
" Euh..awok awok tuh apa Mih?"
Damian baru dengar istilah bahasa baru.
" Shh ihh Papih bahasa anak Tik tok!"
" Heum..Mamih main Tiktok?"
" Iya lah semua juga main Tiktok, kita main Tiktok yuk Pih, seru Pih!"
" Malu ahh udah tua!, awas kamu nanti di godain sama berondong..!"
Friska tertawa lebar, sejenak keduanya jadi lupa tujuan utama ke apartemen ingin bertemu dengan Erland.
Mirah belum juga membalikan badan, sampai akhirnya tangan Erland menyodorkan kemeja miliknya untuk di pakai Mirah.
" Nih pakai saja kemeja saya!"
Mirah menoleh ke samping rupanya Erland memberikan kemeja untuknya mengganti seragamnya yang basah.
" Euh kemeja Tuan ?"
" Iya pakailah! atau mau kaos saya, terserah saya tidak mau kamu sakit karena kedinginan."
" Tapi saya pulang saja Tuan?"
Mirah menjawab belum juga membalikkan badannya menghadap Erland.
" Pulang? enak saja saya! sebentar lagi saya akan ke kantor, lagian kamu belum selesai melanjutkan membersih kan kamar mandi."
__ADS_1
Mirah terpaksa tidak bisa pulang setengah hari karena tidak di ijinkan Erland. Selagi Mirah belum membalikkan badan Erland sedang memakai kemeja.
" Iya baik lah Tuan, saya ganti baju dulu!"
Mirah segera keluar membawa kemeja Erland untuk ganti baju ke kamar belakang namun sebelum Mirah melangkah sampai pintu, orang tua Erland tiba tiba muncul, Friska dan Damian masuk ke kamar Erland dan mereka seketika menatap curiga lalu menelisik keberadaan Erland dan Mirah di dalam kamar apalagi Erland tangannya masih mengancingkan kemejanya.
" Astagfirullah! Erland Mirah apa yang sudah kalian lakukan ?" Ucap Friska
Mirah dan Erland pun sontak kaget dengan kedatangan Friska dan Damian ke apartemen.
" Mamih Papih..?"
" Tuan Nyonya..?"
" Kalian berdua ketangkap basah ya sama Mamih dan Papih." Ucap Friska lagi.
Erland dan Mirah langsung sama sama bertatapan, Erland lalu menangkap pikiran orang tua nya pasti menuduh dirinya dengan Mirah telah berbuat macam macam.
" Iya Nyonya..kami berdua-"
" Mirah kamu diam ya! Mamih akan menghukum Erland!"
" Tapi Nyonya..Tuan Erland tidak berbuat apa sama saya.."
" Tidak berbuat apa apa bagaimana?"
" Sungguh Mih!" Balas Erland.
Erland terus menyangkal jangan sampai Mamih dan Papih nya jadi menilai Mirah dan juga dirinya tidak bermoral dan tidak punya atitude, Erland terus bertaruh harga dirinya sebagai anak yang berbakti pada orang tua, Mirah sendiri sudah takut gugup dan gemetaran kepalanya terus menunduk, dirinya juga bersalah kenapa juga harus kembali ke kamar jadi begini hasilnya malah ke gep dan dituduh yang bukan bukan.
__ADS_1
" Tuh kan Pih..untung saja kita ke sini!"
" Mamih sudahlah jangan menuduh mereka, kasihan Mirah belum tentu mereka berbuat."
" Tapi Pih mereka lagi dikamar berduaan, kita panggil saja penghulu segera nikahkan mereka!"
Mirah sontak mendongakkan kepala mendengar ucapan Nyonya Friska.
" Apa Mih? yang benar saja Mih! tapi...kalau Mamih dan Papih maunya begitu ya sudah Erland pasrah!" Wajah Erland berubah senyum.
" Tuan..!!" Seru Mirah menahan Erland.
Mirah makin terkejut dua kali lipat dengan ucapan Erland, Damian pun sama tak kalah terkejut dengan ucapan putranya sedangkan Friska matanya belalak mulut nya menganga.
" Emang dasar kamu ini ya!"
Friska menghampiri Erland lalu menjewer telinga Erland.
" Aduh Mih ampuun..!"
Erland bukannya takut malah ketawa, Friska semakin gemas di buatnya, tangan Friska lalu memukul mukul lengan Erland, namun bagi Erland pukulan Mamihnya tidak lah sakit.
" Iya Mih ampun!"
" Ieu budak di bejaun malah ngelunjak!
" Katanya Mamih mau panggil penghulu, sekarang juga Erland tunggu!" Ledek Erland.
" Cicing..!"
__ADS_1
Melihat tingkah istri dan Anak nya, membuat Damian ketawa, Mirah pun juga menutup mulut nya menahan ketawa.