
Hendra dalam perjalanan pulang terlihat tubuhnya sangat lelah, pekerjaan nya yang numpuk hingga ia harus lembur di kantor. Hendra sambil menyetir isi di kepalanya membayangkan saat pulang pasti sudah di sambut oleh Ratna, istri barunya pasti sudah menyiapkan makan malam, perutnya sudah keroncongan ia sengaja menahan lapar dan akan makan di rumah.
Hendra tersenyum kecil membayangkan makan berdua akan nikmat rasanya, tak hanya itu Ratna pasti akan melayani nya sebagaimana seorang istri melayani semua kebutuhan suaminya.
" Ratna tunggu aku! sebentar lagi suamimu akan sampai.." gumamnya sambil fokus menyetir.
Hendra bersenandung sambil bersiul, walaupun sudah lelah tapi ia bahagia dengan istri barunya itu. Saat mobil nya telah sampai tepat di halaman rumah, Hendra langsung mengklakson memberi tanda bahwa ia sudah sampai, berharap Ratna keluar dan membukakan pintu pagar.
Tin Tiin
Tin Tiin
Hendra menunggu Ratna keluar tapi Ratna tak kunjung keluar. Hendra mengernyitkan keningnya, dilihat lampu teras padam rumah itu dalam keadaan sangat gelap.
__ADS_1
" Sayang..!"Panggilnya dari dalam mobil.
Tinn Tiin.
" Kenapa rumah sangat gelap, apa Ratna lupa menyalakan lampu? Diliriknya jam tangan, sudah pukul 9 malam.
" Kemana dia?"
Hendra menarik nafas, tubuhnya yang sudah sangat lelah terpaksa turun dan membukakan pintu pagar. Setelah pintu di buka Hendra tidak memasukkan mobil ke garasi, karena sudah sangat capai harus masuk dan turun lagi dari mobil.
" Sayang..!"
Tok Tok Tok
__ADS_1
Hendra lalu merogoh ponsel nya di dalam kantong celana ia menelpon Ratna, namun tidak tersambung.
" Hmm..ck, kemana sih dia? apa dia sedang keluar?"
Tubuhnya semakin terasa lelah rasanya ia ingin cepat cepat masuk kedalam untuk istirahat, Hendra mengambil kunci dari balik alas kaki ia sudah biasa menyimpan kunci di situ. Setelah pintu rumah di buka ia masuk dalam rumah itu gelap hanya lamou kamar mandi yang menyala. Hendra meyakini pasti istrinya sedang keluar.
Hendra masuk kamar tangan nya menyalakan lampu, namun Hendra melihat kipas angin masih hidup. Ia segera mematikan kipas angin yang masih menyala. Hendra sedikit menyesali Ratna tidak mematikan kipas angin dulu sebelum meninggalkan rumah, bagaimana kalau terjadi apa apa, rumah dalam keadaan kosong tapi masih ada alat elektronik di biarkan menyala.
Setelah dari kamar, Hendra menyalakan lampu tengah. Di lihat di meja makan tidak ada makanan malah yang ada piring gelas kotor bekas tadi pagi ia Sarapan. Seketika ia mengedari ruangan dalam keadaan sangat berantakan, ada bekas cemilan makanan ringan yang bungkus kemasan nya tidak dibuang di tempat sampah padahal tadi pagi sebelum berangkat ke kantor Hendra masih sempat membersihkan rumah. Hendra terpaksa merapihkan meja, piring gelas itu di bawa nya ke washtafel lalu membersihkan bekas bekas cemilan.
pukul 10 Hendra sudah selesai merapihkan rumah ia segera mandi menyegarkan tubuhnya, perutnya yang terasa lapar Hendra ingin membuat makanan mie instan saja, ketika membuka kulkas, di lihat kulkas itu kosong. tidak ada apa di situ. Bagaimana bisa ia sudah memberikan uang pada Ratna untuk berbelanja kebutuhan dapur, tapi tidak ada bahan bahan apapun, ia mengecek nasi di magicom jugakosong.
" Hahh..bagaimana aku mau makan, perutku sudah lapar.."
__ADS_1
Hendra akhirnya hanya membuatkan kopi untuk nya, sambil menunggu Ratna berharap, Ratna pulang membawa makanan untuk makan malam.