My Sexy Maid

My Sexy Maid
Tidak Bisa Menikahi Sarah


__ADS_3

" Kau kembali ke apartemen mu?" Tanya Damian


" Iya Pih.."


" Kenapa tidak bersama Sarah sekalian kau antar pulang?"


Erland menggeleng, dirinya sudah tidak mau tahu pasalnya tunangannya sendiri yang menolak tidak mau diantar pulang, Sarah beralasan pada Erland hendak menemui teman temannya di sebuah cafe. Erland sudah menebak Sarah tidaklah bertemu dengan teman temannya melainkan menemui kekasih gelapnya.


" Papih tahu sendiri kan tadi Sarah sangat menolak aku antar pulang."


" Nak, tinggal 3 bulan lagi lho, kau dengan Sarah akan menikah, apa kalian berdua sudah memesan baju pengantin?"


" Pih Mih, Erland belum bisa dan mungkin tidak akan menikah dengan Sarah!"


Friska dan Damian langsung bersitatap, keduanya menjadi tegang dengan ucapan putra mereka, bukankah hubungan pertunangan putranya yang sudah berjalan terlihat baik baik saja, Erland sudah menerima Sarah.


" Kenapa sayang, apa yang membuat mu tidak bisa menikahi Sarah? Ya awalnya memang kamu tidak mencintai Sarah, dan Mamih pikir berjalan nya waktu kamu sudah menyukai Sarah, dan sudah menerima Sarah?"


Friska kini pusing kepalanya, Putranya ini sangat rumit di tebak.


" Apa kau masih menginginkan pembantu itu?" Ujar Damian kesal.


" Pih.." Friska menyentuh punggung tangan Damian untuk menenangkan.


Erland terdiam, tidak menjawab pertanyaan Papihnya, dari pada semakin muak lebih baik ia kembali ke apartemen, Erland mendesah kemudian ia beranjak berdiri.


" Aku pergi dulu Mih Pih, Assalamualaikum !"


Friska pun ikut berdiri, ia ingin menahan Erland, tapi putranya sudah melangkah keluar dengan langkah yang lebar.


" Nak tunggu!, hahhh!" Friska membuang nafas.


" Waalaikumsalam, hati hati di jalan!" lanjut Friska menatap punggung putranya.

__ADS_1


Erland memilih kembali ke Apartemennya, membawa kegalauannya, kerena mendapat laporan diterima dari penguntit yang ia sewa, Mirah dan Zafran sedang berada di sebuah hotel.


" Gilaa..!" Erland memukul stir menumpahkan kemarahannya.


Erland benar benar sudah kesal dan cemburu, Zafran dan Mirah rupanya sedang berkencan. Ia tidak bisa diam saja, ia harus berbuat sesuatu, agar hubungan mereka tidak semakin terjalin.


Erland menambah kecepatan melajukan mobilnya, agar segera cepat sampai ia ingin minum menghilangkan stressnya.


Sementara Damian dan Friska di dalam kamar masih berlanjut membicarakan putra mereka.


" Jadi bagaimana Pih, Mamih harus katakan apa pada Lasmi, Erland tidak bisa menikahi Sarah?"


" Mamih jangan katakan apa apa dulu pada mereka, kita ikuti saja kemauan Erland pasti Erland ada alasannya, biar dia sendiri yang mengatasi masalah ini, kita jangan lagi ikut campur."


" Tapi tinggal 3 bulan lagi, Pih, pernikahan mereka."


" Iya, tapi cukup kita jangan memaksakan juga Mih..! Putra kita sekarang tertutup, sampai kita sendiri tidak tahu no akses apartemennya."


" Anak itu sekarang berubah jadi pendiam sejak tunangan Papih jadi mengkhawatir kan Erland."


" Mamih juga berfikir yang sama Pih, tapi.. perusahaan baik baik saja kan, Pih?"


" Baik baik saja, tidak ada masalah, Erland tetap profesional bekerja."


" Baiklah Lasmi aku bersiap dulu, kita bertemu di butiq saja.kan?"


