadapan Erland memberi jalan, dan tanpa kata Erland melewatinya, Mirah jadi tergugu akan sikap Erland sikap Tuannya seperti tidak mengenal nya lagi. Mirah masih berdiri menatap langkah Erland yang perlahan mulai menjauh dari pandangannya. Raut wajah Mirah malu bercampur sedih dengan sikap Erland, Mirah terdiam matanya memutuskan dari pandangan Erland lalu membalikkan badan lalu meneruskan langkahnya menuju kantin.


Erland berhenti ketika jaraknya sudah menjauh dari Mirah ia membalikkan badan melihat Mirah sudah tak lagi memandanginya. Tanpa di ketahui Mirah Erland masih terus menatap dari kejauhan sampai menghilang dari pandangannya.


Dan sejak itu karena sikap perubahan Erland, Mirah pun sama mengambil sikap biasa saja seandainya bila bertemu Erland. Dan rasa rindunya pada Erland pun mulai saat ini harus di tepisnya. Mirah menyadari memang tidak sepantasnya merindukan sosok Erland.


Dalam gedung sekolah diruang yang berbeda Mirah dan Erland termenung, Erland sedang memikirkan Mirah, juga Mirah memikirkan Erland.


" Kak Erland.."


" Hhm..


" Kapan kita menikah?"

__ADS_1


" Menikah?"


" Ya..!"


Erland terdiam ini ketiga kali nya Sarah kembali menanyakan sebuah pernikahan, dan lagi lagi jawaban Erland masih tetap sama belum siap menikahi Sarah.


" Maaf Sarah, Kakak belum siap!"


" Tunggu apalagi Kak?"


" Masih banyak pekerjaan harus kakak selesaikan!"


" Tapi sampai kapan?"


" Sabarlah Sarah! mungkin kita tunangan saja dulu!"


Merasa itu lebih baik, Sarah menerima pertunangan ini, yang berarti ia akan terikat dengan Erland, dan mungkin Erland sudah mulai mencintainya.


" Tunangan..? Benarkah?"


" Sebaiknya begitu!"


" Terimakasih Kak, Sarah mau kita tunangan dulu."

__ADS_1


__ADS_2