
Setelah Nyonya dan Tuan besar keluar dari apartemen, Erland terduduk merenungi ucapan Mamihnya, Mirah masih bersuami, entah kenapa dirinya seperti tidak rela dengan claim dari Mamihnya. Mirah baru saja mengganti baju memakai kemeja Erland yang kebesaran keluar dari kamar matanya tidak melihat Erland di meja makan, pikir Mirah Tuannya sedang makan siang, mata Mirah beralih di ruangan tv, Erland terlihat sedang duduk terdiam entah apa yang sedang dipikirkan Tuannya, Mirah lalu menghampiri Erland.
" Tuan.."
" Heum.." Erland sedikit tersentak Mirah memangilnya.
" Tuan belum makan siang, makan siang nya sudah saya siapkan!"
" Iya baik saya akan makan!"
Erland menjawab menatap Mirah dengan wajah dingin, dan rupanya sumirah sudah mengganti seragam dengan kemeja, namun perlahan tatapan Erland berubah bahunya ditegakkan posisi duduknya. Kemeja dipakai Mirah kebesaran dan panjangnya sampai di atas lutut, warna kemeja putih polos lengan panjang sangat pantas dikenakan Mirah yang putih kulitnya ditambah rambut Mirah yang basah di biarkan diurai agar cepat kering, Mirah pembantunya benar benar mahluk yang indah dan Sexy di mata Erland.
" Masha Allah my Maid..!" Kagum Erland dalam hati.
Merasa di tatap Tuannya seperti itu Mirah risih, apa kemeja yang di pakai nya terlihat aneh, maklum saja kemeja pria. Mata Erland tak berkedip pada objek di depannya seperti terhipnotis, sampai akhirnya tatapan Erland terputus Mirah memanggil namanya seraya melambaikan tangan.
" Tuan..!"
" Helo Tuan Erland..!"
__ADS_1
" Eugh iya Mirah?"
" Makan siang sudah siap Tuan!"
" Iya Mirah terimakasih sudah mengingatkan saya."
" Saya ke ruang laundry, kalau Tuan sudah selesai panggil saya saja!"
" Hhm..i-iya Mirah!" Erland mengangguk.
" Permisi..!"
Sambil menunggu Tuannya selesai makan siang lebih baik Mirah mencuci seragamnya yang basah tadi karena pancuran air shower sampai seragam itu kering Mirah akan memakainya kembali.
Seragam Mirah sudah kering di pengeringan mesin cuci lalu di jemur, saat tangan nya menjemur kemeja Mirah sedikit naik menampakan paha bagian belakang nya sangat mulus dan kencang.
Erland menghampiri Mirah ke ruang laundry ingin memberitahukan bahwa ia sudah selesai makan siang dan siap untuk kembali ke kantor. Dan lagi lagi Erland tidak sengaja matanya melihat kemulusan kedua paha Mirah yang ramping dari belakang.
" O Gosh..!"
__ADS_1
" Mirah..!"
Mirah membalikkan badan Erland memangilnya.
" Iya Tuan..!"
" Saya sudah selesai, saya kembali ke kantor..!"
" Iya Tuan, hati hati di jalan." Mirah membungkuk.
" Iya.."
Erland melangkah dengan cepat tidak mau berlama lama, berhadapan dengan Mirah bisa membuat junior nya bangun dari tidurnya. Mirah mengikuti Erland dari belakang memastikan Tuannya akan kembali ke kantor.
Erland langsung membuka pintu dan langsung menutup tanpa mengeluarkan sepatah katapun atau pamit pada Mirah. Sampai di luar dada Erland berkecamuk ingin mendekati Mirah, ingin puas memandangi Mirah tapi sadar ada pembatas yang menghalanginya, Mirah istri orang.
Mirah sendiri heran dengan sikap majikannya setelah orang tuanya singgah ke apartemen wajah Erland berubah.
" Tuan Erland kenapa ya? tumben dia tidak pamit..ah sudahlah lebih baik aku melanjutkan pekerjaan ku setelah itu pulang. Mirah berlalu kembali ke ruang laundry.
__ADS_1