My Sexy Maid

My Sexy Maid
Menyejukkan Hati


__ADS_3

Ratna tersenyum puas melihat Mirah bersama keluarganya pergi sampai kejauhan.


" Ayo Mas, kita pergi dari sini!"


" Sayang, seharusnya kamu jangan berbuat seperti itu..kita ini malah jadi tontonan.."Tegur Hendra.


" Halahh..biarkan saja Mas, biar perempuan kampung itu tau rasanya mendapatkan malu dari ku.."


" Tapi itu keterlaluan sayang,.bagaimana nanti kalau Mirah menuntut mu kejalur hukum..kau menuduhnya mencuri, apa kau punya buktinya..?" Geram Hendra lalu berjalan lebih dulu meninggalkan Ratna.


"Euh iya juga.." Ratna mendadak membeku dengan ucapan Hendra, bagaimana jika memang Mirah akan melaporkanya ke polisi.


Sadar Hendra sudah melangkah jauh, buru buru Ratna meninggalkan tempat itu menyusul Hendra.


" Mas Hendra tunggu aku..!"


Selama perjalanan pulang dengan taxi online, didalam mobil Mirah tidak satu katapun keluar dari mulutnya, ia hanya terus diam mengingat kejadian beberapa menit yang lalu, sungguh membuat dada nya begitu sesak dan sakit ada dendam yang begitu membara di hatinya bagaimana tidak kesal dan malu di hina dan tuduh yang bukan bukan. Dituduh mencuri, ya, memang Mirah akui sempat membawa uang Hendra malam itu bahkan sudah digunakan untuk membayar hutang itupun Mirah terdesak karena Hendra tidak lagi memberinya uang bulanan yang seharusnya sudah kewajiban suami, Hendra berubah memberi uang sangat sedikit tidak cukup untuk keperluan hari hari apalagi untuk sebulan, wajar kalau dirinya kesal pada Hendra yang tidak peduli lagi akan istri dan anaknya, tapi itupun sudah di kembalikannya.


Mirah menahan tangis dalam hatinya menjerit ingin memberontak, boleh saja dirinya di hina dan diteriakkan di depan umum tapi ia tidak bisa terima celaan dan cacian dari Ratna harus di depan putri nya dan Ibu nya. Intan sudah tertidur di pangkuan Mirah, anak yang belum mengerti apa apa itu pun sampai menangis ketika ia ikut menyaksikan kejadian di mal tadi.

__ADS_1


Taxi sudah menghantarkan mereka di depan rumah kontrakan, sampai di dalam mereka masuk ke kamar masing masing Mirah langsung meletakan Intan di tempat tidur. Mirah sangat lelah bathin dan raganya ia duduk di tepi ranjang lalu tumpahlah semua air mata nya tidak bisa dibendung lagi. Mirah menangis pelan.


" Ya Allah..kenapa cobaan ini begitu berat? apa salah hamba..?"


Mirah mengusap air mata yang mengalir di kedua pipinya. Mengingat di mal tadi tidak akan pernah Mirah lupa seumur hidupnya, dendam tentu saja ia pasti akan membalasnya suatu saat nanti.


Tik tok Tok


" Mir..apa kamu sudah tidur?"


" Euh..masuk saja Bu, Mirah belum tidur..!" Mirah menoleh ke pintu


Warti pun masuk lalu duduk di samping Mirah yang nangis sesegukan.


" Mirah kesal Bu, sakiiit hati Mirah..yang bikin Mirah tidak habis pikir Mas Hendra diam saja, Mirah di hina di depan Intan anak kandungnya sendiri dan juga Ibu.."


" Mirah janji akan Mirah balas mereka.." wajahnya menatap kedepan.


" Sabar..! tak perlu membalas..kalau kamu membalas sama saja kamu tidak ada beda nya dengan dia, biar Allah yang membalas setimpal dengan perbuatannya."

__ADS_1


Warti mengusap usap punggung belakang Mirah seperti mengalirkan energi kekuatan untuk putrinya.


" Jangan menangisi Hendra, tidak pantas kamu tangisi dia! Ibu yakin kau wanita kuat bisa melewati ini semua.."


" Jangan di ingat ingat lagi, apa yang terjadi tadi..lupakan! jalani saja hidup mu dengan lapang dada..supaya ringan langkah mu, hem..!"


Mirah menarik nafas dalam dalam dan mengangguk mendengarkan nasehat Ibunya dengan suaranya begitu lembut.


" Biarkan saja mereka sudah menghina kita, kita sudah dipermalukan, tapi ada saatnya mereka akan dipermalukan balik, Allah tidak tidur..! Allah maha melihat bagaimana umatnya di sakiti, ingat! Allah memberi cobaan tidak melampaui batas dari kekuatan kita..!. Dan saat kita di uji dan di coba, di situlah yang Allah hendaki umat nya tetap taat pada-Nya dan tetap berbuat baik, jangan pernah berpaling!"


Tangis Mirah mereda, dadanya yang tadi sesak kini menjadi lega ucapan Ibunya sangat menyejukkan hati Mirah. Mirah tersenyum lalu menggenggam tangan dan mencium punggung tangan Ibunya kemudian Mirah bicara dengan menatap wajah Ibunya.


" Ibu terimakasih, kalau Ibu tidak di samping Mirah disaat ini, aku hadapi masalah entah apa aku bisa kuat jalani hidup yang berat ini.."


" Tak ada namanya manusia yang tidak punya masalah, masalah berat sekalipun tergantung kita bagaimana menghadapinya, masalah besar ya dikecilkan masalah kecil Jangan disepelekan tapi di hilangkan!"


" Jalani hidupmu apa adanya, yakinlah! kau akan meraih hidup bahagia, fokuskan saja pada Intan, ya!"


Mirah kembali mengangguk dalam benak nya benar apa yang di katakan Ibunya, lebih baik ia fokuskan saja hidup nya bersama Intan membahagiakan Intan dan juga dirinya.

__ADS_1


" Ya sudah istirahatlah! tidur yang nyenyak, supaya esok pagi kau bangun tubuhmu terasa segar.."


" Iya Bu..Mirah mau bersihkan tubuh dulu sebelum tidur!"


__ADS_2