My Sexy Maid

My Sexy Maid
Tanggung Jawab


__ADS_3

Saat ini Lasmi Ibu Sarah sedang memikirkan bagaimana agar putra dari penerus Wijaya jatuh kepelukkan putrinya, sebagai Ibu tentunya ingin putrinya bahagia, Erland adalah pilihan yang tepat untuk Sarah sudah pasti Sarah akan bahagia bergelimang harta, siapa yang mau menolak bila dijodohkan dengan putra Wijaya yang tak pernah habis kekayaanya sampai turun temurun. Sang duda Erland pria tampan dan juga hartawan itu menjadi mantu idaman incaran calon mertua. Dan Sarah memang sejak kecil apapun keinginannya Lasmi dan suaminya selalu memenuhi permintaan Sarah.


" Aku akan bicara pada Friska, sebelumnya bukan kah dia yang lebih dulu menggebu gebu ingin putranya di jodohkan dengan Sarah? kenapa sekarang Friska juga yang tidak menanggapi lagi."


Lasmi yang datang membawakan makan siang untuk suaminya kini sedang duduk menemani Handoyo di kantor. Handoyo selesai bekerja ingin makan siang yang dibawakan istrinya sesaat memperhatikan Lasmi terdiam seperti sedang memikirkan sesuatu.


"Kenapa Mam, apa yang sedang kau pikirkan?" Tanya Handoyo


" Friska Pah, sudah seminggu ini kalau mama telp sibuk terus padahal mama ingin tahu kelanjutan hubungan Sarah dengan Erland..kalau mama ingin membahasnya alasannya lagi sibuk."


" Ya mungkin memang lagi sibuk kali mah..!" Ujar Handoyo seraya menutup laptopnya dan melepas kacamatanya.


" Mungkin sih Pah, mama masih berfikir positif saja, tapi yang Mama mau kepastiannya dari Friska jadi atau tidak? Sarah dengan Erland? itu saja."


" Lho bukankah Erland sendiri yang tidak beri kepastian, buat apa mama mendesak Friska?"


" Pah..ini awalnya Friska sendiri yang menawarkan pada Mama, Erland di jodohkan pada Sarah."

__ADS_1


" Mam anak kita perempuan kalau memang Erland tidak ada respon dengan Sarah, ya sudah..!"


" Pah Sarah anak kita cantik pintar apa coba kurangnya Sarah pah?"


" Jadi sebenarnya Mama ingin sekali Erland harus jadi menantu kita?"


" Jelas lah Pah! Erland putra dari Keluarga Wijaya itu kan terkaya di kota B ini Pah, jadi semua harta Wijaya itu pasti akan jatuh ke Sarah Pah, kalau mereka sampai menikah."


" Astaghfirullahalazim Mahh, bukan seperti itu juga Mah, ini menyangkut harga diri Mah, harga diri putri kita."


" Heuhh Papa ini, justru itu, mau di bawa kemana muka Mama, Mama sudah senang Sarah di jodohkan dengan Erland dan sudah mengatakan pada teman teman Mama. Friska sendiri yang menyodorkan Erland pada Sarah."


" Iya Pah..Mama mau Friska harus bertanggung jawab, dari sejak pertemuan keluarga kita dan keluarga Wijaya Sarah dan Erland harus ada kelanjutannya, karena ini sudah menyangkut perasaan anak kita.."


Handoyo mengangguk kasihan Sarah pasti akan malu ditolak oleh Erland.


" Lalu..apa yang Mama ingin rencanakan?"

__ADS_1


" Mama akan desak terus Friska dan Damian dan mereka harus bertanggung jawab karena sudah terlanjur mempertemukan Sarah dengan Erland.."


" Tapi..?"


" Tapi apa Pah?"


" Bisa saja Friska dan Damian awal nya memang menghendaki putranya dengan Sarah, tapi lain dengan Erland? Itu mah!"


" Hhm..Erland masih jual mahal Pah, tapi mama yakin Erland akan menuruti permintaan orang tuanya mempertanggungjawabkan Sarah."


" Apa mama yakin?"


" Yakin Pah, lagi pula coba papa pikirkan kalau sampai Erland menikahi Sarah, akan menjadi keuntungan kita Pah..perusahaan menjadi berkembang dan juga perusahaan akan selamat terbebas dari hutang hutang Pah!"


Handoyo tersenyum ia setuju dengan pendapat istrinya yang cemerlang.


" Kau memang pintar Mah, kau memang pantas jadi istriku."

__ADS_1


Lasmi membalas senyum, merasa senang dengan pujian dari suaminya Lasmi kemudian memeluk pinggang Handoyo bergelayut manja.


" Ayo Pah! sudah waktunya makan siang, papa makan dulu!"


__ADS_2