My Sexy Maid

My Sexy Maid
Pesan Online


__ADS_3

Rasa kesal dan dendam pun timbul pada diri Sumirah ia tersenyum smirk, melihat angka angka saldo itu pada layar. Ia berencana uang Hendra akan alihkan masuk kerekening nya dan dalam sekejap uang senilai 50 juta itu sudah berhasil di alihkan. Sumirah tidak mau berfikir apa apa lagi, uang itu akan di gunakan sebaik mungkin untuk kebutuhan ia dan Intan. Sumirah tidak peduli ia sudah sangat kesal.


Sumirah segera pergi dari mesin ATM itu dan kembali masuk ke dalam taxi.


" Jalan Pak!"


" Baik Bu!"


Rencana nya besok pagi ia akan pergi ke Bank untuk tutup buku rekening nya, untung saja sebelum pergi ia membawa semua berkas berkas penting termasuk buku tabungan nya.


" Bu, Ibu mau kemana?"


" Antarkan saya ke hotel Pak, saya mau menginap!"

__ADS_1


" Baik Bu!"


Taxi yang Sumirah tumpangi sudah sampai di sebuah hotel di pinggir jalan, ia dan Intan akan beristirahat karena pagi pagi ia akan pergi ke Bank.


Hendra dan Ratna di ranjang itu sedang tidur berpelukan Tubuh polos kedua nya di tutupi selimut, tak lama Hendra mengerjapkan mata, ia terbangun namun ia sadar sebuah tangan sedang melingkar di pinggang nya, lalu mata. nya menatap wajah cantik istrinya, Ratna yang masih tidur pulas. Hendra ingin bangun dan mandi, perlahan tangan Ratna yang melingkar di pinggang nya di angkat, ia tidak mau pergerakkan nya membangunkan istri baru nya itu.


Setelah mandi Hendra ingin sarapan namun ia teringat biasanya di meja itu sudah tersedia sarapan untuk nya. Hendra teringat bahwa semalam ia dan Sumirah bertengkar hebat dan mengusir Sumirah. Perutnya mulai terasa lapar maklum saja waktu sudah menunjukan pukul 10 pagi, ia hari ini tidak pergi ke kantor karna masih cuti. Karena sudah terbiasa ia Sarapan pagi perut nya terasa perih, ia harus makan pagi karena kalau tidak pasti perut nya akan makin sakit. Hendra mencoba membangunkan Ratna yang masih tertidur.


" Sayang bangun, aku ingin sarapan!"


" Eummgghh..jam berapa ini mas?"


" Sudah jam 10 sayang, kau bisa buatkan aku sarapan kan?"

__ADS_1


Ratna menjawab dengan malas, rasa nya ia belum pernah membuat sarapan apalagi memasak karna memang ia tidak bisa memasak sebelum menikah dengan Hendra ia biasa membeli makanan matang atau pesan lewat online.


" Aduh Mas, pesan saja lewat online, buat apa repot repot masak?"


" Iya juga ya! ya sudah biar aku pesan lewat online saja, kamu mau makan apa?"


" Eum..apa yaa? aku ingin sarapan nasi kuning komplit, Mas."


Hendra pun langsung memesan makanan untuk berdua, seharian ini ia dan Ratna akan di dalam rumah saja, melakukan aktifitas panas karena besok ia harus kembali ke kantor.


Sebelum makanan itu datang Hendra ingin membuat kopi untuk dirinya, namun ia memeriksa toples toples kecil nampak kosong hanya ada garam pada toples itu ia memacari gula dan kopi, biasanya kopi dan gula itu ada di toples.


" Ck, gula dan kopi tidak ada bagaimana aku mau buat kopi?"

__ADS_1


Tak lama suara pengntar makanan online pun memanggil dari luar.


" Permisi pesanan atas nama Bapak Hendra!"


__ADS_2