
Sejak semalam Hendra mengeluh sakit pada lambungnya, ia tidak dapat tidur sampai pagi padahal hari ini ia harus berangkat bekerja. Ratna berada disampingnya sama sekali tidak terganggu tidurnya. Hendra sedikit kesal pada Ratna yang sama sekali tidak memberi perhatian padanya. Dengan tubuh yang lemah Hendra menepuk bahu Ratna supaya bangun dan membuatkan sarapan untuknya.
"Sayang bangun!"
" Euhh..aduuhh, aku masih ngantuk." Balas Ratna masih memejamkan mata.
" Sayang Mas mau ke kantor, buat sarapan Mas tidak kuat bangun perut Mas sakit."
Wajah Hendra menahan sakit sekuat tenaga membangunkan Ratna yang belum membuka mata, Ratna pun jadi terusik tidurnya.
" Mas aku tuh masih ngantuk nanti ajalah, kan masih ada sisa makanan semalam, makan saja yang ada di meja Mas."
Tubuh Ratna membelakangi Hendra setelah menolak permintaan Hendra dan kembali tidur. Hendra menarik nafas berat sambil meringis sakit ia pun mengalah dan memaksakan dirinya bangun untuk sarapan mengisi perutnya yang sakit, dan harus bekerja.
Tapi saat Hendra bangun dan baru melangkah Hendra merasakan mual di perutnya, perutnya bergejolak seperti ingin mengeluarkan isi di perutnya, masih berada di kamar Hendra muntah muntah.
Hoekk hoekk
Tubuhnya senakin lemas tidak bertenaga, rasa mual di perut nya masih di rasakan Hendra kembali muntah muntah.
Hoekk hoekk
" Ya Allah kenapa sakit sekali perutku!"
__ADS_1
Hendra terduduk di tepi ranjang tempat tidur, dan mulai kembali mengeluarkan isi perutnya.
"Hoekk hoeek
Ratna yang mendengar Hendra sedang muntah muntah terbangun, dan melihat tubuh Hendra yang sedang duduk membungkukkan badan.
" Mas kamu kenapa?"
" Perut Mas sakit dan mual sayang." Ucapnya lemah.
Ratna matanya seketika melihat di lantai yang kotor dari isi perut Hendra jadii geli dan jijik.
" Mas kenapa muntah di sini sih?" Kesal Ratna.
" Mas tidak kuat jalan sayang!"
Ratna yang kesal pada Hendra dan juga jijik melihat kotoran di lantai ingin pergi dan meninggalkan Hendra.
" Sayang kamu mau kemana?"
" Aku mau mandi!"
Hendra yang masih duduk diam saja sambil menahan sakit dan perih di perut nya, tangan nya meraih ponsel ingin menghubungi kantor memberitahukan untuk ijin tidak masuk bekerja karena sedang sakit. Selang beberapa menit Ratna yang baru selesai mandi berganti pakaian dan hendak pergi.
__ADS_1
" Sayang kamu mau kemana?"
Ratna yang masih kesal diam saja tidak menjawab Hendra, ia berdandan sangat cantik. Hendra hanya menatap istrinya yang sepertinya akan pergi, Ratna sedang menyisir rambut nya dan siap siap untuk pergi.
" Kamu mau pergi ?"
Ratna tetap diam tidak sama sekali bicara. Ratna hendak keluar dari kamar namun Hendra ingin menahannya.
" Sayang mau kemana?"
" Bukan urusanmu, urus saja diri kamu sendiri?"
" Sayang Mas lagi sakit kenapa malah mau pergi?"
" Aku muak Mas, kamu jorok aku jijik lihat kamar ini kotor dengan muntah kamu!"
" Sayang maafin Mas ya! Mas mohon jangan pergi, Mas kan lagi sakit!"
" Halahh..dikit dikit sakit perut, dasar penyakitan!"
" Mas mohon jangan pergi, Mas mau kamu antar Mas ke rumah sakit!"
Ratna tidak peduli ia tetap akan pergi, membiarkan Hendra yang sakit, Ratna akan kembali sore hari nya.
__ADS_1
" Aku pergi dan sore akan pulang, dan aku tidak mau melihat lantai ini masih kotor!"
Hendra benar benar tidak berdaya ingin menahan Ratna saja rasanya tidak ada tenaga karena sakit di perutnya. Hendra akhirnya membiarkan istrinya pergi, biarlah Ratna pergi dulu Ia akan membersihkan lantai yang kotor agar Ratna tidak lagi marah padanya.