
Mobil sedan sport Erland tiba di lapangan parkir sekolahan lalu pria blasteran itu seperti biasa di sambut oleh tukang parkir dan para penjaga sekolah.
" Asalamualaikum Tuan Erland.."
" Waalaikumsalam Pagi semua.."
Tangan Erland langsung bersalaman pada mereka.
" Wahh Tuan Erland mau olah raga nih!"
" Iya nih..sudah janjian sama anak anak murid mau main basket!"
" Mantap..! ini yang saya suka dari Tuan Erland..sayang sama anak muridnya..hehehe!" Ucap salah satu penjaga sekolah sambil mengacungkan jempol.
" Ya begitulah Bapak bapak, saya tidak bisa menolak ajakan murid saya kalau olah raga.." Balasnya dengan senyum lebar.
Erland pun berbincang bincang sebentar dengan para penjaga sekolah dan tukang parkir. Dan tidak disangka, Erland mengepalkan tangan yang didalam nya uang pecahan 100 ribu 10 lembar lalu di berikan pada tukang parkir, Erland tidak menghitung lagi berapa uang yang di tarik dalam dompetnya karena tidak mau dilihat di depan para penjaga sekolah dan tukang parkir.
" Nih bagi bagi ya! saya ada rejeki!"
" Wah..apa ni Tuan Erland?" Ucap tukang parkir bingung.
" Buat ngopi ngopi santai.."
" Tuan Erland, kita sudah pada ngopi lho.."
" Sudah terima lah! nanti kapan kita ada waktu insha Allah saya mau ajak Bapak Bapak nobar di cafe, bagaimana?"
" Wah asik tuh kapan lagi kita di ajak nobar sama Tuan Erland."
" Ya sudah saya masuk dulu ya!"
" Alhamdullillah..trimakasih banyak Tuan Erland.
" Sama sama.."
Erland pun segera ke lapangan gedung olah raga basket dimana anak anak murid nya telah menunggu.
__ADS_1
Selang dua jam setelah Erland bermain basket dengan anak muridnya, mereka bersama sama keluar dari gedung lapangan basket kemudian berpisah satu sama lain. Saat Erland melintas ruang kantor administrasi, Erland berpapasan dengan Lela yang baru saja keluar dan menutup pintu.
" Selamat pagi Pak Erland.." Lela membungkuk.
" Lho Bu Lela tidak libur?"
" Iya Pak Erland saya lagi menyelesaikan pekerjaan administrasi baru saja selesai sekarang mau pulang.."
" Kamu mau bareng dengan saya?"
" Terimakasih Pak Erland saya sudah di tunggu dengan pacar saya, lagi pula kan kita beda arah." Ucap Lela malu dan sungkan.
" Oh ya sudah..!"
" Oiya Pa Erland, maaf saya hanya sekedar bertanya bagaimana dengan teman saya apa cocok bekerja di rumah Nyonya?"
Lele sebenarnya tidak enak menanyakan Mirah teman nya tapi Ia sedikit ingin tahu saja apakah Mirah bekerja sangat baik kalau memang demikian tidak sia sia Lela merekomendasikan Mirah, akan tidak enak dengar nya apabila Mirah bekerja tidak maksimal bagaimanapun Lela yang membawa Mirah.
" Teman kamu, siapa..?"
" Namanya Mirah.."
Tubuh Erland langsung berdesir mendengar Lela menyebut nama Mirah. Erland pun tersenyum sumringah.
" Lela, apa kamu bersahabat dengan Mirah?"
" Kita ngobrolnya sambil jalan ya Pak Erland..!"
" Ok..!"
Erland mengangguk, Lela dan Erland lalu berjalan beriringan. Ini adalah kesempatan dirinya ingin tahu banyak tentang Mirah yang kebetulan sekali Lela yang merekomendasikan Mirah. Mungkin rasa penasaran Erland akan terjawab saat ini.
" Saya sudah berteman dengan Mirah sejak kami masih SMA , Pak Erland."
" O'ya..!"
" Iya dan saat itu, Mirah minta tolong pada saya untuk di carikan kerja dan kebetulan, sekolah membutuhkan."
__ADS_1
" Lela, Mirah itu..?"
" Kenapa Pak..?" Tanya Lela khawatir.
" Dia bekerja sangat rajin dan rapih.."
" Heuuh..Syukurlah saya senang dengarnya, saya tuh, kasihan dengan teman saya, Pak Erland."
" Kenapa dengan teman kamu..?" Erland penasaran.
" Eum..tapi maaf Pak Erland, ini sangat pribadi tapi kalau Pak Erland ingin tahu saya akan menceritakan nya." Lela sejenak berhenti langkahnya.
" Tidak apa apa ceritakan saja, mungkin saya bisa bantu.." Pancing Erland.
Lela dan Erland lanjut melangkah sambil menceritakan tentang Mirah yang sangat menderita. Sepanjang jalan Lela dan Erland ngobrol, Erland begitu nyimak mendengar penuturan Lela, perjalanan hidup Mirah begitu berat masalah yang di alaminya, ada rasa marah Erland terhadap sikap suami Mirah tapi Erland menutup dengan wajah biasa saja di depan Lela.
Setelah Lela menceritakan tentang Mirah, langkah mereka tidak sadar sudah sampai di area parkir depan gedung sekolah.
" Wah kita sudah sampai sini, Pak, nanti saya lanjutkan lagi ngobrolnya, tapi Pak Erland.."
" Iya Bu Lela?"
saya percaya sama Bapak tentang teman saya ini, tolong di bantu ya Pak!"
" Siap Bu Lela..!"
" Permisi, saya duluan Pak Erland!"
Lela lalu berjalan lebih dulu meninggalkan Erland yang sudah berdiri di samping mobilnya, karena sudah di tunggu oleh pacarnya, Erland tersenyum terjawab sudah rasa penasaran Erland pada Mirah.
Dreett Dreet
Erland merogoh ponselnya di dalam kantong, Mamihnya menelponnya.
" Halo Mih.." Seraya tangannya membuka pintu mobil.
📞 " Kamu masih disekolah? cepatlah sampai karena Orang tua Sarah akan datang!"
__ADS_1
" Ok Mih, Erland sudah di mobil."
📞 " Hati hati..ya sayang !"