
Selesai jamuan makan siang, pertemuan antar keluarga itu dilanjutkan kembali obrolan mereka dan inilah saat yang di tunggu oleh Sarah membicarakan perihal perjodohan dengan Erland.
Tapi sebelum orang tua Sarah dan Orang tua Erland duduk bersama di ruang tamu. Erland memanggil Mamihnya untuk bicara.
" Mih aku mau bicara sebentar!"
" Ada apa Nak..?"
Erland lalu menarik tangan Mamihnya ketempat dimana ia bisa bicara.
" Kunaon kasep?"
" Mih, aku mohon Mamih dan Papih jangan mengambil keputusan sekarang untuk menerima Sarah."
" Erland pertemuan ini supaya kamu tahu Sarah, kamu lihat sendiri dia gadis yang sangat cantik dan pintar."
" Ya Erland akui, Sarah sangat cantik.."
Ucapan Erland terjeda.
" Lalu..?"
__ADS_1
" Tapi Sarah bukan tipe Erland, Mih!"
" Yang kamu mau Mirah..?"
Erland langsung tersenyum mengangguk mengangkat kedua alisnya.
" Moal eucreug, Erland, ihh.."
" Mirah lah wanita tipe Erland..dan Erland suka dengan nya, maaf Mih..!"
" Karunya atuh, kalau kamu menolak Sarah.."
" Nanti Erland yang akan beri penjelasan pada orang tua Sarah, lagian Mamih dan Papih ini lucu, Erland sudah duda masa masih di jodohkan segala.."
Erland menarik nafas kasar, dan berfikir biarlah pertemuan ini mengalir saja.
" Ayo Nak kita kembali..!"
Erland dan Friska kembali ke ruang tamu dan duduk di bangku semula.
" Jadi bagaimana selanjutnya..?"
__ADS_1
Lasmi minta penjelasan arti dari pertemuan ini, apakah Erland mau menerima Sarah.
" Begini Jeng Lasmi dan Mas Handoyo, dengan pertemuan ini saya sebagai orang tua terserah pada Erland dan Sarah, Iya kan Pih..?"
" Erland bagaimana..?" Tanya Lasmi lagi.
Erland sebenarnya ingin menolak mentah mentah, tapi dirinya menahan karena itu terlalu kejam pada Putri dari keluarga Handoyo tidak ada salah nya juga jika di mulai pendekatan dulu. Karena bagaimanapun Pak Handoyo adalah klien yang sangat baik dengan Papihnya. Erland sebelum menjawab berdehem seperti membenarkan tenggorokannya.
" Eghem..Bagaimana kalau saya dan Sarah pendekatan saja dulu, maksud saya biar kami berdua saling mengenal satu sama lain itu akan lebih baik.."
Lasmi dan Sarah sepertinya tidak puas dengan penjelasan Erland. Nampaknya Lasmi sedikit ada rasa kecewa. Lasmi lalu menoleh pada Damian yang ingin meluruskan.
" Mba Lasmi..mungkin maksud putra saya setelah dari pertemuan ini biarlah pendekatan anak anak kita mengalir saja dulu, dan beri mereka waktu sampai mereka siap.."
Lasmi dan Handoyo kemudian mengangguk mengerti.
" Baiklah kami mengerti..bagaimana dengan kamu Sarah..?" Tanya Lasmi lagi.
" Sarah terserah bagaimana Kak Erland saja.."
Dalam hati Sarah sebenarnya kecewa, ini sama saja Erland menolak sangat halus, tapi buat Sarah akan sangat mudah mendapatkan Erland apapun cara nya, siapa yang tidak menolak dirinya banyak laki laki yang jatuh dalam pelukannya, beruntung dia memiliki wajah yang cantik tubuh yang aduhai, itu yang memudahkannya. Di Australia saja Sarah bisa mendapatkan pria yang dia inginkan bahkan bisa memuaskan Sarah di ranjang.
__ADS_1
Sarah bisa memainkan perannya sebagai wanita yang elegan di depan orang tua Erland, sebenarnya ia muak dengan Erland yang sok jual mahal, tapi Erland pria kaya raya dirinya tidak menyangka akan di pertemukan Erland, sudah pasti Sarah tidak menolak Erland sudah kaya dan tampan.
Keluarga Handoyo pamit pulang, sebelum nya Sarah dan Erland saling tukar nomor ponsel agar Sarah bisa menghubungi Erland.