
Hari itu juga Mirah setelah membereskan dapur langsung membantu Erland, dalam ruang kerja itu Mirah begitu antusias membantu Tuannya, Erland memberikan intruksi pada Mirah dengan mengganggukkan kepala.
" Kamu mengerti?"
" Iya Tuan!" Jawab Mirah dengan ragu.
" Jangan ragu untuk bertanya, pelan pelan saja pasti kamu bisa!"
" Iya Tuan..!"
" Saya maklumi..sekarang coba kamu operasikan laptop ini, terlihat memang susah tapi sebenarnya langkah langkahnya mudah.."
Erland lalu membiarkan Mirah mengoperasikan laptopnya, sementara ia hanya mengecek email dari tablet yang berlogo apel digigit di tangannya.
Terlihat sangat grogi dari gerakkan tangannya takut salah mengklik. Erland hanya tersenyum.
" Ini kalau sudah begini, gimana lagi Tuan saya harus tekan apa?"
Erland kembali beralih memberikan perhatiannya pada Mirah bertanya, dengan sabar Erland mengajari Mirah walau sudah berulang ulang Mirah belum lancar.
Erland memaklumi Mirah. Karena Mirah memang bukanlah wanita pekerja kantoran Ia murni hanya sebagai Ibu rumah tangga pasti tidak pernah bermain komputer, sehari harinya hanya berkutat di dapur saja. Tapi kalau di lihat Erland cara Mirah mengetik text
terlihat lancar jari jari manisnya menekan di mana letak letak tuts itu pada laptop.
" Kalau sudah selesai beritahu saya, saya akan memeriksanya kembali.
" Iya Tuan.." Kembali mengangguk.
__ADS_1
Tanpa terasa di ruangan itu Mirah selesai membantu Erland dan hari sudah siang. Erland memeriksa hasil kerja Mirah.
" Ini sudah bagus, nanti saya ajarkan cara menyimpan file dan mengirim email dan sekaligus cara ngeprint.."
Mirah tersenyum dan merasa lega pekerjaannya tidak ada masalah di periksa kembali oleh Erland.
" Tuan..!"
" Heum..?"
" Saya belum masak untuk makan siang Tuan, kalau begitu saya tinggal dulu Tuan, saya mau masak..!"
" Iya..siapkan saja bekal untuk makan siang saya, saya akan bawa ke kantor."
" Baik Tuan.."
Setelah Mirah menyiapkan bekal untuk makan siang Tuannya, Erland membutuhkan Mirah kembali.
" Iya Tuan!"
" Cepat kemari..!"
Mirah bergegas menghampiri Erland namun hanya sampai ambang pintu kamar Mirah berhenti.
" Iya Tuan ada apa?"
" Pakaikan ini..!" Titah Erland sambil menunjukkan dasi di tangannya.
__ADS_1
" Baik Tuan..!" Balas Mirah pasrah.
Mirah meraih dasi itu dari tangan Erland, ini yang kedua kalinya Mirah harus memasang dasi ke leher Erland, dada nya kembali berdegup kencang. Tak bisa di bohongi Mirah nampak gugup dan gemetar tubuhnya saat dasi itu mulai di lingkarkan ke leher Erland.
Hembusan nafas harum Mint dan wangi parfum maskulin Erland terasa menerpa di wajah Mirah, lagi lagi Mirah mengirup nya dalam dalam. Rasa nya Mirah ingin cepat memasang dasi itu tapi kenapa terasa begitu lambat seperti mode slowmo.
Sorot mata Erland menatap wajah Mirah yang putih bersih itu, membuat Erland betah memandangnya. Apalagi bibir Mirah ingin sekali Erland **********.
" Sudah Tuan.."
" Jas nya..!" Ucap Erland.
Mirah memakaikan jas itu ke tubuh liat Erland, dan sekaligus jarinya mengancing jas Erland.
" Terimakasih..!"
Mirah lebih dulu keluar dari kamar, lalu ia Menteng tas berisi bekal Tuannya dan di berikan kepada Erland.
" Tuan ini bekal makan siangnya.."
Erland memegang tas bekalnya dan siap berangkat kekantor.
" Saya berangkat dulu, kalau sudah beres kamu boleh pulang..!"
" iya Tuan..hati hati di jalan!"
Erland mengangguk senyum Mirah tidak lupa ucapannya yang Erland sangat sukai.
__ADS_1
๐๐๐๐
Author minta maaf ya! kata katanya ada pengulangan belum sempat dirapihkan๐