My Sexy Maid

My Sexy Maid
Ratna Memohon


__ADS_3

Tanpa disadari Mirah yang sedang serius bekerja dan saat tangannya ingin menggantung kemeja itu Sumirah terkejut matanya tidak sengaja melirik Erland yang sedang berdiri di ambang pintu.


" Astaghfirullah Tuaan!"


Jantung Mirah hampir saja copot sambil memegang dadanya. Erland tersenyum geli pada Mirah yang kaget melihatnya ia tersenyum nampak Ratna begitu lucu.


" Serius sekali kamu sampai sampai tidak menyadari saya berdiri di sini."


" Tuan sejak kapan berdiri di situ, Ya Allah saya beneran kaget Tuan! tiba tiba sekilas ada sosok besar tinggi."


" Maksud kamu saya sosok mahluk jadi jadian..?"


" Saya pikir seperti itu Tuan."


" Dasar parnoan! saya sudah selesai makan siang.."


" Mau saya buatkan kopi Tuan?"


" Tidak usah biar saya minum kopi di kantor saja."


" Baik Tuan..!"


Mirah lalu menghentikan setrika baju, ia harus melayani Tuan yang akan kembali ke kantor.


" Kamu mau kemana?"


" Eugh? saya sudah selesai setrika baju mau antar Tuan sampai pintu."

__ADS_1


" Sudah kamu cabut colokan setrika?" Erland melongok pada meja setrika.


" Astagfirullah hampir lupa."


" Jangan sampai ada kebakaran di sini, karena kelalaian."


" Iya Tuan Maaf!"


Erland lalu berjalan dan Mirah mengekori Erland sampai pintu.


" Saya berangkat dulu, terimakasih gado gado nya sangat enak."


Mirah tersenyum merasa makanan yang di buat nya cocok di lidah Erland.


" Hati hati di jalan Tuan!"


Erland mengangguk seraya membuka pintu setelah Erland keluar Mirah menutup pintu itu. Selama Erland berjalan keluar dari apartemen tersenyum ia merasa senang dengan ucapan Mirah " hati hati di jalan" mood nya seketika menjadi semangat untuk kembali bekerja.


De**han de**han suara Armand yang sedang menghujam bagian lembah Ratna sangat begitu kuat dan kasar, Armand terus memaju mundurkan bagian pinggulnya bermacam macam gaya pun sudah mereka lakukan hingga berpindah tempat dari ranjang tidur ke sofa dan kembali ke keranjang tidur.


Ratna sudah kewalahan dengan permainan Armand dari mulainya penyatuan Armand tidak memberikan waktu untuk Ratna berisitirahat. Ratna sudah berkali kali mendapat pelepasan dan Armand sendiri sudah dua kali dan kali ini Armand ingin melakukan penyatuan lewat an*s.


" Nungging kau ******!"


Selama bermain Armand selalu mengatakan panggilan kasar pada Ratna, buat Ratna tidak masalah hanya saja tubuhnya sudah tidak sanggup mengikuti kemauan Armand. Ratna dengan lemas memposisikan kedua lutut dan kedua tangannya menumpu tubuhnya. Benda pusaka Armand masih mode on belum berkurang sedikitpun.


Armand meludahi bagian an*s Ratna, Ratna yang menunggu posisi menungging tidak menduga apa yang Armand lakukan. Akan terasa nikmat bermain di bagian yang belum sama sekali Armand rasakan, Armand ingin memberi hukuman pada Ratna yang diam diam mengkhianatinya.

__ADS_1


Tangan kanan Armand menggenggam pusakanya dan siap untuk melesak kebagian an*s Ratna. Armand mulai mendorong tidak pelan tidak juga kencang.


" Akkkww..Armand apa yang kamu lakukan di situ?"


Plaakkk


Armand menampar bokong bulat Ratna dengan kencang sampai nampak kemerahan di kulitnya yang putih mulus.


" Diam kau ******!"


" Armand please! jangan di situ, ini akan sakit sekali." Ratna memohon.


" Aku sudah katakan jangan menghentikan ku sebelum aku puas sayang!" Geram Armand.


Ini baru pertama kali nya buat Ratna, dan lagi selama bermain dengan Armand, mereka tidak pernah melakukan sebelum nya.


" Shhh..Armand aku mohon..!" Pinta Ratna mulai mendesis sakit.


" Tenang ja**ng! kita sama sama akan nikmat, tahan sayang!"


Ratna akhirnya hanya menurut, keringat di sekujur tubuh semakin deras, hari ini permainan Armand benar benar membuatnya tak berdaya. Armand terus mencoba mendorong lalu mencabut kembali lalu di ludahi kembali an*s Ratna kemudian pusaka nya kembali mendorong dan dengan perlahan pinggul Armand maju hingga sudah setengah nya di rasa sudah pas dengan sekali hentakan agak kuat pusaka Armand berhasil melesak.


" Akkhhhhww..!"


Teriakan Ratna begitu kencang untung saja ruang privat Armand kedap suara, Ratna benar benar merasakan sakit yang amat sangat sampai ia meneteskan air mata nafas nya nampak tidak beraturan. Sebaliknya Armand merasakan nikmat yang luar biasa karena begitu sempit bagian an*s Ratna.


Penyatuan yang belum mereka rasakan walau awalnya begitu sakit namun pusaka Armand yang menghujam keluar masuk lambat laun yang Ratna rasakan di bagian yang seharusnya bukanlah saluran untuk pembuahan melainkan untuk saluran membuang kotoran berganti menjadi begitu nikmat.

__ADS_1


__ADS_2