My Sexy Maid

My Sexy Maid
Bunga yang Hilang


__ADS_3

Sejak kejadian itu sampai esok harinya Mirah tidak tenang bekerja semalaman pun ia tidak dapat tidur terbayang hal buruk yang sudah Erland lakukan padanya, pelecehan dan merendahkan dirinya. Mirah membathin Erland berubah menjadi monster, jahat sekali, sambil memijit keningnya kepala nya terasa berat karena kurang tidur.


Dret dret


Ponsel Mirah bergetar tanda pesan masuk, Mirah membuka dan membaca pesan dari Zafran. Mirah tersenyum.


Bagaimana keadaan mu, jangan telat makan.


Pesan singkat yang diakhiri dengan icon senyum.


Apa kau sudah menerima kiriman bunga dari ku


" Euh bunga?"Ucap nya pelan.


Tak lama seorang kurir datang menghampiri meja di mana Mirah berada.


" Selamat siang Mba."


" Selamat siang."Mirah berdiri saat seorang pria datang dihadapan mejanya dengan bouqet bunga ditangan.


" Apa benar ini dengan Mba Mirah?"


" Iya saya sendiri."


" Tolong di terima dan di tanda tangan disini!"


Mirah menerima rangkai bunga mawar merah itu, rupanya kiriman bunga yang di maksud Zafran baru saja tiba.


Setelah kurir itu pergi, Mirah dengan segera membalas Pasan dari Zafran.


Bagaimana kau suka bunga dari ku


Mirah kembali membalas pesan, dan menjawab sesuai hatinya yang cukup tersanjung, setelah selesai saling balas chat, Mirah menciumi bunga itu dan di hirup dalam dalam wangi nya bunga mawar hidup dari Zafran. Wajah Mirah jadi sumringah wanita mana yang tidak bahagia di kirimi bunga dari seorang pria, dalam pikiran Mirah mungkin ini adalah bentuk usaha Zafran untuk bisa menerima cinta Zafran. Bunga itu lalu Mirah letakan di sudut meja, semakin menambah terlihat manis tatanan di meja Mirah.


Mirah mengunci pintu perpustakaan ia akan menuju kantin yang sudah di tunggu oleh temannya, Lela. Setelah berjalan meninggalkan ruang perpustakaan, Erland diam diam seperti seorang pencuri membuka pintu perpustakaan, saat ia baru datang untuk mengajar ia tidak sengaja melihat seorang kurir membawa bouqet bunga masuk ke ruangan perpustakaan, penasaran, Erland masuk ke ruangan itu dan mendapati rangkai bunga berada di meja Mirah, Ia menatap intens pada bunga mawar merah itu terselip kartu kecil tertulis sebuah nama dari si pengirim, Zafran.


Wajah Erland seketika menjadi murka muncul perasaan alami dari dalam hati tidak senang pada Zafran rupanya telah mengirim bunga untuk Mirah.


" Hhm.." Satu sisi sudut bibir Erland terangkat.

__ADS_1


" Usaha yang bagus Zafran, sayang sekali bunga ini aku buang."


Erland meraih bunga itu dan ia bawa keluar menuju tempat tong sampah.


Brugh


Bunga mawar merah segar itu masuk ke dalam tong sampah, Erland dengan santai melangkah pergi setelah membuang bunga itu seraya kedua telapak tangan nya bertepuk menepiskan tangannya yang kotor.


Selesai makan siang Mirah dan Lela akan kembali keruangan nya masing masing mereka melangkah pelan nampak saling berbincang.


"Jadi..tuh cowok sudah nembak elu? dan elu belum bisa memberi jawaban?"


" Gue belum tahu sama perasaan gue sendiri."


" Ya perasaan elu bagaimana ke dia?"


Mirah menjawab dengan mengangkat kedua bahu nya.


" Biasa saja, entahlah!"


Lela hanya menganggukkan kepala.


" O'ya? Owh so sweet banget sih!"


" Elu mau liat bunganya?"


Lela mengangguk antusias.


" Mana gue mau lihat!"


Mirah lalu ingin membuktikan pada Lela bunga pemberian Zafran, kedua nya segera ingin masuk ke ruang perpustakaan, Mirah membuka pintu yang sengaja ia kunci.


Saat keduanya sedang melangkah mendekati meja, dahi Mirah mengernyit ia tidak melihat bouqet bunga mawar berada di sudut mejanya.


" Lho kemana bunga itu?"


Seketika raut wajah Mirah langsung terlihat bingung, kedua bola matanya bergerak gerak mencari bunga yang ia tidak mungkin salah meletakkan bunga kiriman dari Zafran.


" Heum..mana?" Tanya Lela .

__ADS_1


" Kok tidak ada bunganya?"


" Maksud elu apa?"


" Enggak enggak, gue gak mungkin salah taruh."


" Hhmm..elu ngehalu Mir."


" Enggak ah masa iya gue ngehalu?"


Mirah seraya menggaru garukan kepala yang tidak gatal karena bingung, ia ingin membuktikan pada Lela tapi bouqet bunga itu hilang.


Tak lama seorang bagian kebersihan datang menenteng ember dan kain pel.


" Bang Pe'ih, kemari deh!"


" Iya Bu Mirah?"


" Bang Pe'ih lihat bunga mawar di meja saya?"


" Ibu Mirah gimana sih! Saya kan baru masuk."


" Heuh iya ya!, maaf ya Bang Pe'ih."


" Trus mana bunga nya?" Tanya Lela lagi.


" Aduh gue gak tahu deh La, tuh bunga ngilang!"


" Elu kecapean Mir, elu tadi lagi ngimpi."


Mirah jadi merasa tidak bisa membedakan mana nyata mana mimpi, tapi dia masih waras, Mirah hanya berpikir positif saja apa mungkin ada seseorang yang memindahkan bunga nya.


" Ya udah gue balik ke ruangan gue dulu!"


" Hem.." Mirah mengangguk.


Mirah terduduk di kursi itu, masih celingak celingukan, penasaran dengan bunga yang hilang itu mencari melongok sampai ke bawah meja.


" Tidak ada ck..ah sudahlah, mungkin aku memang tadi sedang bermimpi!"

__ADS_1


__ADS_2