My Sexy Maid

My Sexy Maid
Bertemu Teman Lama


__ADS_3

TOK TOK


" Permisi pesanan atas nama Bapak Hendra..!"


Hendra pun segera bergegas keluar, setelah menerima makanan ia akan mengambil uang untuk membayar nya.


" 50 ribu Pak!"


" Baik tunggu sebentar!"


Hendra masuk ingin mengambil uang nya, namun Hendra melihat uang yang di dompet hanya tersisa 100 ribu saja.


" Kemana uang ku, kenapa hanya 100 ribu?"


Hendra penasaran memeriksa uang di kantong celana yang dia pakai semalam namun uang cash 2 juta yang ia ingat ada di dalam dompet tidak di temukan hanya receh 5000 dan logam.


" Uang ku hilang? tidak mungkin kemarin aku masih tarik tunai?"


Merasa takut sang pengantar makanan online menunggu terlalu lama, Hendra pun membawa dompet nya, dan segera membayar pesanannya.


Hendra duduk di ruang tamu ia masih memikirkan uang nya, tidak mungkin uang itu jatuh karena seingatnya ada uang cash di dompet nya.


" Mas, mana sarapan nya? aku sudah lapar!"


Ratna keluar dari kamar hanya berbalut selimut lalu langsung menuju ke meja makan dan duduk dilihat meja itu kosong.


" Sebentar sayang, ini sarapannya!"


Hendra langsung beranjak dan menuju ke meja.


" Ck..aku sudah lapar Mas, sudah datang makanan nya kok bukan nya di taruh di meja?"

__ADS_1


" Iya sayang maaf! Mas ambilin piring nya dulu!"


" Iya cepetan Mas, aku sudah lapar banget nih!"


Hendra pun bergegas membawa piring dan menyiapkan sarapan untuk dirinya dan Ratna di meja.


Setelah selesai sarapan, Hendra langsung membawa piring kotor itu ke belakang, Ratna yang sudah merasa terisi perut nya kembali ke kamar.


" Sayang..!"


" Heum?"


" Untuk makan nanti lagi kita masak saja yaa!"


" Aduh Mas, nanti sajalah! ini juga kita sarapan udah hampir siang!"


" Maksud Mas, untuk makan malam."


" Baiklah, sayang!"


,


,


,


,


,


Sumirah yang baru saja dari Bank, ia akan segera menemui sahabat nya itu, teman nya sudah menunggu. Pagi pagi sebelum checkout dari hotel Sumirah sudah menghubungi temannya.

__ADS_1


" Mirah!"


" Lela !"


Mereka berdua pun bertemu di sebuah rumah makan sederhana, dan saling berpelukan karna sudah 5 tahun mereka baru bertemu kembali.


" Maaf La, apa menunggu ku lama?"


" Tidak juga, baru 5 menit yang lalu, kamu sudah makan?"


" Aku sudah sarapan tadi di hotel."


" Kita makan dulu yaa! ini sudah siang, kita duduk saja dulu!"


" Terimakasih ya La!"


" Ini anak mu, lucu gemesin yaa! cantik seperti mu." Sambil mencubit pelan pipi intan.


Mereka pun berdua berbincang bincang sambil makan, Sumirah menceritakan apa yang telah terjadi dengan suami nya pada teman nya itu.


" Sudah lah Sumirah, laki laki seperti itu jangan kamu tangisin, dia suami dan sekaligus ayah yang tidak bertanggung jawab, apa kurang nya kamu coba, kamu cantik pintar memasak, mulai sekarang sayangi diri kamu saja, lihat deh kamu kurus, benar benar itu Hendra biarin saja nanti kualat!"


" Aku menyesal terlalu cepat mengambil keputusan untuk menikah dengan Hendra waktu itu!"


" Padahal kamu itu pintar, disekolah saja kamu mendapat beasiswa, kenapa gak kuliah aja sih!"


" Aku waktu itu tidak biaya untuk kuliah, La..! lu tahu kan keadaan gue, tapi aku dulu pernah minta sama Mas Hendra untuk kuliah, dan Mas Hendra menyetujui nya, karena Mas Hendra mau membiayai kuliah untuk ku, tapi aku pikir pikir lagi Mas Hendra harus mengirim uang untuk Ayah nya yang sakit sakitan untuk biaya pengobatan, La..jadi ya aku urung kan kembali."


" Jadi lu mau kerja nih?"


" Iya La, gue harus kerja untuk biaya hidup gue dan juga untuk Intan."

__ADS_1


__ADS_2