
Sarah begitu tiba dirumah melangkah masuk dengan wajah yang cemberut karena sedang kesal tidak bisa bertemu dengan Erland di kantor. Lasmi Ibu Sarah yang duduk santai di sofa sambil melihat lihat majalah fashion terkejut dan heran saat putrinya sudah pulang begitu cepat.
" Lho, kok sudah pulang?"
Sarah berhenti langkahnya saat mau melewati Ibunya yang duduk di sofa kemudian Sarah duduk disamping Ibunya.
" Kak Erland, Mam..?" Jawabnya dengan nada kesal.
" Kenapa dengan calon mantu Mama?"
" Kak Erland Sedang keluar negeri."
" Lho bagus dong! Calon mantu Mama sedang ke luar negeri..biasa, kan? karena pasti ada pekerjaan di sana."
" Tapi Kak Erland tidak memberitahu padaku, kasih kabar kek, ini enggak? aku bahkan tidak tahu berapa hari dan kapan kak Erland kembali? Masa seperti itu sih Mam, Kak Erland?"
Lasmi mengerti maksud isi hati putrinya, sepertinya putra Wijaya sengaja ingin menghindar dari putrinya, saat pertemuan putrinya dengan anak pengusaha kaya itu, Erland terbaca tidak tertarik pada putri satu satunya, padahal putri nya sangat cantik.
Lasmi kemudian meredakan rasa kesal Sarah, dengan menarik pinggang putrinya dan disandarkan ke bahunya tangannya kemudian membelai rambut Sarah, Sarah makin terisak tangisannya.
" Kamu tenang saja, Sayang! Mama akan selalu membantu mu, Erland akan jatuh kepelukkan mu..!" Ucap Lasmi lembut dengan raut wajah serius.
Di Apartemen
Sampai sore hari Mirah sudah selesai mengerjakan seluruh pekerjaan di apartemen Erland, bersih bersih bebenah dan mencuci pakaian Erland. Mirah akan bersiap untuk pulang, namun sebelum pulang Mirah sepertinya ingin istirahat dulu sejenak sebelum keluar dari apartemen Erland karena baru terasa capek tubuhnya, Mirah sangat begitu lelah. Maklum saja sejak Hendra meninggal Mirah tujuh hari berturut turut melayani tamu tamu yang masih terus berdatangan bahkan saudara dari Ibunya ada yang menginap.
Mirah di sofa itu berbaring kedua kakinya di naikkan dan selonjoran, sofa yang empuk itu terasa begitu nikmat dan membuat nyaman pada tubuhnya.
" Heuhh capek banget hari ini, lebih baik aku istirahat dulu sebelum pulang."
Mirah meregangkan tubuhnya sambil memejamkan kedua matanya, namun dalam hitungan satu menit rasa ngantuk menyerangnya, Mirah mulutnya menguap hingga membuat dirinya tidak Sadar tertidur di sofa.
Erland tiba pukul 7 malam saat masuk kedalam apartemennya Erland terkejut Mirah masih berada di apartemennya dan sedang tidur di sofa.
__ADS_1
" Mirah, dia belum pulang?"
Erland menyalakan lampu ruangan itu, Seraya meletakkan tas kantor dan melepas jas nya, Erland kemudian melangkah mendekati Mirah yang sedang terbaring di sofa itu, ia ingin memastikan apakah Mirah benar benar tertidur kalau memang tertidur Erland akan membangunkannya dan memberitahu kalau dirinya sudah pulang.
Erland sudah berdiri dan menatap wajah lelah Mirah. Mirah memang benar benar tertidur terdengar suara dengkuran halus dari mulut Mirah.
Mirah seharusnya sudah pulang bekerja di apartemennya hanya sampai jam 4 saja,
" Diia benar benar tertidur di sini, sudah berapa jam dia tertidur.?"
Erland masih berdiri memandangi Mirah, saat Mirah tidur bergerak merubah posisinya badan nya tidur miring menjadi terlentang, pergerakannya malah membuat kancing baju bagian atasnya terlepas, hingga sedikit menampakkan buah dada Mirah menyembul dan sedikit terlihat bagian atas pada b*a nya belum lagi kemeja seragamnya naik menampakkan kulit perut rata Mirah.
