
Sumirah bergeming ia hanya menggelengkan kepala tak percaya suami nya telah mengganti posisi nya sebagai istri nya dengan wanita itu.
Sumirah dada nya semakin sesak dan ia menangis dalam diam, ia tidak bisa berbuat apa apa lagi, ingin marah? percuma ingin berontak? tetap sama saja Hendra tak akan membela nya. Sumirah saat itu juga menyerah ia harus meninggalkan rumah itu demi kebahagiaan Hendra dan Ratna. Perlahan ia melangkah mundur, kedua matanya lalu memutari ruangan itu rumah yang sudah 5 tahun ia mengabdi. melayani dan patuh pada suaminya, dalam rumah seakan terasa pengap dan lain rasa nya suasana dalam rumah itu.
" Baik Mas..aku nyerah! aku akan pergi dari rumah ini, aku harap kau bisa bahagia dengan dia." Ucap nya dalam hati.
Namun saat matanya tidak sengaja pada pakaian Hendra yang berceceran di lantai dengan pakaian wanita itu. Terbersit hati Sumirah ingin merapihkan dan memasukkan kedalam keranjang kotor sebagai tanda pengabdian nya sebagai istri untuk terakhirnya.
Sumirah mulai memunguti pakaian dan celana Hendra namun saat tangannya memegang celana Hendra ia mendapati dompet Hendra yang tebal, tiba tiba saja Sumirah merubah haluan, niat nya ingin mengerjai Hendra dan Ratna.
" Uang mu banyak Mas, tapi kau tidak memenuhi kewajiban mu dan tanggung jawab mu pada Intan. Malah kau bersenang senang tanpa memikirkan kami."
Sumirah dengan perasaan yang tidak rela uang di dompet Hendra di gunakan untuk wanita itu. Dan Sumirah akan mengambil uang itu sebelum ia pergi. Otak Mirah bekerja tak sampai di situ, ia akan merekam adegan ranjang Hendra bersama Ratna untuk bukti bahwa mereka telah berzinah.
Sumirah mengambil ponsel nya, dan ia mulai berdiri bersembunyi di balik pintu itu. dan mulai merekam nya. Selesai merekam ponsel nya ia simpan, ia lalu akan beraksi merencanakan harus berbuat sesuatu sebelum Hendra dan Ratna selesai dan keluar dari kamar, dan ketahuan.
Sumirah telah menyiapkan baju Intan di dalam tas, dan juga berkas berkas Ijazah yang akan di bawa nya. Uang yang di dompet Hendra ada dua juta, akan ia bawa. Tak apalah ia dikatakan pencuri karena ada alasan nya, Sumirah juga membawa kartu ATM Hendra. Setelah selesai semua nya Sumirah akan berpura pura aksinya menangisi Hendra, dan satu lagi Sumirah siap merekam ucapan suaminya. Ponsel nya sudah siap untuk merekam suara.
BRAKK
__ADS_1
Sumirah mendobrak pintu kamar.
" Kalian berdua sangat menjijikan, Mas Hendra sadar kah kamu, apa yang kamu lakukan?"
Hendra dan Ratna yang baru saja sama sama mendapat pelepasan terkejut dengan Sumirah yang telah mendobrak pintu itu. Tapi Hendra dengan santai menjawab.
" Kau sudah sadar rupanya dari pingsan, dekil..?"
" Keterlaluan kau Mas, kau benar benar membawa ****** itu ke kamar kita..?"
" Kita..? ini bukan kamar kita lagi..!"
Hendra sambil merangkul pinggang Ratna sengaja mempertontonkan pada Sumirah, secara tidak langsung agar Sumirah pergi dari rumah itu. Dan Ratna pun langsung tersenyum dengan muka meremehkan Sumirah.
" Kalau kau tidak rela, sebaik nya kau pergi dari rumah ini..!"
" Apa ? kau mengusir ku..?"
" Iya apalagi?" Balas Hendra.
__ADS_1
" Tidak! aku tidak akan pergi, aku akan tetap pertahankan, Mas, aku mohon jangan usir aku!"
" Mas usir saja dia, kalau Mas tidak mau..biar aku yang pergi..!" Ucap Ratna dengan nada merengek.
" Tidak sayang, kau tetap di sini..!"
Hendra lalu mengalihkan tatapan bengis nya pada Sumirah.
" Kau..pergi dari sini, cepat !" Usirnya pada Sumirah.
" Kau benar benar tega pada ku dan juga anak mu, Mas, aku memang sudah tidak di anggap lagi oleh mu..baik! aku akan pergi!"
" Bagus, sekarang juga pergilah dari sini dan bawa anak mu! "
Sumirah menatap nyalang pada Hendra lalu beralih pada Ratna, dengan nafas tersengal sengal lalu jari telunjuk nya mengarah pada mereka.
" Puas kau, sudah menghancurkan rumah tangga ku..ingat! apa yang kalian perbuat semua ini akan berbalik pada kalian! karma tidak akan pernah salah alamat.." Ucap Sumirah dengan lantang.
" Ahh..sudah sana pergi, aku akan menceraikan mu..!"
__ADS_1
" Aku tunggu, Mas!"
🙏🙏🙏