
Erland sedang mandi suara gemericik air terdengar dalam kamarnya, begitupun Mirah yang berada di kamar Tuannya, dengan cepat ia merapihkan tempat tidur Erland selagi majikannya sedang mandi, akan sungkan rasanya hati Mirah bila berada didalam kamar.
Mirah buru buru membersihkan kamar Erland. dan membawa pakaian kotor Erland diranjang pakaian sebelum Erland keluar dari kamar mandi, Mirah takut terjebak berduaan saja di dalam kamar itu seperti beberapa hari lalu.
Mirah mulai mencuci di ruang laundry, Erland sudah selesai memakai kemeja dan ini saatnya yang membuat Erland degdegan apakah Mirah bersedia membantu memasangkan dasi dan juga jas ke kantor.
" Mirah..!" Panggilnya dari dalam kamar.
Samar samar di telinga Mirah sepertinya suara Erland memanggilnya, karena tertutup oleh bisingnya suara mesin cuci.
" Tuan Erland sepertinya memanggilku.." Gumamnya.
Mirah buru buru menghampiri Tuannya masih di dalam kamar.
" Tuan manggil saya?"
" Iya, tolong bantu saya pilihkan dasi dan jas yang cocok untuk saya pakai hari ini ke kantor."
" Oh baik Tuan mari saya bantu!"
Mirah matanya langsung melihat dan memilih deretan dasi dasi dan jas majikannya yang di gantung yang memang Mirah sudah hapal milik Tuannya sebab ia sendiri juga yang menyusun isi di lemari pakaian Erland. Mata Mirah kemudian tertuju pada dasi yang corak dan warna yang senada dengan warna jas Erland warna biru navy. Mirah meraih dasi dan jas itu.
" Dasi ini saja Tuan sangat pas dengan warna jas Tuan."
Erland mengangguk ia senang dengan pilihan Mirah.
" Tolong pakaikan dasinya sekalian!"
Pinta Erland kepada Mirah Erland menunjukan ekspresi biasa saja padahal dalam dadanya deg deg ser. Mirah pun wajahnya terperangah dengan perkataan Erland ia tidak menduga majikannya sekalian memintanya memasangkan dasi.
" Cepat! nanti saya telat!"
__ADS_1
" Eum ba-baik Tuan!"
Mirah menurut dengan ragu ragu langkahnya mendekat pada majikannya, apalagi dari sirat mata majikannya terbaca bahwa titahnya tidak boleh di tolaknya, sorot mata Erland sangat tajam ke arahnya. Jantung Mirah berdetak kencang saat ia sudah berdiri dengan jarak begitu dekat berhadapan dengan tubuh Erland yang berdiri menjulang tinggi, tangan Mirah mulai memasang dasi, dilihat Erland tangan Mirah gemetaran saat ia mengalungkan dasi ke leher Erland wajah Mirah pun mendongak namun ia tidak mau menatap wajah Erland yang terus menatap dirinya, Erland tersenyum sama samar.
Tapi aroma wangi tubuh parfume maskulin Erland malah membuat Mirah tergoda begitu menenangkan di penciumannya, apalagi nafas dari mulut Erland yang segar harum mint membuat Mirah tidak sengaja menghirup dalam dalam sangat menyegarkan, karena jarak yang terlalu dekat.
Mirah sudah belajar semalaman dan sudah hafal tapi entah kenapa saat membuat simpul dasi ingatannya menjadi buyar, hingga ia lupa caranya mulai dari mana memasang dasi itu sampai di ulang ulang lagi. Erland yang berdiri di hadapan Mirah menautkan kedua alisnya.
" Ehem.." Erland berdehem.
" Mirah, semalam kamu katakan kalau kamu bisa memasang dasi, kenapa di ulang ulang lagi?"
" Maaf Tuan, sa-saya kok jadi lupa ya!" Balasnya tidak menatap Erland.
" Kamu sengaja, heum?"
" Euh maksud Tuan?" Mirah mendongak membalas tatapan Erland.
Mirah mengangguk nafasnya terdengar Erland tersendat sendat. Mirah mengumpulkan kewarasanya ia fokus memasang dasi dan akhirnya dasi itu berhasil di pasang tapi Mirah memasangnya terlalu kencang.
Srett.
" Akk..!"
" Sudah Tuan, Tuan kenapa?"
" Leher saya kecekik Mirah..kamu terlalu kencang memasang dasi!"
" Maaf Tuan!"
" Heuh ulang lagi!"
__ADS_1
Mirah terpaksa mengulang nya lagi sampai banar banar pas dan rapih ikatan dasi itu di leher beton Erland.
" Sudah Tuan!"
" Hem Terimakasih!"
" Sebentar Tuan!"
Reflek Mirah menahan menyentuh bahu Erland sebentar tangannya sedikit merapihkan lipatan kerah belakang kemeja Erland agar lebih rapih lagi, lalu telapak tangannya mengusap lembut menyapu kemeja Erland seperti ada serat halus kain menempel di bahu kanan Erland sudah kebiasaannya memakaikan baju Intan, Erland tidak menolak hati nya malah bersorak senang.
" Sudah Tuan!"
" Bantu pakaikan jas saya!"
Mirah menurut Erland merentangkan tangan kanan nya, Mirah memasukan mulai dari bagian tangan jas model slimfit double breast itu, setelah nya Mirah mengancingkan dua kancing jas Erland.
Mirah mundur dua langkah setelah membantu Tuannya memakaikan dasi dan jas memperhatikan dengan seksama apakah sudah sempurna penampilan Erland, tapi tanpa sadar ia malah kagum dengan penampilan majikannya yang terlihat sangat tampan dan keren.
" Tuan tampan sekali, ups!" Ucap Mirah spontan namun ia sadar dengan ucapan nya yang lolos begitu saja dari mulut nya, Mirah langsung menutup mulut nya dengan tangan.
Erland tidak menduga dengan ucapan Mirah ia begitu bahagia mendengarnya tapi ia tahan sekuat nya memasang wajah biasa saja di depan Mirah.
" Lancang ya kamu!"
" Maaf Tuan!" Sambil memukul mukul pelan mulutnya..
Tingkah Mirah yamg memukul mukul pelan mulutnya terlihat lucu dan menggemaskan di mata Erland.
" Ikut keruang kerja saya!"
" Euh Baik Tuan!"
__ADS_1
Entah apalagi permintaan majikannya itu untuk di bantu olehnya, sepertinya Erland benar benar menambahkan pekerjaannya lagi.