" Owh shits..!" Erland menelan ludah.
Erland mulai terangsang perlahan bagian bawahnya mulai menggeliat.
" Oh no..please not now!"
Sampai didalam kamar Erland melepas seluruh kain di tubuhnya ia melihat kebawah Junior nya sudah mengacung ke atas.
" Baby please calm down..!" Erland mengajak bicara pada junior nya sendiri.
Erland langsung mengguyur seluruh tubuhnya di bawah air shower, namun air dingin tidak ampuh mengatasi juniornya untuk di ajak kompromi, terpaksa Erland menggenggam batang juniornya sendiri, Erland bermain solo.
Tubuhnya Erland sudah kembali segar, ia keluar dari kamar dengan menggunakan bathrobe ingin melihat Mirah apakah masih tertidur. Mirah rupanya masih tertidur tidak terganggu sama sekali dengan pergerakkan Erland dari mulai masuk ia pulang sampai selesai mandi.
" Ia bahkan tidak terganggu sama sekali tidurnya..mau sampai jam berapa ia tidur di sini..huff!"
" Mirah bangun lah, kamu tidak pulang?"
Erland sebenarnya tidak tega ingin membangunkan Mirah, tapi Mirah harus pulang kalau tidak keluarganya akan menanyakan Mirah.
" Mirah bangun!"
__ADS_1
Erland menepuk pelan pada kedua pipi Mirah bergantian, tapi sentuhan telapaknya malah merasakan kehalusan kulit wajah Mirah, sehingga Erland menepuk pipi Mirah sambil setengah mengusap.
" Mir..bangun!"
Sentuhan telapak tangan Erland perlahan kini berubah menjadi membelai, Erland membelai lembut wajah Mirah merasakan kehalusan wajah Mirah yang tertidur dari pipi turun ke dagu
" Mirah bangun..!"Erland melembutkan suaranya.
Erland kini merubah posisi badannya dari membungkuk lalu duduk di sisi Mirah, ia menatapi wajah Mirah yang masih terpejam, wajah Mirah begitu cantik dan lembut dilihatnya walau sedang tertidur, kedua bola mata Erland bergerak gerak menelusuri mata hidung dan bibir Mirah, sampai dirinya ingin mengecup Bibir Mirah. Erland mulai terdorong perlahan wajahnya dimajukan lalu kemudian bibir Erland di tempelkan pada bibir Mirah.
Bibir Erland cukup lama ia tempelkan, lalu bibir Mirah di pagutnya perlahan sambil ia memejamkan matanya. Erland menyesap merasakan manis dan lembut bibir Mirah.
Hingga akhirnya Mirah bergerak lalu buru buru ia melepas pagutannya dari bibir Mirah. Erland khawatir Mirah bangun dan membuka kedua matanya. Erland cepat berdiri dari duduknya dan benar saja Mirah terbangun.
Mirah menggeliatkan kedua tangannya, lalu kesadarannya mulai terkumpul dari tidurnya pandangan sudah jelas Mirah melihat Tuannya sedang berdiri sambil menatap dirinya. Mirah membulatkan matanya terkejut.
" Euh Tuan?" Tubuhnya melonjak dari tidurnya.
" Kamu sudah bangun?" Erland berlagak biasa saja.
Mirah mulai sadar ternyata dirinya masih berada di apartemen Erland dan ia sampai ketiduran di sofa.
" Tuan saya ketiduran di sini, maaf Tuan, kalau gitu saya harus pulang! keluargaku pasti mencari ku."
Mirah merutuki dirinya bisa bisanya ia sampai tertidur, Mirah baru Ingat sebelum pulang ia istirahat karena masih capek,tapi malah ia tidak sadar malah tertidur.
Mirah melihat jam dan rupanya ia tidur selama 4 jam.
" Tuan saya pulang dulu!"
" Sebaiknya saya antar saja! sebentar saya pakai baju dulu!"
"Mirah tidak bisa lagi menolak ajakan Tuannya, dirinya juga sudah ingin buru buru sampai rumah dibandingkan ia pulang dengan angkutan umum.
__ADS_1