My Sexy Maid

My Sexy Maid
Draft


__ADS_3

Sarah melenggak lenggok bak peragawati melangkah dengan sangat anggunnya masuk ke sebuah gedung kantor, ia menjadi pusat perhatian para staff karyawan Sarah nampak cantik dan mempesona. Sarah berbusana sesuai tema ala kantor terlihat begitu berkelas.


" Selamat siang!" Sapa Sarah berhenti tepat di meja sekretaris Erland.


" Selamat siang Nona.." Balas Elisa tersenyum sambil menautkan kedua alisnya berdiri menyambut sarah.


" Eum kenalkan saya Sarah, kekasih boss kamu, apa pacar saya ada di ruangannya?"


" Owh..maaf Nona Sarah, Bapak Erland sedang rapat, kemungkinan sebentar lagi selesai."


" Ok aaya tunggu di ruangan pacar saya saja!"


Sarah dengan percaya diri ingin langsung masuk ke ruangan Erland, namun Sang sekertaris menahannya, karena hari ini yang Elisa tahu tidak ada pemberitahuan dari Boss nya bahwa akan kedatangan wanita bernama Sarah.


" Sebentar Nona Sarah!"


" Iya kenapa?" Langkah Sarah berhenti.


" Apa sebelumnya sudah ada janji temu dengan Bapak Erland? Maaf saya hanya menjalankan tugas, beliau selalu amanat ke saya siapapun yang mau bertamu Pak Erland konfirmasi ke saya, baru bisa bertemu dengan beliau."


" Oh iya tentu saja..saya mengerti, tapi bagaimana ya mbak? kan saya mau ngasih kejutan dengan kedatangan saya ini, kalau di beritahu dulu bukan kejutan dong namanya!" Sarah beralasan.


" Oh begitu.baiklah Nona, silahkan tunggu di dalam!"


" Terimakasih!" Sarah berbalik membelakangi sekertaris dengan memutar kedua bola matanya karena jengah harus berdebat kecil dulu, Sarah lalu melangkah masuk ke ruangan Erland.


10 menit kemudian Erland bersama dengan tangan kanannya keluar dari ruangan rapat, sekertaris Elisa mengetahui bahwa Boss nya sudah selesai rapat langsung berdiri bergegas menghampiri Erland.


" Pak Erland..!"


" Ya Elis ada apa?"

__ADS_1


" Pak di dalam ada tamu?"


" Tamu saya, siapa?"


" Namanya Nona Sarah, katanya sih ngaku kekasih Bapak."


Erland mengangguk kecil, menanggap ucapan Elisa.


" Sarah mau apa dia kesini?" Gumam Erland dalam hati.


" Kenapa tidak beritahu saya dulu?"


" Maaf Pak, saya mau beritahu sama Bapak, tapi katanya sengaja kejutan untuk Bapak."


Erland membuang nafas kasar merasa terganggu dengan kedatangan Sarah, dalam benaknya tujuan Sarah mendatangi kantornya pasti terkait dengan pertemuan keluarga Handoyo kemarin.


" Ya sudah Elis, buat kan saja minuman, dia.. hanya..tamu..saya!" Ucap Erland dengan nada yang menekan.


Erland membuka pintu, mendengar suara pintu di buka Sarah langsung menoleh pada Seseorang yang sudah ditunggunya.


" Hai Kak Erland!" Ujar Sarah lalu berdiri.


" Hem!" Erland mengangguk menatap Sarah dengan raut wajah malas.


Erland melangkah menuju meja kebesarannya untuk duduk, Mata Sarah mengikuti Erland sampai di meja Erland.


" Ada tujuan apa kamu datang kesini, Sarah?" Ucap nya lembut.


Sarah tersenyum sambil melangkah dari sofa itu hendak mendekati Erland.


" Kakak maafkan kedatangan Sarah, Kakak terkejut?"

__ADS_1


" Ya tentu Kakak terkejut!" Balasnya dengan senyum terpaksa.


Sarah merasa dari raut wajah Erland terbaca sepertinya Erland tidak menginginkan kedatangannya, tapi ia tidak akan putus asa Sarah pasti bisa mentahlukkan Erland.


Dengan gaya sexy di buatnya, Sarah duduk dihadapan Erland menyilangkan kakinya dengan begitu mata Erland pasti tertuju pada bagian sisi pahanya yang mulus.


Erland bisa membaca sikap Sarah dari cara Sarah duduk saja Sarah sengaja ingin menggodanya, tapi Erland sedikit pun tidak tertarik dan bergairah pada objek didepannya. Erland memang tidak begitu mengenal Sarah, hanya mengenal Sarah sewaktu masih sekolah dasar Sarah sering bertandang kerumah bermain dengan adiknya, Erland masih kuliah di luar negeri waktu itu dan bila waktunya liburan ia pulang ke Indonesia dan menghabiskan liburannya berkumpul bersama teman temannya selebihnya Erland dirumah lebih banyak berdiam di dalam kamar saja.


Erland tidak menyangka Sarah adalah teman masa kecil adiknya, tumbuh menjadi gadis dewasa yang cantik tapi tidak beratitude baik padahal bergelar sarjana lulusan luar negeri sangat disayangkan. Anak dari pengusaha kaya itu sepertinya tidak bisa lepas kontrol apa mungkin terlalu di manjakan oleh kedua orang tuanya, atau memang kerena salah pergaulannya di luar negeri hingga merubahnya menjadikan dirinya tidak punya harga diri. Erland sangat miris melihat Sarah.


Tak lama sekertaris Elis datang membawakan minum untuk Sarah.


" Maaf ini minum nya Nona."


" Terimakasih!"


Elisa membungkuk lalu pergi, setelah Elisa sudah keluar, Erland kembali menanyakan tujuan Sarah datang ia tidak mau basa basi.


" Jadi apa tujuan kamu kesini?"


" Well seperti yang kakak katakan kemarin di pertemuan kita, kita harus pendekatan, bukan! dan orang tua kita memang ingin kita menjadi sepasang kekasih dan sampai kita bisa menikah."


Erland lalu duduk menyandar kan badan memangku kedua tangan pada bahu kursi dan menggaruk kan dahinya. Ia sebenarnya menolak tapi harus dengan cara perlahan lahan.


" Sarah, Kakak belum bisa memberi keputusan untuk hubungan kita..untuk saat ini! dan Kakak sangat sibuk!"


" Its ok, Aku menghargai dan mengerti Kakak, aku tunggu sampai kakak punya waktu untuk kita jalan berdua."


" Kakak belum bisa pastikan itu!"


" Baiklah!"

__ADS_1


__ADS_2