My Sexy Maid

My Sexy Maid
Pijatan Erland


__ADS_3

Erland menggendong tubuh Mirah sampai di sofa perlahan lahan tubuh Mirah diletakkan. Mirah duduk di sofa lalu Erland berjongkok tangan nya lalu memegang pergelangan kaki kanan Mirah, tapi lagi lagi Mirah merasa canggung dengan perbuatan Tuannya ini, dengan reflek kaki yang sudah di pegang Erland di tepis nya.


" Tuan tidak usah, Tuan mau ngapain kaki saya?"


" Ck..kamu bisa diam tidak?"


" Maaf tapi Tuan mau apakah kaki saya..?"


" Saya mau pelototin kaki kamu ini?'


" Maksudnya..?"


" Kalau kamu terus bertanya, maka kaki kamu ini saya ikat dengan tali!'


" Hah..a-apa..?"


" Saya mau periksa kaki kamu, jadi jangan cerewet..!"


Mirah langsung bungkam tidak berani lagi berkata kata, ia lalu memperhatikan apa yang akan di lakukan Erland pada kakinya. Erland memegang dan sedikit dipijit oleh Erland, Mirah lagi lagi bersuara karena sangat terasa sakit.


" Akkwh..!"


" Sakit banget ya?"


" Iya Tuan."


Erland paham pergelangan kaki pembantunya terkilir, ia lalu berdiri dan berjalan menuju lemari ingin mengambil obat yang masih tersedia, obat itu bisa mengurangi otot yang bengkak Erland sudah berpengalaman mengobati pada murid muridnya bila ada yang terkilir saat jatuh berolah raga. Erland kembali berjongkok di hadapan kaki Mirah, obat itu dia semprotkan kebagian yang bengkak. Erland akan memijit mengembalikan posisi pergelangan kaki Mirah yang terkilir.

__ADS_1


" Tahan ya! ini akan terasa sakit tapi percayalah setelahnya saya jamin kamu akan bisa berjalan lagi."


Erland lalu memberikan sapu tangan.dari dalam kantong celana kemudian di lipat menjadi tebal lipatannya.


" Gigitlah sapu tangan ini, supaya kamu bisa tahan rasa sakitnya, ok..ikuti aba aba dari saya!"


Mirah lalu memasukan sapu tangan di mulutnya.


" Siap ya..!"


Erland mulai membenarkan posisi pergelangan kaki Mirah, dada Mirah mulai berdetak karena harus siap menahan sakit, tapi ia harus percaya dan yakin dengan apa yang dikatakan Erland.


" Bismillahh..!" Ucap Erland pelan.


Tangan Erland dengan gerakan cepat seperti memutar kekanan dan kekiri sambil di tekan pada bagian otot kaki Mirah yang terkilir itu.


" Eghhmmm..!" Mirah menahan sakit dengan menggigit sapu tangan di mulut, kedua tangannya meremas tepi sofa, keringat dingin segede jagung timbul di wajah dan lehernya, terasa sakitnya luar biasa.


Hanya hitungan 10 detik saja, kaki Mirah sudah di sembuhkan Erland.


" Sekarang coba kamu berdiri..!'


Masih nafas yang tersengal sengal Mirah perlahan berdiri mulai kedua kakinya menapak, dan ajaib rasa sakit dipergelangan kakinya langsung hilang.


" Coba jalan!' Perintah Erland lagi.


Mirah pun berjalan beberapa langkah, Mirah kagum rasa sakit itu sudah bilang sama sekali tidak sakit. Kakinya benar benar seperti sedia kala, tidak ada rasa sakit sedikitpun. Merasa tidak percaya Mirah berjalan bolak balik ingin memastikan apa rasa sakit itu masih ada.

__ADS_1


" Bagaimana..masih sakit tidak, Hhm?" Sambil menatapi wajah Mirah.


" Tidak lagi Tuan, ini rasanya kaki saya seperti tidak pernah terjadi apa apa, benar benar sudah kembali seperti biasa lagi."


Erland mengangguk senyum, kini kembali ia berhasil bisa menyembuhkan kaki yang terkilir.


" Tuan hebat, terima kasih Tuan..!"


" Lain kali kalau naik turun tangga perhatikan langkah kamu.."


" Iya Tuan..!"


" Saya sudah lapar, dan harus kembali ke kantor, kamu sudah makan?"


" Belum Tuan, nanti saja..!"


" Kita makan sama sama..!"


" Tidak usah Tuan, nanti saya makan kok!'


" Menurutlah..mau kamu saya pecat..!'


" Eugh jangan Tuan sa-saya butuh pekerjaan.."


" Ok, kalau tidak mau dipecat, kita makan bersama!"


Mirah akhirnya menurut mau tidak mau, walaupun sangat canggung makan berdua dengan Tuannya.

__ADS_1


__ADS_2