My Sexy Maid

My Sexy Maid
Menutup Mata


__ADS_3

Mirah dan Endang yang sedang bermain bercanda ria bersama Intan nampak tertawa geli sampai terpingkal pingkal karena tingkah Intan yang lucu dan menggemaskan, tak lama setelah itu Intan mulai lelah bermain mulut mungilnya mulai menguap ngantuk.


" Anak Mama sudah ngantuk, ya!"


Intan mengangguk, anak itu lalu menghamburkan kepelukkan Ibunya yang duduk menemani putrinya bermain. Mainannya yang berserakan dilantai di tinggal begitu saja, anak kecil itu merajuk minta di buatkan susu botol sebelum tidur.


" Mama buatkan susu dulu, setelah itu Intan bobo ya!"


Setelah membuatkan susu botol untuk Intan, Mirah masih harus membereskan mainan Intan.


Drett drett


Suara ponsel Mirah bergetar, sambil membereskan mainan mainan Intan, Mirah menerima panggilan telepon ponselnya.


" Bu Lukman menelpon ku?" Gumamnya pelan sebelum menjawab.


" Hallo.. Asallamualaikum Bu Lukman!"


📞 " Waalaikumsalam, Mir!"


Raut wajah Mirah terlihat tersenyum, ia senang Bu Lukman menelponnya, namun apa yang terjadi dalam percakapan diponsel Mirah, Bu Lukman memberitakan bahwa Hendra yang masih suaminya itu di bawa kerumah sakit. Wajah Mirah berubah panik dan menangis karena Hendra di kabarkan dalam keadaan sudah kritis.


" Baik Bu! Mirah akan segera ke rumah sakit!"


" Ada apa, Mbak?"


" Ada apa Mir, kenapa kamu menangis?" Tanya Warti.


" Mas Hendra Bu, di rawat di rumah sakit, Mirah harus kesana sekarang!"


" Ibu ikut ya!"

__ADS_1


" Iya Bu! Dek, kamu tolong jaga Intan ya, Mbak sama Ibu harus kerumah sakit!"


Sampai di rumah sakit, Mirah langsung bicara pada Bu Lukman dan Pak Lukman.


" Bu Lukman Pak Lukman, kenapa dengan Mas Hendra apa yang sudah terjadi?"


" Nanti saja kami ceritakan, sekarang kamu temui Hendra!"


Mirah mengangguk dengan langkah cepat Mirah masuk dalam ruang UGD, dokter dan perawat sedang menangani Hendra.


" Pak Dokter, bagaimana keadaan suami saya, apa yang terjadi?"


" Kami sedang berusaha menangani suami anda Nyonya,, tapi sangat di sayangkan kenapa baru di bawa kerumah sakit?"


Mirah menggeleng sama sekali tidak menahu apa yang telah terjadi dengan Hendra.


" Maaf dokter saya tidak tahu sama sekali!"


" Baik Dokter lakukan yang terbaik!"


" Iya Nyonya, sebaiknya Nyonya tunggu di luar dulu!"


" Baik Pak Dokter!"


Namun baru saja Mirah hendak keluar Hendra merintih lemah memanggil namanya.


" Mir..!"


Mirah mendekat kembali dan meminta ijin pada dokter dan perawat.


" Dokter, suami saya memanggil saya, boleh saya bicara sebentar sebelum saya keluar?"

__ADS_1


Setelah di ijinkan Mirah langsung berdiri di sisi ranjang tidur rumah sakit, Mirah langsung menggenggam tangan Hendra.


" Mas bertahanlah! Mas harus sembuh!"


Hendra menggeleng lemah, suaranya yang pelan ingin berucap pada Mirah, Mirahpun peka ia mendekatkan wajahnya pada wajah Hendra.


" Mas..ingat Intan! kami masih membutuhkan mu, Mas pasti sembuh!" Ucap Mirah dengan berderai air mata.


Hendra tersenyum samar samar, merasakan dirinya sudah sangat lemah.


" Mmmaaffkann Mas!"


" Iya Mas..!" Mirah mengangguk mengerti walaupun suara Hendra terdengar lemah dan tersendat sendat bicaranya.


" Mas jangan banyak bicara dulu!" Ucap Mirah lembut.


Tatapan Mata sayu Hendra penuh arti, sepertinya nya Hendra ingin menyampaikan bahwa dirinya sudah tidak kuat lagi, ia tersenyum samar akhirnya bisa melihat Mirah kembali yang sudah berdiri sampingnya. Tangan Mirah menggenggam tangan Hendra lalu diciuminya punggung tangan Hendra. Telapak tangan Hendra di letakkan di pipinya, sambil memejamkan matanya Mirah merasakan kembali sentuhan telapak tangan Hendra yang mulai dingin, Ibu jari Hendra masih sempat bergerak dengan gerakan mengusap pelan membelai wajah Mirah.


Tatapan mata Hendra bergeser ke satu arah dengan tatapan kosong.


" Mas lihat aku!" Masih dengan menggenggam tangan Hendra.


" Mas pasti sembuh!"


Namun kedua kelopak mata Hendra perlahan mulai menutup. Mirah dadanya semakin berdebar putus asa, Hendra menutup matanya


" Mas buka mata mu, lihat aku Mas!"


Hendra tetap menutup mata, tak ada lagi pergerakkan tangan Hendra di genggamnya sudah lemah.


" Mas bangun!!" Mas Hendraa..!!"

__ADS_1


Innalillahiwainnailaihirojiun..


__ADS_2