
Kemeja dan celana Erland pun turut basah terpaksa ia harus mengganti pakaiannya, Mirah hanya terdiam ia sudah takut pada Erland telah membuat kesalahan bekerja. Erland sebenarnya geli ingin ketawa tapi sekuat tenaga ia tahan pada Mirah dengan kelakuannya, pembantunya ini ada saja yang dibuatnya setelah ini apalagi dalam benak Erland, sambil tangan Erland mengibas ngibas bulir air di rambutnya menatap Mirah yang sudah basah kuyup seragam Mirah melekat malah semakin jelas lekukan tubuh Mirah. Erland lagi lagi meneguk salivanya Mirah nampak Sexy dalam keadaan basah. Mata Erland terus menelusuri tubuh Mirah dari rambut sampai kaki.
" Owh shi*s..!" Erland membathin.
Sebagai pria normal bagaimanapun bisa terpancing apalagi Erland sudah lama belum kontak fisik dengan lawan jenis semenjak istrinya meninggal. Kesempatan sangat luas mereka hanya berdua saja di apartemen, rasa rasanya Erland saat ini juga ingin menerkam Mirah.
Erland sudah gerah, Mirah dihadapannya benar benar membuat tubuhnya terangsang belum pernah ia bergairah seperti ini pada wanita lain yang mendekatinya, namun Erland buru buru menyingkirkan otaknya kotornya sebelum kebablasan. Erland menggelengkan kepala menyadarkan dirinya.
" Whufff.." Erland mengatur nafas yang terasa berat.
" Tu-tuan kenapa, Tuan sakit?"
Mirah bertanya pikirnya Tuan sedang tidak enak badan karena keningnya dan lehernya berkeringat.
" Tidak apa! sudah dilanjutkan nanti saja!"
" Tuan tapi ini belum selesai saya membersihkan kamar mandi.
" Tunda saja dulu, nanti dilanjutkan lagi!"
Erland tidak mau berlama lama dikamar mandi dengan Mirah, bisa bisa ia khilaf.
" Tapi Tuan?"
" Kamu ingin menggoda saya di sini?"
" Eugh saya..? Ihh..siapa juga yang mau menggoda Tuan?"
" Makanya sudah siapkan saja makan siang saya!"
__ADS_1
" Tuan saya.."
Mirah bermaksud ingin minta ijin pulang mengganti seragamnya.
" Apalagi Mirah? kamu mau saya peluk sekarang juga!" Goda Erland.
" Hahh..? astaghfirullah..!"
Mirah buru buru keluar dari kamar mandi, Erland tertawa geli, Mirah menghindar dengan langkah cepat keluar dari kamar, ia harus menurut perintah Erland dan beralih pekerjaan lain menyiapkan makan siang Erland.
Tapi Mirah juga tidak nyaman dengan baju dan celana nya yang basah kuyup tubuhnya sudah kedinginan, Mirah terpaksa kembali ke kamar menemui Erland ingin minta ijin pulang sekaligus membereskan peralatan kebersihan kamar mandi, Mirah masuk begitu saja karena pintu kamar tidak tertutup. Sampai di kamar Erland keluar dari kamar mandi dengan telanjang dada Ia habis melepas kemeja yang basah di kamar mandi, mata Mirah terbelalak melihat tubuh Erland yang sangat berotot membuat Mirah tak sadar mengagumi tubuh Erland yang kekar perutnya membentuk kotak kotak tapi ia juga risih lihatnya. Mirah yang sudah berdiri berada di tengah ruang kamar langsung memutar tubuh membelakangi Erland.
" Maaf Tuan saya lancang!"
Erland tersenyum Mirah sudah melihat tubuhnya.
" Kenapa Mirah..?"
" Euh..itu Tuan sa-saya.."
Erland malah sengaja ingin menggoda Mirah yang tengah gugup, langkahnya santai menghampiri Mirah yang membelakanginya dengan jarak begitu dekat,
" Kamu kenapa..?" Ucapnya lembut.
" Euh..anu Tu-tuan saya mau ijin pulang saja!"
" Kok pulang?"
" seragam saya basah..!"
__ADS_1
" Kalau bicara tatap saya!"
" Eugh ta-tapi..Tuan pakai baju dulu deh!"
Sementara di lantai bawah apartemen Tuan besar Damian dan Nyonya besar Friska sedang menuju apartemen Erland, mereka sudah di depan Lift.
" Mamih untuk apa kita mampir ke apartemen Erland?"
Damian penasaran istrinya meminta singgah dulu ke apartemen putranya, setelah dari sekolah.
" Mamih kangen sama anak itu, Pih!"
Damian mengangguk sudah dua Minggu Erland belum kerumah karena sibuk dengan perusahaan. Tapi sejenak pikir Damian, Erland siang hari berada di kantor.
TING
Pintu lift terbuka Damian dan Friska lalu masuk.
" Lho kenapa kita tidak ke kantor saja Mih menemui Erland.
" Heum..Pih, Mamih bukan saja kangen sama Erland tapi anak itu..akhir akhir ini kalau jam istirahat pulang ke apartemen, Erland berada di apartemen, Pih!"
" Semenjak Mirah bekerja di apartemen, maksud Mamih?"
" He'euh..Pih.."
Damian tersenyum istrinya sangat kepo dengan kelakuan Erlando rupanya.
" Mamih kepo..!"
__ADS_1
" Hehehe iya, lagian Erland kan duda, Mirah masih bersuami kita cek skali kali, Mamih takut jangan jangan mereka sudah awok awok..!"