
Mirah lanjut mengikuti Darmi seperti anak yang takut kehilangan induknya, namun pikirannya yang di katakan Erland masih bertanya tanya perihal bahwa pria itu tidak pernah bertemu dengan dirinya. Tapi sekejap sampai di kamar Erlando hilang rasa penasaran karena ia harus fokus memperhatikan Darmi.
" Nah ini kamar Tuan Erland, kau perhatikan dulu cara saya merapihkan ranjang tidur ini."
' Eum..iya." Mirah mengangguk.
Tangan Darmi langsung melepas seprei dan sarung sarung bantal di ganti yang bersih, Mirah terus memperhatikan cara Darmi mengganti dan menyusun bantal bantal lalu melipat selimut tebal di atas ranjang yang berukuran king size itu. Menurutnya Darmi memang sangat lihai merapihkan seprei itu dan cara menyusunpun beda. Dalam hitungan 10 menit ranjang tempat tidur itu sudah rapih seperti ranjang tidur dihotel bintang lima. Mirah memang sudah biasa memasang seprei tapi yang di lihat cara Darmi sangat profesional. Maklum saja ranjang tidur di rumah kontrakan sama yang di depan mata ini sangat jauh beda, ranjang tidur ini begitu mewah segala yang dipasang bukanlah barang murah bahannya saja sangat halus dan lembut.
" Kamu bisa kan?"
" Iya Bu.."
" Tapi ini hanya contoh saja, kan kamu di butuhkan hanya dua hari saja..sekarang saya mau lihat cara kamu merapihkan ruang ini. Tuh ada pakaian kotor Tuan kau masukan kedalam ranjang kotor dan bawa keruang laundry tempatnya di sebelah dapur."
Darmi kini yang memperhatikan Sumirah cara merapihkan ruangan kamar juga kamar mandi di dalam kamar. Banyak sekali pakaian kotor Erland yang sudah menumpuk dan hari ini juga Sumirah akan mencuci dan menyetrika pakaian Erland.
Kamar Erland sudah bersih dan rapih, Darmi dan Mirah lalu keluar. Tanpa di sadari Mirah mata Erland menatap Mirah dari meja makan. Darmi kemudian menyuruh Mirah ke ruangan khusus laundry untuk mencuci pakaian dan sprei kotor. Tatapan Erland belum putus mengikuti Mirah berjalan sampai keruangan laundry, sampai akhirnya Darmi menghampiri Erland di meja makan.
__ADS_1
" Bagaimana Nak Erland? Mamih hanya memberi tugas 2 hari saja setelah itu Mirah kembali bekerja di rumah, karena nanti akan ada yang menggantikan Mirah, Tapi kalau Nak Erland memang butuh banget ya sudah nanti Bu Darmi Carikan lagi."
Erland mulai berfikir ia masih punya waktu 20 menit sebelum berangkat kekantor selesai sarapan ia bicara pada Darmi.
" Bu Darmi..jadi dia bekerja dirumah?'
" Iya Nak Erland, itu juga untuk sementara waktu, menunggu Sri pulang dari kampung, setelah itu Mamih akan memberi pekerjaan pada Mirah di sekolah sebagai penjaga perpustakaan, kan sebentar lagi penjaga perpustakaan akan resign dan di gantikan Mirah.
" Jadi dia bekerja dirumah, dan juga akan bekerja di sekolahan, berarti aku akan bertemu dengan dia terus." Erland membayangkannya tak sadar sudut bibirnya samar samar membentuk senyuman.
" Eghm..." Erland berdehem.
Erland ingin Mirah bekerja tidak saja dua hari, ia masih ingin Mirah berada di apartemennya, selama Erland lembur dengan pekerjaan kantornya. Erland tersenyum senang ia akan meminta pada Mamihnya biar Mirah saja yang melakukan pekerjaan bersih bersih di apartemennya. Erland ingin menahan Mirah menunggunya sampai pulang dari kantor.
" Nak Erland, selesai Mirah bersih bersih baru nanti di jemput lagi, dan Ibu juga harus kembali sekarang, karena Mamih cuma kasih waktu satu jam saja."
" Baik Bu Darmi, Erland juga harus ke kantor, kita turunnya sama sama yaa, Bu."
__ADS_1
" Iya Nak, sebentar Ibu panggil Mirah dulu!"
Darmi lalu memanggil Mirah di ruang Laundry
" Mirah Ibu sudah selesai, dan harus kembali kalau kamu sudah selesai semua, telpon supir yaa biar di jemput."
" Baik Bu.."
Erland kembali menatap wajah Mirah yang terlihat sangat gugup di depannya.
" Kamu jangan salah ya bekerja, saya tidak suka orang yang lelet dan tidak beres kerjanya." Ucap Erland tegas.
" Kalau bisa kamu masak siang saya akan pulang dan makan di sini saja."
" Baik Tuan..!"
Darmi tersenyum seperti nya Erland ini ingin mengerjai Mirah, dan Darmi sudah beberapa kali tidak sengaja melihat Erland selalu menatap Sumirah.
__ADS_1
" Ibu pulang dulu!"
Erland dan Darmi pun sama sama keluar dari apartemen, selama berjalan keluar dari apartemen sebenarnya Erland ingin bertanya tanya tentang Mirah, namun ia ragu, Erland tidak mau Bu Darmi menebak nebak ada perasaan pada Sumirah.