Friska setelah menerima panggilan telepon dari Lasmi, ia bergegas bersiap siap berpakaian, rencana yang mendadak untuk berkunjung ke sebuah butiq.Ya, rencana pernikahan Erland dan Sarah sudah mulai harus di persiapkan, Lasmi sendiri yang mengingatkan pada Friska tinggal 3 bulan lagi, Lasmi pula merekomendasikan baju pengantin di butiq langganan Sarah, biar Sarah yang menentukan selera dan bagaimana design baju pengantin yang Sarah inginkan. Lasmi tahu benar selera putrinya ingin tetap mewah dan berkelas.


Langkah Friska sedang menuruni tangga menuju meja untuk sarapan, Friska harus melayani suaminya terlebih dulu sebelum pergi ke butiq, sambil menunggu Sarah menjemputnya. Damian di meja itu sedang membaca koran, wajah Damian lalu menatap pada Friska sudah berpakaian dan berdandan sangat cantik, Damian menautkan kedua alisnya sepertinya hari ini istrinya akan keluar


" Mamih mau kemana?" Damian bertanya saat Friska sudah berada di meja.


" Lasmi mengajak Mamih ke butiq langganan Sarah Pih, ini juga mendadak baru tadi di telpon."

__ADS_1


" Untuk apa ke butiq?"


" Design baju pengantin." Friska seraya merapihkan ikatan dasi di leher Damian yang sedikit kurang rapih.


" Apa tidak bersama Erland juga?"


" Iya, seharusnya Sarah dan Erland yang pergi ke butiq, biar mereka bisa berdiskusi baju pengantin seperti apa yang mereka berdua inginkan, tapi anak itu sedang sibuk, Mamih sudah menelpon Erland, Pih."


Damian kembali matanya membaca koran.


Friska tangan nya mengambil koran yang sedang di baca Damian lalu melipatnya.


" Sarapan dulu, baca korannya nanti di lanjutkan, darling!"


Friska lalu mengambil piring kosong Damian


" Papih ingin sarapan apa?"


" Nasi putih saja, tahu tempe sayur dan ikan goreng."


Keduanya lalu mulai sarapan.


" Apa Erland akan sungguh sungguh menikahi Sarah, Mih, anak itu saja tidak bisa meluangkan waktunya untuk ikut ke butiq, Papih jadi ragu."


Friska mendesah pikiran nya sama dengan suaminya, lagi lagi Friska kembali di rundung rasa menyesal telah menjodoh jodohkan putranya dengan Sarah, Friska jadi membayangkan apa putranya nanti akan bahagia dengan pernikahan yang kedua ini, setelah istrinya meninggal


" Apa sebaiknya kita minta ketegasan dari Erland mulai dari sekarang ya, Pih? mau atau tidak menikah dengan Sarah, daripada nanti, setelah hari h nya..haduh, Mamih jadi takut membayangkan yang tidak tidak, Pih!"


" Kemarin kan Erland sudah mengatakan pada kita, Erland tidak bisa menikahi Sarah, anak itu memang tidak bisa mencintai Sarah, Mih, Erland mencintai Mirah."


" Apa? jadi Kak Erland sampai saat ini tidak bisa mencintaiku dan menikahi ku, Kak Erland mencintai Mirah, pelayan itu!"


Mereka tanpa sadar, sedari tadi rupanya Sarah mendengar semua perbincangan suami istri itu di meja makan, Sarah sudah datang untuk menjemput Friska, yang membuat langkah Sarah terhenti ingin masuk, Sarah mendengar Erland lebih mencintai Mirah. Sarah menjadi murka, rupanya pelayan itu yang sudah membuat Erland mengulur ulurkan waktu untuk bisa menikah dengannya, detik itu juga Sarah akan mengancam Mirah menjauhi Erland agar ia bisa menikah dengan Erland.

__ADS_1


" Pelayan itu menjadi penghalangku selama ini rupanya, dasar ja**g!"


__ADS_2