
Warning 21+
Ting Tong
Seorang pria berperawakan tinggi besar hanya berbalut bathrobe segera melangkah membuka kan pintu rumahnya yang megah dan mewah. Pria itu mengulas senyum pada sosok wanita cantik sudah berdiri begitu Sexy nya di mata pria itu, dialah kekasih Sarah yang baru tiba dari Australia sengaja datang menyusul Sarah ke Indonesia
" Hi beib, sorry i just come.."
" Come in..!" Suaranya ngebass namun terdengar lembut, pria itu santai menyambut wanitanya ia tidak mempermasalahkan Sarah yang baru datang walau lama ia menunggu.
Tak sabar tangan pria itu langsung menarik pinggang ramping Sarah dan memagut bibirnya dengan lahap, masih didepan pintu mereka terus beradu bibir sampai menimbulkan suara decapan.
__ADS_1
" I cant wait sweet..!"
" Really..?"
Sarah menggoda nya dengan suara manja, bibir pria itu pun turun menjelajahi leher jenjang Sarah, Sarah mendongak membiarkan kulit leher nya di kecup lembut sambil memejamkan mata.
" Oughh..." Sarah melenguh.
Pakaian Sarah di lucutinya hanya meninggalkan b*a dan CD dengan warna senada, Ken tak bosan memandangi apa yang di miliki di tubuh Sarah, ia mengagumi kulit Sarah menurutnya sangat indah kulit khas Indonesia tidak putih tapi tidak terlalu gelap. Tangan Ken bergerak mengusap usap lembut seluruh kulit tubuh Sarah.
" I like your skin..!" Gumam nya dengan gairah.
__ADS_1
Sarah menyukai permainan Ken, pria beristri ini selalu memuaskannya di ranjang. Ken dan Sarah diam diam sudah menjalin hubungan selama 2 bulan, Ken jatuh cinta dengan Sarah pada pandangan pertama ketika pertemuan mereka di sebuah supermarket, keindahan dan kecantikan Sarah sungguh membuat Ken terpesona.
Tubuh Sarah di gendong ala bridal di bawanya ke ranjang tidur besar dan empuk. Sarah di baringkan lalu Ken menindih nya dan langsung memagut bibir Sarah tangannya sambil melepas pengait b*a, terpampang jelas gunung kembar Sarah tepat pada wajah dekat Ken, bibir Ken menghujani kembali kecupan kecupan kulit Sarah di leher lalu turun pada dua benda kenyal yang sudah mencuat pucuk pucuknya. Lidah Ken menjilat jilat pucuk dada kanan Sarah. Sarah mende**h nikmat pucuknya di hisap Ken sedikit kencang.
" Ouhh..yes baby.."
Selepas habis sholat magrib, Erland langsung kembali ke apartemen ia tidak menginap. Hari Senin hari di mulai kembali bekerja seperti biasa selalu rapat rutin di kantor, Erland sudah membiasakan diri nya datang lebih awal. Erland sudah menghubungi Mirah untuk datang lebih pagi, Mirah di minta Erland menyiapkan kebutuhannya, Erland merasa mulai ketergantungan dengan Mirah. Mirah bekerja sangat gesit.
Erland di meja kerja nya sengaja membiarkan berkas berkas untuk di bawa rapat besok akan di rapihkan oleh Mirah. Biar Mirah tahu apa saja pekerjaan Erland termasuk Mirah harus mulai memasangkan dasi dan memakaikan jas. Erland akan memberitahu pada Mirah untuk memadukan warna kemeja antara jas dan warna corak dasi itu karena biasanya wanita lebih pintar. Itu tambahan pekerjaan Mirah di mulai besok dan Erland akan melebihkan upah Mirah di luar gaji yang Mirah dapat dari Mamihnya.
Di ruangan kerja Erland tersenyum samar samar membayangkan Mirah yang akan memakaikan dasi juga jas saat ke kantor. Ia rindu pada ucapan Mirah " Hati hati di jalan Tuan". Ironis memang antar pikirannya harus waras dengan status Mirah tapi seolah olah Mirah sudah di buat seperti istrinya saja padahal Mirah adalah Maid, Maid yang Sexy.
__ADS_1
Mirah walaupun sudah bersuami tapi ia sangat polos tidak terganggu pikirannya, punya majikan kaya tampan berstatus duda pula, entah apa yang menutupi otak Mirah tidak tergiur, mungkin kalau Erland memepekerjakan orang lain bisa saja mengambil kesempatan untuk menggoda Erland. Apalagi banyak waktu berdua saja di apartemen setan mana yang tidak senang menjerumuskan manusia ke dalam dosa, itu yang Erland suka dari sikap Mirah benar benar imannya tidak goyah terhadap dirinya.